JIB | Kabupaten Indramayu,- Selain sempit, jalan tersebut dipenuhi dengan bebatuan krikil di sepanjang jalan, samping kiri kanan jalan ditutupi semak belukar yang keadaannya semakin lebat saja. Sementara, selain batu krikil, sebagian titik jalan itu juga dipenuhi dengan kubangan-kubangan kecil yang apabila hujan jalan tersebut licin.

Demikian harapan, masyarakat Blok Keserut Desa Bangkaloa Ilir yang mendambakan perbaikan jalan untuk menunjang usaha tani mereka. Pasalnya, jalan yang menuju ke Desa Bangkaloa Ilir, Kecamatan Widasari, yakni tempat persawahan masyarakat Blok Keserut kondisinya saat ini sangat parah.

Selain meminta pengerasan jalan di areal persawahan masyarakat Desa Bangkaloa Ilir khususnya Blok Keserut, karena jalan yang berukuran 1,5 meter dengan panjang 3 Kilometer yang terdiri dari tanah, sehingga sangat menyulitkan para petani mengangkut hasil tani mereka.

“Kalau hujan tiba, jalan itu sulit dilalui, jangan kan dengan kendaraan roda dua, jalan kaki saja sulit, “ tutur Dono,30 Tahun, Rabu (28/1) warga setempat, yang mengaku bila hujan jalannya licin, terpaksa sebagian warga memilih jalan setapak persawahan masyarakat, yang medannya sangat menyulitkan dan anak anak sekolah putar jalan ke kecamatan bangodua.

Areal, persawahan masyarakat Bangkaloa Ilir yang terletak di Blok Keserut, diperkirakan sekira 40 hektar, dan kelancaran usaha tani sawah itu tampaknya tergantung pada transportasi terutama pada infrastruktur jalan.

Untuk itu, warga setempat meminta pemerintah terutama pada instansi terkait, agar secepat mungkin membangun jalan di areal persawahan masyarakat Bangkaloa Ilir, walaupun tidak harus peningkatan jalan misalnya seperti di Aspal, paling tidak harapan Instansi terkait dapat melakukan pengerasan jalan saja, guna menghindari terhambatnya roda ekonomi agro di pemukiman itu.

(Andri)

Sum :Bang Iyos