Owner Wisata CIC : H.Kosasih Dermawan

JIB | Bandung Barat – Sarana Infrastruktur jalan, menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat diseluruh penjuru, karena akses jalan merupakan bagian dari pelintasan warga dalam beraktivitas. Sehingga saat jalan tersebut rusak berat, mengakibatkan hambatan aktivitas, serta kecelakaan yang sering terjadi.

Salah seorang pengusaha Pariwisata yang juga Purnawirawan TNI Haji Kosasih Dermawan, ikut membantu kebutuhan masyarakat dalam bidang Infrastruktur yang dianggarkan dari kocek kantongnya sendiri, hal ini akibat dari seringnya terjadi kecelakaan pada titik jalan yang rusak saat dilalui warga itu, sehingga inisiatif ini dilaksanakannya.

Haji Kosasih panggilan akrabnya pengusaha ini menuturkan kepada awak media, pihaknya hanya memberikan bantuan matrial kemudian dikerjakan secara swadaya oleh masyarakat dari tiga RW yang berada di dua Desa, diantaranya Desa Cihanjuang Rahayu, dan Desa Karyawangi Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

“Sejak 2006 (Atau 13 tahun yang lalu) Desa ini sama sekali tidak ada bantuan perbaikan jalan dari pihak manapun termasuk pemerintah. Bagi saya ini keterlaluan. Sudah ganti kepemimpinan di KBB, tetap saja kita semua seperti tidak ada yang mempedulikan. Lalu mau menunggu kapan lagi? Semakin banyak yang celaka di jalan ini” tanyanya sambil menikmati teh panasnya saat gerimis datang bersama warga sekitar. Jumat, (22/2/19).

Perbaikan jalan yang dilakukan secara swadaya ini dilakukan oleh puluhan warga yang juga ikut memperhatikan kebutuhan masyarakat dari 3 RW dari dua Desa. Diantaranya, RW 15 Yang masuk kepada Desa Cihanjuang Rahayu, dan RW 12 serta 13 Masuk Desa Karyawangi.

Perbaikan jalan hanya dilakukan pada titik bagian yang sangat berbahaya saja dengan panjang 150 meter, dan lebar 5 Meter. Perbaikan jalan ini memakan anggaran total keseluruhan sebesar Rp128 juta berupa pengecoran dan paping blok, yang dianggarkan secara cuma-cuma oleh Haji Kosasih untuk warga tiga RW yang melintas tersebut.

“Pentingnya akses kebutuhan akan masyarakat ini selain pribumi, juga kan orang luar daerah yang membutuhkan akses dari Perkebunan, Pertanian, Peternakan, dan juga Pariwisata serta sumber air yang terpusat pada dua desa ini sudah mengairi sebagian daerah di bandung raya sehingga kita semua perlu sekali perhatian dari mereka juga pemerintah daerah KBB” jelasnya.

Lebih lanjut. Kedua Desa ini yang membantu perairan pada sebagian kota dan kabupaten di Bandung Raya. Namun sama sekali tidak mendapatkan bantuan dari pihak yang mengambil air tersebut. Diantaranya PDAM kodya Bandung Tirta wening, PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung, Cimahi, dan juga termasuk BUMD Bandung Barat, yang juga mengakses air sumber dari ciwangun.

“Apabila mereka tidak peduli untuk bantuan terhadap masyarakat, maka jangan salahkan kalau mereka akan menutup akses pengairan tersebut. Setidaknya masa tidak ada kepedulian perbaikan jalan bagi masyarakat disini?” Tutupnya (Andre)