Thursday, March 5, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeNasionalRembuk Stunting 2026 Digelar, Pemkot Cimahi Soroti Perbedaan Data Angka Stunting

Rembuk Stunting 2026 Digelar, Pemkot Cimahi Soroti Perbedaan Data Angka Stunting

CIMAHI|JIB,- Pemerintah Kota Cimahi melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar Rembuk Stunting Kota Cimahi 2026.

Kegiatan ini menjadi forum konsolidasi lintas sektor untuk memperkuat strategi percepatan penurunan stunting di Kota Cimahi.
Rembuk Stunting tersebut digelar di Ballroom Mal Pelayanan Publik Kota Cimahi, Rabu (4/3/2026).

Wakil Wali Kota Cimahi Aditia Yudistira menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi program prioritas pembangunan daerah yang harus dilakukan secara berkelanjutan.

Menurutnya, upaya menekan angka stunting menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Cimahi.

“Percepatan penurunan stunting ini merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional dan daerah, serta menjadi bagian penting dalam mewujudkan peningkatan kualitas sumber daya manusia Kota Cimahi sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kota Cimahi 2025–2029,” kata Aditia.

Sementara itu, Kepala Bapperida Kota Cimahi Adet Chandra Purnama mengatakan Kota Cimahi masih menghadapi sejumlah tantangan dalam upaya menurunkan angka stunting, meskipun beberapa indikator menunjukkan adanya perbaikan.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kota Cimahi pada tahun 2025 tercatat sebesar 22,30 persen.

Angka tersebut menurun sekitar 2,2 persen dibandingkan tahun 2023.
Namun, data dari sistem Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) menunjukkan tren yang berbeda.

Angka stunting justru meningkat dari 9,54 persen pada 2024 menjadi 9,81 persen pada 2025.
Perbedaan tren data tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Cimahi untuk melakukan evaluasi lebih mendalam terhadap pelaksanaan program penanganan stunting.

“Meskipun kebijakan dan intervensi sudah berada di arah yang tepat, implementasi di tingkat keluarga, peningkatan kualitas layanan, serta validitas dan pemanfaatan data harus terus diperkuat secara optimal dan berkelanjutan,” ujar Adet.

Melalui Rembuk Stunting 2026 ini, Pemkot Cimahi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, meningkatkan kualitas data, serta mengoptimalkan intervensi berbasis wilayah agar penurunan stunting dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran. ( Rahmat )

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular