JIB | Cikarang, Bekasi,- Karena penyakit yang dideritanya tak kunjung sembuh, seorang Kakek berumur 70 tahun rela mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri diruang tengah rumahnya dengan menggunakan seutas tali rafia yang diikat ke kayu atau usuk. Senin,(15/07/2019).

Setelah mendapat laporan dari pihak kelurahan Desa Karang Asih, Aiptu suwarno selaku Bhabinkamtibmas Desa karang asih langsung mendatangi TKP untuk meminta keterangan dari saksi-saksi yang ada ditempat kejadian dan menghubungi Polsek Cikarang.

Aiptu suwarno, Bhabinkamtibmas Desa karang asih, membenarkan adanya seorang kakek yang tewas mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri tersebut, hal itu disampaikannya saat diwawancarai oleh media online Jurnalindonesiabaru.com, di rumah korban.

Adapun identitas korban tersebut. Nama Aca Suarsa (70) kampung Cabang Garut, RT.01/09 Desa karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Dalam kejadian tersebut, Sani (62) selaku istri korban dan sekaligus sebagai saksi mata, menuturkan.

“Sekitar Pukul 09.00 WIB. Saat dirinya pulang dari pasar, melihat suaminya (korban) sedang di urut sama Ujang (anak korban), setelah korban selesai di urut, saudara Ujang pergi meninggalkan rumah”.

Sambungnya.”Sekitar pukul 11.00 WIB, Sani (istri korban) melihat suaminya dari jendela, sudah tergantung dengan seutas tali rafia yang terikat di kayu atau usuk diruangan tengah rumah”. Jelasnya

Ibu Sani kemudian menghubungi saudara Dasa selaku menantu korban dan melaporkan kejadian tersebut kekantor Desa Karang Asih.

Aiptu suwarno, menyampaikan. Hasil keterangan dari pihak keluarga bahwa korban menderita penyakit komplikasi (jantung, paru2, gula) sudah sekitar 5 Tahun, korban pernah dirawat di Rumah Sakit Bhakti Husada dan minta pulang, korban merasa tersiksa dari penyakit yang dideritanya dan sebelumnya pernah melakukan percobaan bunuh diri dengan menggunakan pasau, namun bisa diselamatkan. Terangnya

Atas kejadian tersebut. Pihak keluarga tidak akan menuntut kepada siapapun, pihak keluarga berkeberatan kalau korban untuk dilakukan outopsi atau pemeriksaan medis, pihak keluarga menerima bahwa musibah meninggalnya korban karena sudah takdir. (Andre)