JIB | Kab Indramayu,- Awal penemuan adanya struktur bangunan diduga candi budhis adalah dari seorang anggota Polsek Lelea bernama brigadir polisi Rusmanto. Menurut informasi, sejak tahun 2007 kerap didatangi oleh orang berpakaian bhiksu baik di rumah maupun ditempat kerjanya. Terkahir bertemu awal bulan oktober lalu yang meminta agar rumahnya itu (candi) untuk dipelihara.

Kisah pertemuan anggota Polsek Lele ini kemudian diceritakan kepada Komunitas Tapak Karuhun Nusantara yang saat itu tengah meninjau kompleks makam Islam kuna di Desa Terusan Kecamatan Sindang.

Untuk membuktikan hal tersebut, tim Tapak Karuhun nusantara bersama Brigadir Rusmanto mendatangi lokasi yg diduga bangunan candi tersebut pada malam hari.

Dari hasil penemuan di lokasi, tim menemukan batu bata berukuran 35 cm X 15 Cm, dan tebal 10 cm di gundukan tanah di blok Dingkel Ds Sambimaya Kec. Juntinyuat.

Temuan lainnya, berupa struktur bangunan diduga candi yang masih tertutup tanah.

Dari hasil temuan tersebut, dilaporkan kepada Tim Ahli Cagar Budaya kabupaten indramayu. Keesokan harinya, TACB Indramayu melakukan kunjungan ke lokasi yg diduga sebagai struktur bangunan candi tersebut.

Dari hasil pendataan awal dan survey permukaan, tim TACB Indramayu menemukan adanya struktur bangunan susunan batu bata merah yang rapih dan adanya batu bata merah berukuran besar yang berserakan di sekitar gundukan tanah.

Tim juga melalui survey permukaan sepanjang parit kebun semangka dan menemukan pecahan batu bata merah yang tersusun rapih.

Di sekitar raidus 100 meter dari lokasi, TACB Indramayu juga menemukan batu bata berukuran 20 Cm X 20 Cm yang kondisinya sudah tidak insitu lagi. Batu bata ini dimanfaatkan warga sekitar blok Dingkel untuk jalan, dan keperluan lainnya.

Terkait dengan temuan tersebut, TACB Indramayu langsung melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk melaporkan kepada institusi yang berwenang menangani seperti Balai Arkeologi Bandung dan Balai Pelestarian Cagar Budaya di Serang Banten.

TACB Indramayu juga melakukan koordinasi dengan Kapolres Indramayu terkait dengan pengamanan temuan tersebut. Agar tidak diganggu dan dirusak oleh orang yang tidak berkepentingan, maka dilakukan pemasangan garus polisi oleh pihak Polsek Juntinyuat.

Ketua TACB Indramayu Dedy Musashi berkeyakinan bila temuan tersebut merupakan struktur bangunan candi Budha. Keyakinan ini semakin benderang setelah TACB Indramayu memperoleh konfirmasi dari pakar candi Indonesia sekaligus arkeologi klasik senior Prof Dr Agus Aris Munadar yang menyebutkan dari bentuk bata yang ada di sambimaya ini memiliki kesamaan dengan batu bata masa Majapahit yang ada di daerah Trowulan Kabupaten Mojokerto Jawa Timur. (Dre)