
JIB | KABUPATEN BEKASI – Kisah pilu seorang ibu Suryul Yanti (36) yang hidup susah dengan pasrah sering kali menggambarkan keteguhan, cinta, dan pengorbanan untuk anak-anaknya, meskipun menghadapi berbagai tantangan finansial. Selasa,(30/09/2025).
Situasi dan kondisi kadang terasa berat juga melelahkan, Suryul Yanti salahsatu warga Kp Pelaukan Desa Karangrahayu RT.04/RW.01 Kecamatan Karang Bahagia, tetap berjuang tegar berusaha kuat dalam diri untuk menghadapi masalah hidup yang dijalaninya.
Suryul Yanti mempunyai anak perempuan yang sedang berjuang melawan sakit selama satu setahun, terlihat Kondisi Nita (14) anak pertamanya ini, bocah yatim yang terserang penyakit jantung dan paru-paru, sungguh terlihat mengenaskan. Bagaimana tidak, seluruh tubuhnya terlihat kurus dan lemas.
Menanggapi keluhan tersebut, awak media langsung ke lokasi tempat Suryul Yanti dan anaknya tinggal. Setibanya dilokasi ternyata ia tinggal di rumah tidak layak huni yang berdiri di atas tanah pengairan, hal ini bisa saja berpotensi membahayakan penghuni karena kondisi bangunan dan lokasi, serta dapat menyebabkan masalah seperti kesehatan dan banjir.
Miris selain butuh perhatian pemerintah agar anaknya dapat perhatian untuk bisa disembuhkan, dirinya juga berhak dapat bantuan melalui program seperti Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau Bedah Rumah.
Dikatakannya Suryul Yanti, anak pertama saya Nita mengalami sakit jantung dan paru-paru selama setahun, dan saya juga sudah berupaya menjalani pengobatan di RSUD Cibitung selama tiga kali berobat. Tetapi saya bingung pihak RSUD Cibitung memberikan surat rujukan ke Jakarta, keluhnya dia.
Lanjut Suryul Yanti, bagaimana saya bisa membawa anak saya berobat kejakarta, sedangkan untuk sehari-hari saja saya tidak punya uang. Ditambahnya lagi dari pihak RSUD Cibitung menyuruh saya untuk membuat “Surat Keterangan Tidak Mampu” di Desa, sudah jelas saya orang tidak punya pastinya saya tidak mampu, paparnya dia dengan nada sedih.
Tambahnya Suryul Yanti, selama ini belum ada dari pihak pemerintah Desa dan Kabupaten Bekasi yang datang ke rumah saya. Saya berharap dari pemerintah dapat membantu anak saya, karena saya sebagai orang tua ingin melihat anak saya sembuh dan bisa beraktivitas seperti anak-anak pada umumnya.ucap dia.
Sementara itu ditempat yang berbeda (PLT) Kepala Desa Karang Rahayu Carsim, saat dikonfirmasi, dirinya mengaku tidak mengetahui ada warganya yang mengalami sakit Jantung dan paru-paru, karena tidak adanya laporan ke kami, terangnya.
Sebenarnya kami sebagai Pemerintah Desa Karang Rahayu, sangat terbuka ketika memang ada warga kami yang kurang mampu apalagi ada penderita penyakit yang butuh perhatian dan perawatan insentif, kami pemerintah Desa siap bantu.
Kami ada armada yang selalu siap 24 jam untuk warga kami yang memang butuh bantuan dari Pemerintah Desa. Intinya yang penting ada laporan dari warga secara langsung, setidaknya laporan tersebut walaupun tidak kekami, minimal ke RT setempat atau ke Kasi Kaur, dari situlah kami langsung sigap,tegasnya.
Disinggungnya terkait jumlah penduduk miskin di Desa Karang Rahayu. Carsim PLT Kades Karang Rahayu menjelaskan, sementara data tentang kemiskinan yang sudah terdata sebanyak lima ratus lebih kemiskinan.
Sejauh ini kami sebagai Pemerintah Desa Karang Rahayu, selalu siap dan sigap terhadap laporan warga kami yang membutuhkan bantuan dan pertolongan, satu contoh belum lama ada warga RT Kincir, ada ibu melahirkan dan bayinya di rawat, kemudian ada tunggakan BPJS yang harus dibayar sekitaran Rp.2.700.000,- “Dua Juta Tujuh Ratus Ribu”, karena itu ada laporannya ke kami, kemudian kami yang melunasi tunggakannya.jelasnya Carsim.
Kami selalu membantu semampunya kami bantu, dan ada juga warga kami yang lahiran KIS “Kartu Indonesia Sehat” nya tidak aktif BPJS juga tidak punya, sementara Bayi harus di tangani, mau tidak mau Pemerintah Desa yang bertanggung jawab.
Sebetulnya setiap rapat minggon sudah saya himbau kepada RT/RW dan Masyarakat, saya menyampaikan, coba warga kita di cek Kis nya, jangan sampai nanti pas di pakai KIS nya sudah tidak aktif, terkadang ada yang beda nomor NIK dengan nomor KTP.
Jauh jauh hari sudah saya himbau, silahkan para RT data warganya, dengan tujuan yang belum punya KIS atau belum punya BPJS, atau juga yang KIS nya mati, hali itu harus lapor, ketika lapor pastinya pemerintah Desa akan bantu untuk urus itu semua, tegasnya dia.
Sambungya Carsim, terkait warga kami yang terkena penyakit jantung dan paru-paru, Insya Allah besok saya bersama RT setempat akan mendatangi rumah Ibu Suryul Yanti, tutupnya dia.(red).


