Sukatani, Jurnalindonesiabaru.com – Lagi sangat ironis warga Miskin Yang di alami oleh Ade Juaedi (45), Kampung elo Rt 002/003 Desa Sukamanah Kecamatan sukatani Yang sehari-hari pekerjaan sebagai supir serep mobil minibus K18 jurusan sukatani, Yang berpendapatan Pas pasan Untuk menghidupkan 3 Orang anak Yang masih Butuh biaya sekolah.

Oleh sebab itu ini harus Ada bantuan Dan perhatihan serius Dari berbagai pihak, seperti pemerintahan Desa maupun Kabupaten Bekasi Untuk membantu warga Miskin Yang sampai Saya ini belum Ada bantuan Dari berbagai pihak seperti pemerintahan Kabupaten Bekasi.

Program penanggulangan kemiskinan itu di antaranya KKS (Kartu Keluarga Sejahtera), Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), PKH (Program Keluarga Harapan), BOS (Bantuan Operasional Sekolah), KUR (Kredit Usaha Rakyat), dan beras orang miskin (Raskin).
Pemerintah bahkan menggulirkan program Dana Desa Rp 1 miliar/desa dalam menunjang program-program itu. Disusul program dengan budget menengah seperti KUBe (Kelompok Usaha Bersama), RTLH (Rumah Tidak Layak Huni), UEP (Usaha Ekonomi Produktif), dan beberapa program lain yang ada di Kementerian sosial.
Kendati demikian, Sampai Saat ini tidak tersentuh oleh Keluarga bapak Ade Juaedi.

Ade juandi (45 tahun) mengatakan sampai saat ini belum Ada bantuan pisan Dari berbagai pihak seperti Desa maupun Pemerintahan Kabupaten Bekasi, biarpun banyak program tersebut Untuk Saya belum tersentuh.

“Saya berharap Desa maupun Pemerintahan Kabupaten Bekasi bisa membantu Kami, Yang terpenting bisa menghidupkan Keluarga kami” Harapan, Ade Juaedi kepala Jurnal indonesia baru di Kediamannya. Selasa (07/08).

Masih Kata Ade, semua ini Saya serahkan kepada bapak wartawan Jurnal indonesia baru, Untuk di sambungkan kepada pemerintahan agar bisa merasakan bantuan dari pemerintah atau swasta Yang Dermamawan. (Boy).