JIB | Kabupaten Bekasi,- Dari 23 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bekasi masing-masing Kecamatan punya program untuk meningkatkan pelayanan yang prima dan dinamis, tetapi bukan hanya itu saja, tetapi potensi yang ada di wilayah pebayuran harus segera di tingkatkan sejak dini, agar bisa di nikmati oleh masyarakat pebayuran.

Tetapi karena Kecamatan Pebayuran yang lebih dominan adalah lahan pertanian, itu harus kita tingkatkan dan kembangkan demi menjaga ketahanan pangan yang ada di wilayah pebyuran umumnya Kabupaten Bekasi tersebut, dan gapoktan yang ada wilayah Kecamatan Pebayuran ada 25 kelompok Gapoktan ini harus kita bimbing dan kita arahan agar bisa meningkatkan lahan pertanian.

Semua sudah di atur dalam Peraturan Pemerintah No 17/2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi sebagai pelaksana UU No 18/2012 tentang Pangan. yang diteken dan diundangkan 19 Maret 2015 ini mengatur cadangan pangan pemerintah dan cadangan pangan pemerintah daerah, penganekaragaman pangan dan perbaikan gizi masyarakat, kesiapsiagaan krisis pangan dan penanggulangannya, distribusi pangan serta perdagangan dan bantuan pangan, pengawasan, sistem informasi pangan gizi dan peran serta masyarakat.

Dan di tambah dalam UU No 41 th 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan adalah sistem dan proses dalam merencanakan dan menetapkan, mengembangkan, memanfaatkan dan membina, mengendalikan, dan mengawasi lahan pertanian pangan dan kawasannya secara berkelanjutan.

Camat Pebayuran cecep supriyadi kepada media esaasakitanews mengatakan bahwa Kecamatan Pebayuran sebagai salah satu lumbung pangan di Kabupaten Bekasi dengan dominasi peruntukan wilayah 80% adalah persawahan teknis sehingga potensi ini harus tetap terjaga dengan optimalisasi pengairan/irigasi dan pompa air untuk mencegah gagal panen pada beberapa desa serta penetapan regulasi yang menegaskan bahwa pebayuran adalah lahan pertanian yang harus di lestarikan dan di kembangkan untuk ketahanan pangan yang ada di Kabupaten Bekasi

“Bahwa Kecamatan Pebayuran berbatasan langsung dengan kali citarum, di mana selain bermanfaat bagi pertanian juga seringkali menjadi ancaman terkait tanggul terutama saat banjir dan luapan air, saat ini saja sudah ada 8 lokasi yang di kategorikan kritis. terdapat 8 Desa yang berbatasan langsung dengan kali citarum sehingga sangat di butuhkan integrasi perencanaan dan kolaborasi OPD2 teknis di tingkat Pusat, Provinsi dan daerah bagi penanganan tanggul yang di kategorikan kritis berupa normalisasi dan rehabilitasi tanggul untuk mengantifasi terjadinya banjir” jelasnya.
Lanjutnya, Cecep mengungkapkan bahwa Kecamatan Pebayuran berbatasan langsung dengan Kabupaten Karawang (Kec. rengasdengklok), dari perputaran perekonomian, jarak Kecamatan Pebayuran menuju ibukota Kabupaten Bekasi menjadi lebih jauh di banding ke Kabupaten Karawang. hal ini mengandung pengertian roda ekonomi lebih banyak bersikulasi di Kabupaten Karawang di banding Bekasi, sehingga di butuhkan upaya lebih bagi konsentasi peningkatan perekonomian di wilayah melalui pembangunan pasar tradisional yang representative.

“Dengan demikian bahwa Kecamatan Pebayuran adalah akses yang sangat strategis menghubungkan beberapa Kecamatan di wilayah Kabupaten Bekasi dan terdekat dengan jembatan merdeka yang membatasi wilayah, idealnya di butuhkan lokasi-lokasi /spot-spot yang di anggap baik sebagai destinasi rekreasi masyarakat dan atau masyarakat yang singgah/transit dan secara langsung berdampak pada roda ekonomi yang berbasis kerakyatan melalu pembangunan taman-taman tematik baik di sepanjang kali citarum atau di tanah negara (lahan bekas TKD Kertasari)” bebernya, Camat Pebayuran Cecep Supriyadi kepada esaasakitanews, di ruangan, Rabu (09/09/2020).
Hal tersebut membuat camat pebayuran ingin meningkatkan wilayahnya dari segi aspek yang bermanfaat dan Peran aktif pemerintah di wilayah tidak akan berhasil dan hanya menjadi sebatas keinginan tanpa intervensi dari opd teknis yang secara nyata membidangi sarana prasarana, dukungan teknis dan anggaran serta good will untuk mensejajarkan wilayah Kecamatan pebayuran sebagai kecamatan terdepan baik dalam hal infrastruktur dan SDM menjadi kunci utama optimalisasi peluang yang ada di wilayah dengan kalkulasi semua potensi wilayah yang ada saat ini.
Semua ini harus ada peran penting dari semua stakeholder untuk meningkat perekonomian, pertanian, sosial dan budaya khususnya destinasi pariwisata dan hal tersebut harus di barengi dengan infrastruktur yang memadai wilayah kecamatan Pebayuran agar sejajar dengan wilayah kecamatan lain. (RED)