Jurnal Indonesia Baru | Indramayu – Para Santri dan Warga yang bertempat tinggal di sekitar Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Darul Falah, Raudlatul Muta’allimim Blok Kepolo, Desa Singaraja, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, mengikuti kegiatan vaksinasi massal yang diselenggrakan oleh Polda Jabar bekerjasama dengan Raudlatul Muta’allimin. Adapun jumlah sasaran atau target masyarakat yang akan dilakukan Vaksinasi sekitar 2000 Orang dengan jenis Vaksin Sinovac dan Astrazaneca.

Kegiatan tersebut dalam rangka mempercepat program vaksinasi PRESISI kepada masyarakat dan dapat memberikan percontohan kepada masyarakat lain yang belum melaksanakan Vaksinasi serta mencegah penyebaran Virus Covid 19, Hal ini disampaikan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Drs Ahmad Dofiri, M.Si.

Kegiatan Vaksinasi Massal ini juga turut dihadiri selain Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Drs Ahmad Dofiri, M.si, juga dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Indramayu, Para PJU Polda Jabar, Dr. H. Adib, M.Ag. (Kakanwil Kemenag), KH. Hasan Nuri Hidayatulloh (Ketua PWNU Jawa Barat), KH. Syairozi Bilal (Pimpinan Ponpes Raudlatul Muta’allimin).

Hal itu disampaikan Kapolda Jabar, Irjen Pol Ahmad Dofiri, saat menyaksikan vaksinasi massal di ponpes tersebut.

‘’Kalau kyai dan santrinya divaksin, maka yang lainnya juga akan mengikuti. Seperti yang terlihat di sini, banyak warga yang juga ikut vaksinasi,’’ kata Dofiri.

Kapolda mengungkapkan, penyebaran Covid-19 di Jabar saat ini dalam kondisi landai. Salah satunya ditandai dengan tingkat bed occupancy rate (BOR) yang cukup rendah.

‘’Untuk itu, inilah saatnya kita memberikan serangan balik pada virus Corona melalui vaksinasi. Ini penting untuk mencapai herd imunity,’’ tegas Irjen Pol Dofiri.

Irjen Pol Dofiri juga menyatakan, selain vaksinasi, upaya lain untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 adalah melalui penerapan protokol kesehatan, dengan menerapkan 5M memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan mencegah kerumunan.

Kapolda juga mengatakan bahwa stok vaksin saat ini memang agak sedikit mengalami kekurangan. Namun, pemerintah pusat sudah menjanjikan stok vaksin akan banyak dan mencukupi jumlahnya.

Kapolda juga menagaskan bahwa “Vaksinasi sangat penting disuntikan ke masyarakat, Jawa Barat sekitar 50 juta penduduk terbesar di Indonesia hampir 20 persen, untuk mencapai kekebalan kelompok 70 persen, berarti harus ada 37 juta yang harus divaksin, sedangakan sekarang 12 juta yang sudah divaksin sehingga masih jauh dari target. Untuk mencapai 25 juta pada akhir tahun, maka dalam sehari harus 400.000 masyarakat yang harus divaksin.” Tegasnya.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Tahfidzul Qur’an Darul Falah, KH Syairoji Bilal, menyebutkan, jumlah santri dan warga yang divaksin hari ini mencapai 2.200 orang. Dia pun berterima kasih pada kapolda dan jajarannya yang mendukung kegiatan vaksinasi di ponpes yang dipimpinnya tersebut.

‘’Kami pun mendukung kegiatan vaksinasi di Jawa Barat,’’ tandas Syairoji.