Tuesday, April 28, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeSosialDUKA MENDALAM LAKA KERETA API, PLT. BUPATI BEKASI BELASUNGKAWA KE RUMAH KORBAN...

DUKA MENDALAM LAKA KERETA API, PLT. BUPATI BEKASI BELASUNGKAWA KE RUMAH KORBAN DI CIKARANG TIMUR

JIB |™CIKARANG TIMUR — Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mendatangi rumah duka korban kecelakaan antara KRL Commuter Line 5568 Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek 4 di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).


Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja bertakziah ke kediaman keluarga Nurlaela di Kampung Ceger, Desa Tanjungbaru, Cikarang Timur, kemudian juga melanjutkan takziah ke keluarga korban lainnya, termasuk Adelia Rifani di Wanasari, Cibitung. Kunjungan dilakukan sebagai bentuk empati pemerintah daerah terhadap keluarga korban.


“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bekasi, kami turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar

Asep saat melayat ke rumah duka almarhumah Nurlaela (30) di Kampung Ceger, Desa Tanjungbaru.


Dalam keterangannya, Asep memastikan jumlah korban meninggal dunia sementara sebanyak tiga orang. Sementara itu, data korban luka masih dalam proses penelusuran karena belum sepenuhnya teridentifikasi.


“Yang meninggal dunia sudah kita pastikan ada tiga orang. Untuk korban luka masih kami telusuri karena datanya masih simpang siur,” katanya.


Ia mengungkapkan, salah satu korban meninggal diketahui merupakan aparatur sipil negara (ASN) di Jakarta Timur yang sehari-hari menggunakan kereta sebagai moda transportasi.


Pemerintah Kabupaten Bekasi, lanjut Asep, berkomitmen menanggung kebutuhan penanganan medis seluruh korban luka, termasuk biaya operasi dan tindakan lanjutan.


“Kami siap menjaminkan seluruh kebutuhan penanganan medis korban,” tegasnya.


Saat ini, Pemkab Bekasi tengah melakukan pendataan di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi untuk memastikan jumlah warga yang menjadi korban, baik yang dirawat inap maupun di Instalasi Gawat Darurat (IGD).


Data sementara mencatat total 35 korban, terdiri dari tiga orang meninggal dunia, dua orang telah dipulangkan, 13 orang menjalani perawatan inap, 15 orang berada di IGD, serta dua orang dirujuk ke rumah sakit lain.


Proses pendataan disebut mengalami kendala karena sejumlah korban mengalami trauma berat dan tidak membawa identitas.


“Beberapa korban masih dalam kondisi shock, bahkan ada yang tidak membawa identitas, sehingga belum bisa diajak komunikasi secara maksimal,” jelasnya.


Asep menambahkan, insiden ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, khususnya terkait aspek keselamatan di perlintasan kereta api. Pemkab Bekasi berencana melakukan pemetaan terhadap titik-titik rawan kecelakaan sebagai langkah antisipasi.


“Kami akan petakan jalur rawan untuk mencegah kejadian serupa terulang,” PLT. Bupati Bekasi mengakhiri wawancara dengan insan Media (Sam)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular