
JIB | Bekasi – Tindakan kriminal yang menyasar lembaga pendidikan kembali terjadi dan menimbulkan keprihatinan serius. Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jaya Bakti 03 di Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menjadi sasaran pencurian pada Minggu malam hingga Senin dini hari (26/1/2026).
Pelaku tidak hanya menggasak aset pendidikan milik negara, tetapi juga merampas dana amal yang diperuntukkan bagi anak yatim.
Sejumlah fasilitas strategis penunjang kegiatan belajar mengajar dilaporkan hilang, di antaranya satu set proyektor, lima unit laptop, lima unit infokus, serta dua unit kamera.
Seluruh aset tersebut merupakan sarana utama pembelajaran yang keberadaannya sangat menentukan kualitas pendidikan siswa.
Peristiwa ini dinilai sebagai bentuk kejahatan serius karena dampaknya tidak berhenti pada kerugian materi, melainkan langsung menyentuh hak dasar anak atas pendidikan yang layak serta nilai kemanusiaan yang seharusnya dijunjung tinggi.
Guru SDN Jaya Bakti 03, Purqon Fauzi, membenarkan peristiwa tersebut dan menyampaikan bahwa pelaku diduga masuk dengan cara membobol ruang kantor guru saat kondisi sekolah kosong dan pengamanan tidak optimal.
“Kami mendapati sekolah dalam kondisi sudah dibobol. Sejumlah aset pendidikan hilang, mulai dari infokus, laptop, hingga kamera. Yang paling mencederai hati, kotak amal anak yatim pun turut dijarah. Kerugian yang kami alami diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah,” ujar Purqon.
Ia menegaskan, pencurian tersebut bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan telah mencerminkan krisis moral yang serius.
“Ketika sekolah dijadikan sasaran dan bantuan untuk anak yatim ikut diambil, maka yang dirampas bukan hanya barang, tetapi juga nilai kemanusiaan dan masa depan anak-anak,” tegasnya.
Peristiwa ini memicu tekanan publik terhadap aparat penegak hukum agar bertindak cepat, tegas, dan tanpa kompromi dalam mengungkap serta menangkap pelaku.
Pemerintah daerah juga didorong untuk tidak sekadar merespons secara administratif, tetapi melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan sekolah negeri yang dinilai rentan dan kerap diabaikan.
Hingga berita ini diturunkan, kasus pencurian tersebut telah dilaporkan secara resmi ke pihak kepolisian dan masih dalam tahap penyelidikan.
Publik kini menanti pembuktian nyata kehadiran negara dalam melindungi institusi pendidikan, memastikan rasa aman, serta menjamin hak anak-anak bangsa tidak terus-menerus menjadi korban kejahatan. (Red)


