JIB | Kabupaten Subang- Assosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) beranggotakan Kepala Desa dan Perangkat Desa baik yang aktif maupun yang purna bakti, organisasi ini bersifat independen, berbentuk kesatuan dengan ruang lingkup nasional, berdaulat dan mandiri atas dasar kesamaan kegiatan, profesi dan fungsi di bidang pemerintahan, kemasyarakatan, pembangunan dan pemberdayaan masayarakat Desa.

Sesuai dengan fungsi dan tugas pokoknya, dalam melaksanakan misi juangnya APDESI menerpakan dua strategi pokok yang dinilai cukup efektif, yaitu strategi yang bersifat konsepsional dan oprasional/karya nyata.

Strategi konsepsional diterapkan dalam bentuk penyampaian pemikiran, saran dan gagasan APDESI kepada penentu kebjakan ditingkat pusat maupun ditingkat daerah dalam kaitannya dengan aturan (undang-undang dan peraturan lainnya) dan kebijakan untuk kemajuan pemerintahan dan masyarakat pedesaan.

Sedangkan strategi yang bersifat operasional, lebih mengarah kepada kepentingan nasib Kepala desa dan perangkat desa seperti kedudukan keuangan, advokasi, dan penghargaan, yang secara langsung menyentuh kepentingan Kepala desa dan perangkat desa.

Dengan demikian kali ini acara Apdesi kabupaten Bekasi bertempat di gedung serbaguna Dayang sumbi hotel sari ater kabupaten Subang pada hari minggu (07/07/2019), beragendakan Raker IV Apdesi kabupaten Bekasi, demi meningkatkan Sumber daya Manusia yang bermutu dalam kestabilan Desa.

Dalam sambutannya Ketua Apdesi Kabupaten Bekasi Agus Sopyan mengatakan Alhamdulillah acara Raker Apdesi berjalan lancar, Raker ke IV, Terima kasih kepada pengurus yang antusias sehingga sampai saat ini pengurus 100 lebih, dan terus kita tingkatkan dalam kekompakan Acara Raker IV dan abis rapat ini ada rapat musda pemilihan Ketua Apdesi dan pengurus baru di 2020 nanti, dan ini harus ada kekompakan.

“Saya berharap kepada rekan-rekan kepala desa yang baru jadi kepala desa yu kita kompak untuk memajukan Bekasi dengan sarana Apdesi, siapa lagi kalau bukan Apdesi” Ujarnya.

Terakhir saya berpesan manfaat dana ADD di manfaatkan karena sangat riskan sekali, kepada rekan-rekan kepala desa khususnya kepala Desa yang baru. Intinya kita harus kompak.

Tempat terpisah perwakilan Apdesi Jawa Barat. Komarudin Ambarawa mengatakan bersyukur rekan adanya wadah berhimpun di Apdesi kepala desa yang punya integritas, kapabilitas dan kwalitas harus terjadi dan prem mengambil pola strategis mengingat hari ini bicara sejarah bahwa Bekasi bukan warisan kolonial.

“Dan dengan adanya wadah Apdesi ini membutikan bahwa kwalitas sinergis kepada streakholder birokrasi dan tingkat gresrut di lingkup pemangku kepentingan.” Jelas, Komarudin dengan tegasnya.

Ambarawa berharap mengambil langkah strategis untuk memerdekakan kepala desa di kakinya sendiri. (Red)