JIB | CIKARANG UTARA- Banyak isu dan berita yang beredar dengan adanya autopsi terhadap petugas KPPS yang meninggal dunia dalam Pemilu 2019, hal tersebut ditolak oleh sejumlah keluarga korban. Salah satunya muncul dari keluarga almarhum Budi Raharjo di Desa Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, jumat (17/05/2019).

Anak almarhum mengatakan tidak ingin makam ayahnya dibongkar untuk proses penyelidikan penyebab kematian. Karena keluarga menyatakan bahwa alhamarhum meninggal dunia secara wajar dan pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergiannya.

“Saya dan pihak keluarga mengikhlaskan kepergian ayah saya dengan lapang dada dan kami menolak jika di autopsi,” katanya.
Sebelum meninggal almarhum sempat menderita sakit, drop karena kecapean.

“Pada saat itu siang hari almarhum agak sesak nafas kemudian istirahat pada malam hari, paginya saya bawa kerumah sakit dan meninggal di rumah sakit,” Ungkapnya.

Almarhum Budi Raharjo meninggalkan 2 (dua) orang anak dan istrinya, pihak keluarga berharap dan berdoa semoga almarhum tenang dialam sana dan ditempatkan yang terbaik di sisi Allah SWT. (Dre)