
JIB |. CIMAHI,- Pemerintah Kota Cimahi menerima kunjungan delegasi Pemerintah Vietnam dalam rangka program South–South Learning Exchange yang difasilitasi UNICEF Indonesia bekerja sama dengan Bappenas dan Kementerian Pekerjaan Umum. Kunjungan ini bertujuan mempelajari praktik baik Indonesia dalam penyediaan layanan air minum, sanitasi, dan higiene (WASH), khususnya penerapan Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS) di kawasan perkotaan padat.
Rangkaian kegiatan berlangsung pada 12–15 Januari 2026. Salah satu agenda utama adalah kunjungan lapangan ke lokasi program SANIMAS di RW 14, Kelurahan Baros, Kota Cimahi, Selasa (13/1). Delegasi Vietnam dipimpin oleh Deputy Director General of the Department of Hydraulic Works Management and Construction, Ministry of Agriculture and Environment Vietnam, Mr. Luong Van Anh.
Kota Cimahi dipilih sebagai lokasi pembelajaran karena dinilai berhasil mengembangkan sistem sanitasi yang inklusif dan berkelanjutan di tengah keterbatasan wilayah serta tingginya kepadatan penduduk. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan, pembangunan, hingga pengelolaan dan pemeliharaan sarana sanitasi.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa sanitasi merupakan elemen strategis dalam pembangunan perkotaan. Menurutnya, sanitasi tidak hanya berkaitan dengan penyediaan infrastruktur dasar, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan, serta ketahanan kota dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
“Sanitasi adalah investasi jangka panjang bagi kota. Pendekatan berbasis masyarakat menjadi kunci agar layanan ini dapat berkelanjutan, terutama di wilayah dengan keterbatasan lahan,” ujar Ngatiyana.
Pemerintah Kota Cimahi berharap kunjungan ini dapat memperkuat kerja sama internasional serta mendorong pertukaran pengetahuan antarnegara dalam upaya mewujudkan pengelolaan sanitasi yang berkelanjutan dan inklusif.(RAHMAT)


