
JIB | Kabupaten Bekasi — Fasilitas pompa booster milik Perumda Tirta Bhagasasi di Jalan Loji, Kecamatan Cibarusah, berdiri tanpa fungsi. Bangunan beton yang seharusnya memperkuat distribusi air bersih itu justru terbengkalai. Ironisnya, suplai air ke Desa Ridomanah, Ridogalih, dan Sirnajati tetap lemah.
Booster Loji dibangun untuk meningkatkan tekanan distribusi air. Namun hingga kini, wilayah Cibarusah masih bergantung pada booster di Perumahan KSB Sukaragam, Kecamatan Serang Baru. Jarak distribusi yang jauh membuat tekanan air melemah sebelum mencapai pelanggan. Akibatnya, warga tetap menerima debit air yang minim.
Masalah ini membuka fakta lain: kaburnya tanggung jawab dalam proyek publik. Kepala Cabang PDAM Cibarusah yang baru menjabat mengaku tidak mengetahui detail pembangunan booster tersebut.
Mantan kepala cabang Supriyadi menyatakan perencanaan teknis berada di tangan manajemen pusat. Saling lempar tanggung jawab ini memperlihatkan rapuhnya koordinasi internal perusahaan daerah.
Nilai anggaran proyek Booster Loji tidak pernah diumumkan secara terbuka. Namun, pembangunan fasilitas pompa dan jaringan distribusi air umumnya menelan dana miliaran rupiah. Ketika fasilitas bernilai besar tidak berfungsi, kerugian publik bukan hanya pemborosan anggaran, tetapi juga hilangnya hak warga atas layanan dasar tersebut.
Warga mendesak audit teknis dan keuangan atas proyek tersebut. Mereka menuntut Perumda Tirta Bhagasasi membuka data perencanaan, anggaran, serta alasan teknis kegagalan operasional booster. Tanpa transparansi, Booster Loji berpotensi menjadi simbol kegagalan tata kelola infrastruktur publik: bangunan berdiri, anggaran habis, air tetap tak mengalir.
Seorang warga Sirnajati berinisial Y mengatakan, bangunan booster di Cibarusah telah berdiri sekitar lima tahun, tetapi tidak pernah dioperasikan. “Fisiknya sudah lama ada, tapi tidak pernah dipakai,” kata Y, Selasa, (27/1/2026).
Menurut Y, keberadaan bangunan tanpa fungsi hanya menegaskan kegagalan proyek. “Percuma jika dibangun dengan anggaran besar, tapi tidak memberi manfaat. Kami berharap booster itu segera dioperasikan agar tekanan air ke wilayah jauh seperti Sirnajati, Ridogalih, dan Ridomanah bisa normal,” ujarnya (Ded)


