JIB| Tapanuli Selatan, Sumut-Warga Desa Lobu Layan, Kecamatan Angkola Barat, Tapanuli Selatan. Sumut. Dihebohkan dengan perbuatan keji seorang ayah yang menganiaya putrinya diareal perkebunan salak, Sabtu (16/12/2018).

Seluruh tubuh korban penuh luka terkena sabetan senjata tajam dan tumpul, di pergelangan tangan kiri selebar sekitar 8 cm, dua jari tangan kiri juga terbelah diduga akibat menangkis benda tajam.

Muka korban juga tak luput dari luka robek dan bekas pukulan benda tajam oleh ayah tirinya.

Saat berita ini ditulis, korban belum sadar setelah petugas medis rumah sakit melakukan operasi terhadap luka-luka bekas sabetan senjata tajam tersebut. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (9/12), sekitar pukul 12,00 WIB, Siang itu, SN (36) bermaksud mengantar anak tirinya tersebut, sebut saja Permata (12), ke rumah neneknya, keduanya berangkat dari rumah mereka menuju Desa Sitaratoit, Kecamatan Angkola Barat, Tapsel. Di duga di pertengahan jalan di habisi oleh ayah tirinya.

Sekitar setengah jam kemudian, warga melihat Permata sudah bersimbah darah di areal perkebunan salak. Tentu saja, informasi ini cepat menyebar di sekitar lokasi tempat kejadian perkara (TKP). Melihat kondisi luka dialami Permata begitu parah, kepala desa setempat bersama warga membawa korban ke RS. Tentara di Losung Batu. Begitu kejadian, rupanya tersangka yang juga ayah tiri pelajar kelas enam SD (sekolah dasar), itu langsung menyerahkan diri ke kantor polisi terdekat.

Petugas Polsek Batang Angkola bersama anggota Polres Tapanuli Selatan langsung mendatangi TKP setelah mendapat laporan warga terkait peristiwa ini. Selain melakukan olah TKP, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti.

Saat itu SN membawa gadis belia itu ke areal kebun salak. Namun sang anak menolak, sehingga pelaku emosi dan membabi-buta menganiaya korban. Bahkan dari luka-luka di sekujur tubuh Permata, diduga ada upaya menghabisi korban. Si ayah yang sudah kerasukan setan, mulai melakukan pemukulan terhadap korban. Bahkan ia menghardik dan membacok korban beberapa kali pakai senjata tajam.

Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Irwa Zaini Lubis, S.Ik., MH., membenarkan kejadian ini. Saat ini polisi sedang memeriksa sejumlah saksi, termasuk memeriksa korban.

“Kami masih melakukan penyidikan untuk mengetahui motif pelaku menganiaya korban,” katanya.

Tempat terpisah Ketua Umum Lembaga Pemberantas Korupsi Muhammad Bahri Harahap, saya meminta kepada pihak kepolisian agar menindak pelaku sadis Pembacokan kepada anak tirinya sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Keluarga korban Sangat mengharapkan batuan dan uluran tangan dari semua pihak untuk meringankan beban mereka”Tutupnya. (Red).