Tuesday, May 12, 2026
Home Blog Page 30

Pemkot Cimahi Cetak Tenaga Kerja Siap Pakai, Tekan Pengangguran Lewat Pelatihan Menjahit‎

0


CIMAHI – JIB | Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) resmi menutup program Pelatihan Menjahit Busana Industri yang telah berlangsung selama 10 hari. Penutupan digelar pada Kamis (17/07/2025) di LPK Dress Making, Jalan Sangkuriang No. 78, Cimahi, dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana.

‎Sebanyak 83 peserta berhasil menyelesaikan pelatihan dan langsung mendapatkan penempatan kerja di tiga perusahaan garmen ternama, yakni PT Sansan Saudaratex, PT Primasjaya Garmen, dan PT Mitra Fashion Garminda.

‎Kepala Disnaker Kota Cimahi, Asep Jayadi, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi besar Pemkot Cimahi dalam mencetak 10.000 tenaga kerja siap pakai melalui pelatihan berbasis kompetensi yang selaras dengan kebutuhan industri, khususnya di sektor garmen dan tekstil.

‎“Kami fokus pada pelatihan yang langsung menjawab kebutuhan pasar kerja. Ini wujud nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku industri dalam menyiapkan SDM yang terampil dan siap diserap,” ungkap Asep.

‎Lebih dari sekadar pelatihan, program ini bertujuan untuk: Mempercepat penempatan tenaga kerja lokal, Menekan angka pengangguran terbuka, Meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui pekerjaan yang berkelanjutan dan Mendorong lulusan untuk terjun ke dunia kerja secara profesional.


‎Sementara itu, Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan komitmen Pemkot Cimahi dalam mengatasi angka pengangguran yang masih berada di kisaran 9% atau sekitar 27.000 orang dari total jumlah penduduk.

‎“Kami akan terus menggulirkan pelatihan-pelatihan seperti ini. Targetnya, minimal 2.000 tenaga kerja baru tercipta setiap tahunnya, yang langsung siap kerja dan terserap di sektor industri,” ujar Ngatiyana.



‎Ia juga mengimbau perusahaan yang beroperasi di Cimahi agar mengutamakan tenaga kerja lokal sebagai bagian dari upaya bersama menurunkan angka pengangguran.

‎“Kami minta pelaku industri di Kota Cimahi memprioritaskan warga Cimahi sebelum merekrut dari luar daerah. Ini adalah bentuk tanggung jawab sosial yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.



‎Penutupan pelatihan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi langkah konkret dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan dan generasi muda, untuk lebih mandiri secara ekonomi dengan bekal keterampilan menjahit yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

‎(Penulis Berita : Rahmat)


‎‎

MP Batujaya: Penertiban Bangunan Liar dan Normalisasi Saluran Apur di Batujaya Berjalan Kondusif

0

JIB | Karawang – Upaya Pemerintah Kabupaten Karawang dalam menata kawasan dan mengantisipasi banjir kembali dilakukan dengan melaksanakan penertiban bangunan liar serta normalisasi saluran apur di bahu jalan wilayah Batujaya, Kabupaten Karawang.

Kegiatan ini dilakukan secara terpadu bersama unsur Muspida Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat, Muspika Kecamatan Batujaya, PJT II Rengasdengklok, TNI, Polri, Satpol PP, serta pemerintah desa setempat.

Proses normalisasi dan penertiban yang berlangsung dalam suasana aman dan kondusif ini mendapat dukungan langsung dari masyarakat, H. Mamat Rahmat, SE, MP Batujaya, yang secara aktif turun ke lapangan untuk mengawasi dan memberikan arahan kepada petugas maupun masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi lintas sektor untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan mencegah terjadinya genangan air di permukiman warga. Setelah dilakukan normalisasi, air hujan yang sebelumnya sering meluap ke halaman rumah warga kini bisa dialirkan dengan lebih lancar,” ujar H. Mamat Rahmat saat ditemui di lokasi, Kamis (17/7/25).

Ia menambahkan bahwa selain untuk penataan kawasan, normalisasi ini juga merupakan langkah antisipatif dalam menghadapi musim penghujan mendatang, agar tidak terjadi genangan yang berdampak pada kesehatan dan aktivitas warga.

“Dengan kolaborasi semua pihak, alhamdulillah pelaksanaan berjalan lancar tanpa hambatan. Harapan kami, masyarakat juga ikut menjaga saluran ini agar tetap bersih dan berfungsi maksimal,” pungkasnya.

Langkah ini merupakan bagian dari program rutin pemerintah daerah dalam menjaga fungsi infrastruktur drainase serta meningkatkan kualitas lingkungan hidup masyarakat. (Sul/Ey)

Diduga Curang, Proyek Drainase di Telukjaya Disorot Warga: “Ini Uang Rakyat, Bukan Uang Pribadi”

0


JIB | Karawang – Peningkatan saluran drainase yang berlokasi di Dusun Baru II RT/RW 013/04 Desa Telukjaya, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, menuai sorotan tajam dari warga setempat. Proyek yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Karawang tahun 2025 dengan nilai anggaran sebesar Rp. 144.370.000 dan dikerjakan oleh CV. Fidigo Raya tersebut, diduga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang seharusnya.

Berdasarkan informasi di lapangan, pekerjaan saluran drainase dengan volume panjang 126 meter dan menggunakan U-Ditch berukuran 40 x 40 cm ini dinilai asal jadi. Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya terhadap kualitas pekerjaan yang dilakukan oleh pihak pelaksana.

“Pemasangan U-Ditch dilakukan sambil digenangi air, tanpa alas dasar atau mortar. Selain itu, hasil pemasangannya juga tidak simetris. Ini jelas-jelas mencuri spesifikasi. Tujuannya tak lain demi meraup keuntungan lebih besar,” ungkap warga tersebut, Kamus (17/7/25).

Warga menilai, lemahnya pengawasan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Karawang menjadi celah terjadinya pelanggaran dalam pelaksanaan proyek.

“Kami mendesak agar Bupati Karawang mengevaluasi kinerja pihak pelaksana maupun pengawas teknis. Ini uang rakyat, bukan uang pribadi. Kami ingin pembangunan yang berkualitas, bukan proyek asal jadi,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak DPUPR Karawang maupun pelaksana proyek terkait dugaan penyimpangan tersebut.

Warga berharap adanya audit menyeluruh atas proyek tersebut agar ke depan tidak ada lagi praktik yang merugikan masyarakat dan keuangan daerah. (Red)

Diduga Gunakan Tembok Lama, Proyek Gedung Balai Penyuluhan KB Batujaya Disorot

0



JIB | Karawang – Pembangunan gedung Kantor Balai Penyuluhan Keluarga Berencana (KB) di lingkungan Kantor Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, menuai sorotan tajam. Pasalnya, proyek yang dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2025 dengan nilai lebih dari Rp 200 juta tersebut, diduga sebagian konstruksinya menggunakan tembok bangunan lama.

Temuan ini mencuat setelah adanya laporan masyarakat yang menilai bahwa proyek tersebut tidak sepenuhnya transparan, baik dari segi fisik pembangunan maupun informasi di papan proyek. Bangunan baru diduga tidak berdiri terpisah, melainkan memanfaatkan sebagian struktur lama.

Asep Saipulloh, Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Masyarakat Indonesia (DPP GMI), menanggapi temuan tersebut dengan tegas. Ia menduga kuat adanya potensi penyimpangan dalam pelaksanaan proyek tersebut.

“Kami menilai ada indikasi pengurangan volume pekerjaan. Proyek ini harusnya membangun gedung baru, tapi di lapangan justru ada bagian bangunan yang menyatu dengan tembok lama. Ini jelas menyalahi ketentuan, apalagi papan proyek pun tidak mencantumkan ukuran bangunan secara rinci, seperti panjang dan lebar,” ungkap Asep kepada wartawan, Selasa (15/07/25).

Ia juga menyayangkan lemahnya pengawasan dari pihak terkait. “Pemerintah seharusnya memastikan bahwa setiap anggaran yang bersumber dari DAK dimanfaatkan sesuai aturan. Kalau pengawasan lemah, rawan terjadi penyelewengan,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun dari dinas teknis terkait di Kabupaten Karawang. Masyarakat berharap ada audit menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek tersebut agar dana publik tidak disalahgunakan. (Red)

Proyek Drainase di Karangjaya Diduga Tak Sesuai Spek, DPP GMI Sorot Kinerja Dinas PUPR Karawang

0

JIB | Karawang, – Proyek rehabilitasi saluran drainase dengan pemasangan U-Ditch di Dusun Karangjaya RT 02/02, Desa Karangjaya, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, menuai sorotan tajam. Proyek yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karawang tahun 2025 tersebut diduga tidak sesuai spesifikasi teknis dalam pelaksanaannya.

Proyek yang dikerjakan oleh CV. Karya Uston Rizandy dengan nilai kontrak sebesar Rp189.321.000 dan volume pekerjaan sepanjang 166,80 meter dengan ukuran U-Ditch 40×40 cm ini diduga mengalami banyak kejanggalan di lapangan. Dugaan tersebut mencuat akibat lemahnya pengawasan dari pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang.

Dari pantauan awak media, tampak bahwa pemasangan U-Ditch dilakukan secara kurang maksimal, tanpa memperhatikan kualitas pondasi maupun kerapihan pekerjaan. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan terkait komitmen pelaksana dan pengawas proyek terhadap mutu infrastruktur yang seharusnya tahan lama dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dengan adanya tersebut, Asep Saipulloh Sekertaris Umum Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Masyarakat Indonesia (DPP GMI) turut angkat bicara terkait kondisi tersebut.

“Kalau pekerjaan proyek drainase ini terus dibiarkan tanpa pengawasan yang maksimal, maka akan merugikan keuangan daerah dan masyarakat. Kami menduga adanya pembiaran dari oknum pengawas. Ini harus segera dievaluasi,” tegas Asep Saipulloh.

Dirinya juga meminta pihak inspektorat dan aparat penegak hukum untuk segera turun tangan melakukan audit teknis dan investigasi terhadap proyek tersebut.

“Kami minta Inspektorat maupun APH agar tidak tinggal diam. Proyek ini dibiayai dari uang rakyat, jadi harus sesuai spesifikasi, bukan asal pasang U-Ditch,” lanjutnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Dinas PUPR Karawang maupun kontraktor pelaksana terkait temuan di lapangan. (Red)

Dispantan Cimahi Gencarkan Edukasi Menu B2SA untuk Wujudkan Masyarakat Sehat dan Cegah Stunting

0

JIB | CIMAHI,- Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konsumsi makanan sehat, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispantan) Kota Cimahi kembali menggelar Sosialisasi Menu B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) pada Rabu (2/7/2025), bertempat di Aula Gedung B Pemkot Cimahi.

Kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang rutin diselenggarakan sebagai bentuk edukasi langsung kepada masyarakat agar lebih bijak dalam memilih asupan makanan yang tidak hanya lezat, tetapi juga bergizi, terjangkau, dan aman dikonsumsi.

Kepala Dispantan Kota Cimahi, Tita Mariam, mengatakan bahwa B2SA bukan sekadar slogan, melainkan pedoman pola konsumsi yang mampu meningkatkan derajat kesehatan keluarga.

“Makanan sehat tidak harus mahal. Kita bisa memanfaatkan bahan pangan lokal dan menanam sendiri di pekarangan rumah. Dengan begitu, kita bisa hidup sehat dan hemat sekaligus,” jelas Tita.

Dalam pelaksanaannya, Dispantan menggandeng berbagai pihak terkait, seperti Dinas Kesehatan, DP3AP2KB, serta TP PKK dari berbagai tingkatan – mulai dari kota, kecamatan, hingga kelurahan. Tahun ini, program sosialisasi diperluas ke 20 sekolah dasar dan menengah, sebagai langkah konkret dalam membentuk pola hidup sehat sejak dini.

Sosialisasi ini juga mengangkat isu penting lainnya, yakni gerakan “Stop Boros Makanan”, dengan mengajak masyarakat untuk mengonsumsi makanan sesuai kebutuhan agar tidak banyak makanan yang terbuang sia-sia.

Lebih dari sekadar kampanye gizi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah Kota Cimahi dalam menekan angka stunting, yang masih menjadi tantangan serius di wilayah tersebut.

“Harapan kami, masyarakat Cimahi tumbuh menjadi masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera. Anak-anak yang kini duduk di bangku sekolah adalah calon generasi emas tahun 2045, dan mereka perlu dibekali sejak dini dengan pemahaman tentang gizi dan hidup sehat,” pungkas Tita.

(Penulis Berita: RAHMAT)

DPP GMI Duga Pembangunan Turap di Tanjungpakis Tidak Sesuai Spesifikasi

0


JIB | KARAWANG – Pembangunan turap yang telah selesai dilaksanakan di Dusun Pakis II RT 01/07, Desa Tanjungpakis, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, menuai sorotan dari Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Masyarakat Indonesia (DPP GMI). Sekretaris Umum DPP GMI, Asep Saipulloh, menduga bahwa pekerjaan yang dilakukan oleh CV. ISTIQOMAH tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi yang tercantum pada papan proyek.

Proyek pembangunan turap ini dibiayai melalui APBD Kabupaten Karawang tahun 2025 dengan anggaran sebesar Rp. 188.887.000. Berdasarkan informasi di papan proyek, panjang turap tercatat 288 meter dengan ketinggian 1,20 meter. Namun, menurut hasil investigasi tim DPP GMI, tinggi bangunan turap diduga tidak mencapai angka tersebut.

“Kami menduga kuat ada pengurangan kuantitas, khususnya pada ketinggian turap. Temuan di lapangan menunjukkan bahwa pelaksanaan tidak sesuai spesifikasi yang tercantum di papan informasi proyek,” ujar Asep Saipulloh, Sekretaris Umum DPP GMI, kepada media, Senin (30/6/2025).

Asep juga menyoroti lemahnya pengawasan dari pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Karawang yang seharusnya melakukan pengawasan ketat terhadap proyek tersebut.

“Fungsi pengawasan dari DPUPR sangat lemah. Kami menduga pengawas tidak bekerja maksimal atau bahkan tutup mata atas potensi penyimpangan ini. Padahal ini proyek yang dananya bersumber dari uang rakyat,” tegasnya.

DPP GMI menegaskan bahwa pihaknya akan segera menyusun laporan resmi dan mendesak agar instansi terkait melakukan audit serta uji petik di lapangan guna memastikan kebenaran dugaan tersebut.

Mereka juga menyatakan siap mengawal kasus ini hingga tuntas demi mencegah kerugian negara dan menjaga kualitas pembangunan di daerah. (Sul/Red)

Iin Farihin  Siap Kawal Aspirasi Masyarakat,  Sinergi Dengan Seluruh Elemen dan Pemkab Bekasi

0

JIB | KABUPATEN BEKASI,-  Dewan Pimpinan Cabang Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Bekasi resmi menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) VI pada Minggu, 29 Juni 2025, bertempat di Aula Resto Warna Warni. Acara ini dibuka langsung oleh Ketua DPW PBB Provinsi Jawa Barat, R. Taufik Hidayat, B.E., S.IP., SH., yang juga memberikan arahan strategis kepada seluruh jajaran pengurus dan kader.

Mengusung tema “Satu Tujuan Melangkah Bersama”, Muscab VI menjadi momentum penting untuk memperkuat struktur internal partai dan merumuskan strategi jangka menengah dalam menghadapi kontestasi politik 2025–2030.

Dalam sambutannya, R. Taufik Hidayat menekankan pentingnya Muscab sebagai forum refleksi dan konsolidasi. Ia menolak anggapan bahwa Muscab hanyalah agenda formal tahunan. Muscab Jadi Wadah Konsolidasi Strategis

“Saya percaya partai politik punya peran vital dalam mendukung pembangunan pusat dan daerah. Lewat Muscab VI ini, kita harapkan lahir kepemimpinan baru yang kuat, visioner, dan mampu bersinergi dengan pemerintah demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bekasi,” ujar Taufik.

Senada diungkapkan Ketua DPC PBB Kabupaten Bekasi, Iin Farihin, SE., HH., menyebut Muscab VI sebagai langkah nyata untuk membangun gerakan politik yang progresif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini. DPC PBB Siap Kawal Aspirasi Masyarakat

“Kami siap bersinergi dengan seluruh elemen, termasuk pemerintah daerah, demi memperjuangkan aspirasi rakyat. Ini adalah awal dari semangat baru untuk membangun politik yang membumi,” tegas Iin.

Wakil Ketua DPC PBB Kabupaten Bekasi, H. Apud Saepudin, turut memberikan apresiasi atas antusiasme para kader dari tingkat DPC hingga PAC (Pengurus Anak Cabang). Ia menegaskan pentingnya sinergi dan kekompakan internal partai untuk menghadapi tantangan politik yang semakin kompleks. Dukungan Kuat dari Kader dan Tokoh Masyarakat

“Muscab VI ini harus menjadi awal dari semangat baru, strategi baru, dan solidaritas yang makin kuat antar kader,” katanya.

Selain jajaran internal partai, acara juga dihadiri tokoh masyarakat, perwakilan partai lain, serta kader dari tingkat ranting. Ketua Panitia Muscab VI, Jajat, menyebut kehadiran lengkap seluruh elemen struktural partai menunjukkan kesiapan PBB Bekasi dalam menghadapi dinamika politik ke depan.

“Ini membuktikan semangat konsolidasi dan kesiapan struktural PBB Kabupaten Bekasi menghadapi tantangan politik ke depan,” ujar Jajat.

Muscab VI menjadi refleksi dari semangat politik lokal yang sehat, sekaligus jembatan antara kekuatan partai dan visi pembangunan pemerintah daerah. Acara ini sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam menciptakan pemerintahan yang bersih, efektif, dan membangun Tata Kelola Pemerintahan yang Demokratis. (Sam)

Piala Kadestra Bang Bule Sesean Enam Ajang Silaturahmi Antar Warga Ciantra.

0

JIB | Cikarang Selatan –Acara Pembukaan turnamen Sepak Bola merebutkan piala bergilir Kardestra Bang Bule sesen enam di laksanakan di lapangan Wibawa Ciantra Sabtu 28/06/25,  yang di hadiri Kepala Desa Ciantra kecamatan Cikarang Selatan, Karang taruna, BPD, Babinsa, Bimaspol dan masyarakat sekitarnya.

Pembukaan Turnamen di tandai dengan tendangan bola oleh Kepala Desa Ciantra Bapak Bule, setelah itu kepala Desa Ciantra  memberikan keteranganya kepada awak media Bapak  mengatakan.  Turnamen Sepak Bola Kadestra Bang Bule selain untuk memperingati Hari Hut RI. merupakan ajang silaturrahmi antara Warga Ciantra baik warga perkampungan dan perumahan.

“Alhamdulillah di ikuti 16 Rw untuk pertama pertandinga pembuka untuk hari ini pertandingan antara Rw 016 dan Rw 013,saya berharap dengan adanya pertandingan sepak bola ini bisa menyaring bibit bibit pemain dari Desa Ciantra ,” terang kepala Desa.

Di tempat yang sama Karang Taruna Desa Ciantra Guru Rohman mengatakan Alhamdulillah tiap Tahun Desa Ciantra bisa melaksanakan Turnamen Sepak Bola Piala Kadestra Bang Bule Cabang Olahraga Sepak Bola, Sehingga warga bisa menyalurkan bakatnya di ajang sepak bola.

“Baik itu warga perumahan dan warga perkampungan dan tiap Tahun Desa Ciantra bisa terus menyelenggarakan kompotisi dan selalu kondusif karena warganya menjujung seportifitas olah raga demi menciptakan bibi-bibit pemain baru” andasnya .(Dede)

KARANG TARUNA DESA SUKADAMI SUKSESKAN ACARA PAWAI TA’ ARUF

0

JIB | Cikarang Selatan – Ratusan peserta mengikuti pawai ta’ruf menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah di Lapangan perum Wahana Sukadami Cikarang selatan Kabupaten Bekasi 27 Jumat (27/6/2025). Pawai berlangsung semarak dengan iringan Api obor kentongan, iringan dari berbagai komunitas dan mejelis tak lim . kendaraan hias yang ditampilkan sepanjang jalan yang mengambil titik kumpul di lapangan perum Wahana desa Sukadami kecamatan Cikarang selatan

Karang Taruna Desa Sukadami Suhardi mengatakan, tahun baru Islam hendaklah dimaknai sebagai momentum bagi umat Islam untuk melakukan perubahan dan perbaikan. “Mari bersama-sama membulatkan niat dan tekad untuk menjadikan tahun depan harus lebih baik dari pada tahun ini. Harus berubah, berbenah diri dan melakukan perbaikan bahwa tahun depan harus lebih baik dari tahun ini,” ucapnya.

Ketua panitia
Rudi Sugandi mengungkapkan mari kita Mengubah mulai dari hal yang paling kecil, mulai dari diri sendiri, merubah pikiran kita, mengubah hati, mengubah perkataan dan mengubah tindakan,” ujarnya.

Dalam acara arak arakan pawai ta’aruf Arif juga di adakan lomba penilaian dari juri yang bagus akan mendapatkan hadiah piagam dan berserta suvenir Dari Karang Taruna Desa Sukadami Juara 1. 2 dan 3
Menurut Ketua Karang taruna Suhardi untuk menbah semangat para peserta ta aruf

Agar menebarkan kebaikan, karena berkata adalah komando terhadap perubahan dan takdir. “Dengan lisan bisa membangun bisa juga menghancurkan. Oleh karena itu mari tekadkan di tahun baru ini mari kita berkomitmen berkata yang baik-baik atau diam sama sekali,” tuturnya.

Dalam acara ta aruf 1447 h juga di hadiri oleh pemdes Desa Sukadami HM H Kunang. Berserta Kapolsek Kecamatan Cikarang Selatan Akp Erwin Setiawan dan Bimaspol Desa sukadami BPK Surono dan para tokoh Agama (dede)

Stay connected

20,120FansLike
2,493FollowersFollow
14,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -