Munawar Fuad Noeh Direktur Bekasi Industrial Society Association – Lecturer of President University.

JIB | Bekasi- Sejak Pemilu reformasi 1999, Memilih Kepala Daerah secara langsung pertama kali dalam Pilkada pertama, 2007, berlanjut 2012 hingga 2017, kenapa Kemajuan Bekasi masih sangat tertinggal, dengan tingkat daya saing dan capaian yang masih jauh dari harapan ? Tragisnya, malah berujung runtuhnya wibawa, nama baik dan harga diri Bekasi dg kasus Mega Korupsi yang menimpa pucuk
Pemerintahan.

Bekasi telah kehilangan banyak kekayaan alamnya, tanah, minyak, gas, lahan pertanian, perkebunan, terutama sumber daya manusia pribumi yang tersisih secara ekonomi, sosial dan politik, maupun kebudayaan dan tradisinya.

Kapan Bekasi akan melahirkan pemimpin yang terbaik dan berkemajuan, berdaya saing tinggi dan unggul ?

Moga ada momentum dan kesadaran baru bersama, lahirnya Pemimpin yang BERSIH, PROFESIONAL, Berwawasan dan pengalaman global dan nasional, mampu mengembalikan marwah, wibawa dan kehormatan daerah, mampu melakukan terobosan dan solusi cepat mengatasi pengangguran, kesenjangan sosial ekonomi, ketidakdilan kawasan, dan peningkatan kualitas SDM yang unggul, untuk menghadirkan kemashlahatan terbaik bagi setiap warga dan kemajuan daerahnya.

Sepanjang budaya korupsi dan transaksional di lingkungan elit pemimpin dan dilengkapi budaya korupsi berjamaah, apapun tujuan dan target pembangunan yang diharapkan pasti akan gagal.

Moga masih ada harapan dan kesempatan yang dimanfaatkan bagi perubahan terbaik di Bekasi.

Kunci perubahan terbaik di Bekasi dengan hadirnya Pemimin terbaik dan teladan, bukan karena uang, money politic atau transaksional. (*)