JB | Jakarta Barat- Polisi masih menelusuri penyebab tewasnya sembilan orang terkait karena kerusuhan pada tanggal 22-21 Mei. Sementara, ayah dari satu korban tewas, Adam Nooryan, Nurwarsito, menyebut anaknya tewas karena tembakan peluru tajam.

“Kalau masalah peluru memang nggak kelihatan peluru apa nggak, karena pertama yang jelas ada lubang di belakang punggung, tembus ke sini (menunjuk bagian dada). Cuma pelurunya ada nggak, nggak tahu saya. Kalau dokternya bilang itu peluru. Peluru tajam ditembak dari jarak dekat. Kata dokternya begitu,” kata Nurwarsito di kediamannya di Jalan Sawah Lio, Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, Rabu (31/5/2019).

Dia mengaku ikhlas dan menolak jika jenazah anaknya diautopsi. Nurwarsito menyerahkan soal pengusutan penyebab tewasnya Adam ke Kepolisian.

“Kita keluarga Adam sudah ikhlas, mungkin sudah takdirnya. Kalau soal usut serahkan ke kepolisian aja” katanya.

Disinggung adanya pihak yang menawarkan bantuan pengusutan, Nurwarsito menjelaskan keluarga tidak mau terlibat, ingin kembali hidup normal.

“Udah banyak orang-orang datang ke rumah, dari ngucapin belasungkawa, ngasih santunan sampai nawarin bantuan. Kita ucapin terima kasih tapi kami sudah ikhlas nggak mau pusing lagi. Pengen hidup normal lagi, kerja seperti biasa” tambahnya.

Sebelumnya, Adam Nooryan (19 tahun) warga Jl. Lio 2 Gang 3 RT 006 RW 001 Kelurahan Jembatan Lima Kecamatan Tambora Jakarta Barat merupakan salah satu korban meninggal dunia di RS Tarakan dalam kerusuhan tanggal 21-22 Mei 2019 akibat luka tembak. (Andre).