Friday, February 13, 2026
Home Blog Page 7

Ribuan Warga Cimahi Ikuti Gebyar Pemeriksaan Mata dan Pembagian Kacamata Gratis

0



JIB | CIMAHI,- Pemerintah Kota Cimahi berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat dan Kota Cimahi, Lions Club, serta Rumah Sakit Mata Cicendo menggelar Gebyar Pemeriksaan Mata dan Pembagian Kacamata Gratis, Senin (15/12/2025), di Aula Gedung B Pemkot Cimahi. Kegiatan bakti sosial ini menyasar pelajar, kader PKK, dan masyarakat umum sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan mata sekaligus kualitas sumber daya manusia.

Program tersebut merupakan bagian dari aksi sosial “Gifts of Sight” yang diinisiasi Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Lions Club dan RS Mata Cicendo. Melalui program ini, sebanyak 28.000 kacamata gratis disalurkan kepada anak usia sekolah, guru, dan kader PKK di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat, dengan alokasi sekitar 1.000 kacamata untuk setiap daerah.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa pembangunan daerah tidak semata bertumpu pada infrastruktur fisik, melainkan juga pada peningkatan kualitas manusia.

“Pembangunan jalan dan fasilitas tidak akan bermakna tanpa pembangunan manusianya. Pondasi utama pembangunan ada di keluarga, dan peran ibu sangat besar dalam membentuk karakter generasi penerus,” ujar Adhitia.

Ia juga menyoroti kondisi Kota Cimahi sebagai wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi yang rentan terhadap persoalan sosial jika tidak diimbangi ketahanan keluarga yang kuat. Selain itu, perubahan gaya hidup dan lingkungan dinilai turut memicu meningkatnya gangguan kesehatan mata, terutama pada anak-anak.

“Paparan sinar ultraviolet, degradasi lingkungan, dan penggunaan gawai sejak dini berdampak pada kesehatan mata. Jika gangguan penglihatan tidak ditangani, proses belajar anak dapat terganggu dan berpengaruh pada prestasi serta kepercayaan diri,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kota Cimahi, dr. Indah Gilang Indira, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti sekitar 1.110 peserta. Rinciannya, siswa SD sederajat sebanyak 400 orang, SMP sederajat 400 orang, SMA sederajat 160 orang, serta kader PKK dan masyarakat umum sekitar 150 orang.

Pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis di Kota Cimahi dilaksanakan selama lima hari, mulai 15 hingga 19 Desember 2025, di sejumlah lokasi, yakni RS Cibabat, RS Dustira, Optik Raya, serta Aula Gedung B Pemkot Cimahi. Kegiatan ini didukung pembiayaan dari APBD, sponsor, dan Bank BJB.

Kepala DP3AP2KB Kota Cimahi, Fitriani Manan, menambahkan bahwa pemeriksaan dilakukan secara bertahap di beberapa fasilitas kesehatan untuk menjangkau lebih banyak warga. Tercatat 258 peserta mengikuti pemeriksaan di RS Cibabat, 99 peserta di RS Dustira, dan 443 peserta di Optik Raya.

Menurut Fitriani, kegiatan diawali dengan proses skrining karena banyak masyarakat belum menyadari adanya gangguan penglihatan. Faktor usia, kebiasaan membaca dengan pencahayaan kurang, jarak baca terlalu dekat, hingga penggunaan gawai berlebihan menjadi penyebab utama gangguan mata.

“Bagi warga tidak mampu di Kota Cimahi, layanan kesehatan tetap terjamin melalui skema universal health coverage. Jika belum terlayani di kegiatan ini, dapat dilanjutkan melalui BPJS,” jelasnya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Cimahi, Midjiati Ningsih, menegaskan bahwa kesehatan mata berperan penting dalam menunjang tumbuh kembang anak dan kualitas hidup masyarakat. Berdasarkan data pemeriksaan kesehatan anak usia sekolah tahun 2025, gangguan penglihatan masih cukup tinggi di berbagai jenjang pendidikan.

“Gangguan penglihatan ditemukan pada 13,90 persen siswa SD, 23,45 persen siswa MI, 27,59 persen siswa SMP sederajat, dan 33,96 persen siswa SMA sederajat. Kondisi ini membutuhkan pemeriksaan lanjutan agar dapat ditangani secara tepat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Pemkot Cimahi berharap masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah, memperoleh layanan pemeriksaan mata yang cepat dan akurat. Program tersebut menjadi langkah konkret dalam mendukung kualitas kesehatan mata sebagai penopang aktivitas belajar dan produktivitas masyarakat sehari-hari.(Rahmat)

Melalui Raker 2025, PWI Cimahi Mantapkan Program Kerja dan Soliditas Organisasi

0



JIB | BANDUNG BARAT,-  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cimahi menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2025 di Sancang Parahyangan, Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (17/12/2025). Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat profesionalisme dan etika pers.

Raker dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWI Jawa Barat, jajaran pengurus, serta anggota PWI Kota Cimahi. Sejumlah agenda strategis dibahas, mulai dari evaluasi program hingga perumusan rencana kerja tahun mendatang.

Ketua PWI Kota Cimahi, Ganda Tampubolon, menyebut Raker merupakan kewajiban organisasi yang dilaksanakan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PWI serta arahan PWI Pusat dan PWI Jawa Barat.

“Forum ini penting untuk memastikan peningkatan kualitas wartawan sekaligus memperkuat peran PWI dalam mendukung pembangunan di Cimahi,” ujar Ganda.

Ia menjelaskan, Raker juga menjadi ajang evaluasi kinerja kepengurusan selama setahun terakhir serta pemantapan program kerja PWI Cimahi untuk tahun 2026, termasuk upaya peningkatan kompetensi, perlindungan, dan kesejahteraan anggota.

Sementara itu, Plt Ketua PWI Jawa Barat, Ahmad Sukri, menekankan agar PWI Cimahi mampu berkontribusi lebih luas bagi daerah. Menurutnya, insan pers dituntut tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memberi nilai tambah bagi masyarakat.

“PWI harus menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat. Program yang disusun sebaiknya sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah,” katanya.

Ahmad Sukri berharap Raker 2025 dapat memperkuat soliditas organisasi serta menjaga profesionalisme wartawan dengan tetap berpegang pada kode etik jurnalistik dalam menjalankan fungsi kontrol sosial dan edukasi publik.( *Rahmat* )

Wawalkot Cimahi: KIM Jadi Mesin Pemkot Sebarkan Informasi hingga Tangkal Hoaks

0



JIB | Cimahi,- Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudistira, menekankan pentingnya penyebaran informasi yang akurat kepada masyarakat. Menurutnya, Komunikasi Informasi Masyarakat (KIM) menjadi garda terdepan Pemerintah Kota Cimahi dalam mendistribusikan informasi publik.

“KIM ini adalah mesin kami, Pemerintah Kota Cimahi, untuk memastikan informasi sampai ke seluruh lapisan masyarakat,” kata Adhitia, Selasa (16/12/2025).

Adhitia menyebut, dengan wilayah Kota Cimahi yang tidak terlalu luas dan kondisi permukiman yang padat, seharusnya penyebaran informasi bisa dilakukan secara efektif. Namun, tantangan saat ini datang dari maraknya hoaks di era digital.

“Bagaimana caranya kita menangkal hoaks, ini sudah menjadi antisipasi kita semua,” ujarnya.

Ia menilai, masih banyak program Pemkot Cimahi yang berdampak positif bagi masyarakat, tetapi belum diketahui secara luas. Karena itu, peran pemerintah dan KIM dinilai sangat penting untuk memastikan informasi tersebut tersampaikan dengan baik.

“Banyak program yang bagus, tapi masyarakat belum semuanya tahu. Ini fungsi kita bersama untuk menyampaikan,” kata Adhitia.

Ke depan, Pemkot Cimahi akan terus mengintensifkan penyebaran informasi terkait layanan dasar kepada masyarakat, seperti layanan darurat PSC 119 dan nomor tunggal panggilan darurat 112.

“Harapannya, masyarakat semakin merasa aman dan nyaman, sekaligus kualitas hidup warga Kota Cimahi bisa terus meningkat,” pungkasnya.(RAHMAT)

Teman UMKM Naik Kelas Diperkuat, Wali Kota Cimahi: Pelaku Usaha Harus Adaptif di Era Digital

0


JIB | CIMAHI,- Program Teman UMKM Naik Kelas kembali diperkuat sebagai upaya mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu berkembang dan berdaya saing. Program ini menekankan perubahan pola pikir UMKM, dari sekadar mengandalkan keuntungan harian menuju bisnis yang berkelanjutan di tengah persaingan digital.

Penguatan program tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara XLSMART, Sisternet, Teman UMKM Indonesia, dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Kolaborasi lintas sektor ini dinilai penting untuk menghadirkan ekosistem pendukung yang sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM, mulai dari literasi digital hingga pengembangan kapasitas usaha.

Melalui Teman UMKM Naik Kelas, pelaku usaha dibekali pemahaman pemanfaatan teknologi, strategi pemasaran modern, serta pengelolaan bisnis yang lebih profesional. Dengan demikian, UMKM diharapkan tidak hanya fokus pada penjualan jangka pendek, tetapi mampu membangun usaha yang tangguh dan berkelanjutan.

Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan komitmen Pemerintah Kota Cimahi dalam memperkuat sektor UMKM sebagai fondasi perekonomian daerah. Hal itu disampaikan saat penutupan Program Wirausaha Baru dan UMKM Naik Kelas Kota Cimahi Tahun 2025.

“Dunia usaha sangat dinamis dan persaingan semakin ketat. Pelaku usaha harus terus berinovasi dan mandiri agar bisa bertahan, terutama di era digital yang serba cepat,” kata Ngatiyana.

Ia mengapresiasi sinergi berbagai pihak, mulai dari perangkat daerah, camat dan lurah se-Kota Cimahi, pelaku UMKM, mitra usaha, hingga perwakilan SMK dan perguruan tinggi. Menurutnya, kekompakan lintas sektor menjadi modal penting dalam membangun ekonomi kerakyatan.

Ngatiyana menambahkan, pembinaan UMKM merupakan kebutuhan mutlak mengingat perannya yang sangat besar dalam perekonomian nasional. UMKM menyumbang lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja.

“Ketangguhan UMKM juga sudah teruji, mulai dari krisis moneter 1998 hingga pandemi COVID-19. Karena itu, UMKM harus terus didorong agar naik kelas dan semakin berdaya saing,” ujarnya.( *Rahmat* )

Pemkot Cimahi Tertibkan Bangunan di Atas Sungai Cilember, Awali Penataan Kawasan Sungai

0


JIB | CIMAH,-   Pemerintah Kota Cimahi mulai menertibkan bangunan yang berdiri di atas badan Sungai Cilember sebagai bagian dari upaya pengembalian fungsi sungai dan penataan kawasan perkotaan. Penertiban dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP Damkar) Kota Cimahi, Selasa (16/12/2025), berlokasi di Jalan Cibaligo RT 08 RW 08, Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah.

Kegiatan tersebut sekaligus menandai dimulainya penataan kawasan Sungai Cilember melalui prosesi ground breaking simbolis. Selain di Cigugur Tengah, penertiban bangunan liar juga direncanakan berlangsung di Kelurahan Padasuka dan Kelurahan Setiamanah.

Langkah pembongkaran dilakukan sebagai upaya preventif untuk mengembalikan fungsi sungai yang selama ini terganggu akibat keberadaan bangunan liar. Sejumlah bangunan permanen diketahui berdiri tepat di atas alur sungai dan saluran drainase, sehingga mempersempit aliran air dan meningkatkan potensi genangan hingga banjir di wilayah sekitarnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Cimahi, Hendra Gunawan, menegaskan bahwa penertiban tersebut bukan semata tindakan represif, melainkan bagian dari penataan ruang kota dan perlindungan keselamatan masyarakat. Menurutnya, sungai memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekologi perkotaan.

“Ketika aliran sungai menyempit dan drainase terganggu, risiko banjir tidak bisa dihindari. Ini menyangkut keselamatan publik, sehingga penataan harus dilakukan,” ujar Hendra.

Ia menjelaskan, proses pembongkaran telah melalui tahapan panjang, mulai dari pendataan, sosialisasi, hingga pendekatan persuasif kepada pemilik bangunan. Bahkan, sejumlah bangunan telah dikosongkan secara sukarela sebelum dilakukan pembongkaran.

“Ini bukan tindakan mendadak. Warga sudah diberikan pemahaman dan solusi. Bagi warga terdampak, pemerintah menyiapkan relokasi ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa) dan sementara ini tidak dipungut biaya,” tegasnya.

Pembongkaran dilakukan secara bertahap dengan estimasi waktu sekitar tujuh hari. Dari total 10 titik bangunan yang menjadi sasaran penertiban, empat di antaranya telah memiliki dasar hukum berupa surat keputusan (SK). Penertiban lanjutan akan dilakukan setelah seluruh proses administrasi terpenuhi.

Hendra menambahkan, sebagian bangunan yang ditertibkan memiliki struktur permanen dan berat, sehingga proses pembongkarannya melibatkan konsultan teknis. Langkah tersebut dilakukan demi keamanan serta ketepatan teknis di lapangan dan tidak sepenuhnya ditangani oleh Satpol PP.

Penertiban ini juga merupakan bagian dari penegakan Peraturan Daerah (Perda) Kota Cimahi yang melibatkan aparat kepolisian dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Menurut Hendra, bangunan di atas sungai kerap menjadi titik penumpukan sampah saat debit air meningkat, yang berujung pada genangan dan banjir.

“Karena itu, penegakan perda harus tetap dilakukan. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak lagi mendirikan bangunan di atas saluran air maupun badan sungai,” katanya.

Ia berharap, penertiban ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar lebih patuh terhadap aturan tata ruang. Pemerintah, lanjutnya, mengedepankan pendekatan humanis, namun tetap tegas terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan lingkungan dan keselamatan warga.

Ke depan, kawasan Sungai Cilember direncanakan menjadi ruang yang lebih tertata, aman, dan berfungsi optimal sebagai bagian dari wajah Kota Cimahi yang tertib, aman, dan berkelanjutan.( *Rahmat* )

Pemkot Cimahi Ajak Dunia Usaha Ikut Perkuat Penanganan Bencana

0



JIB |  Cimahi, — Pemerintah Kota Cimahi menggandeng dunia usaha untuk memperkuat kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Peningkatan Partisipasi Masyarakat dan Dunia Usaha dalam Penanganan Bencana yang digelar di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Cimahi, Rabu (17/12/2025).

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudistira, mengatakan keterlibatan dunia usaha sangat penting, terutama dalam proses pemulihan pascabencana. Menurutnya, sektor usaha menjadi salah satu pihak yang terdampak cukup besar ketika bencana terjadi.

“Dunia usaha punya peran strategis dalam proses recovery bencana karena aktivitas mereka juga terdampak. Karena itu, perlu ada sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha,” kata Adhitia.

Adhitia mengakui keterbatasan anggaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadi tantangan dalam penanganan bencana. Untuk itu, Pemkot Cimahi membuka ruang kolaborasi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari dunia usaha.

“Kami berharap para pengusaha bisa menyisihkan sebagian CSR-nya untuk mendukung mitigasi dan penanggulangan bencana di Cimahi,” ujarnya.

Ke depan, Pemkot Cimahi akan melakukan pemetaan dan membangun sinergi dengan pelaku usaha guna meningkatkan kesadaran serta partisipasi dalam menghadapi potensi bencana. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas penanggulangan bencana sekaligus menekan dampak yang dirasakan masyarakat.

“Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah dan dunia usaha, kesiapsiagaan bencana di Kota Cimahi bisa lebih optimal,” pungkas Adhitia.( *RAHMAT* )

Rakor TP PKK Kota Cimahi 2025 Perkuat Sinergi Program Pemberdayaan Keluarga

0


JIB | CIMAH,- Pemerintah Kota Cimahi bersama Tim Penggerak (TP) PKK Kota Cimahi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) TP PKK Tingkat Kota Cimahi Tahun 2025 di Cimahi Techno Park, Rabu (17/12/2025). Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Cimahi Ngatiyana, Sekretaris Daerah Maria Fitriana, Ketua TP PKK Kota Cimahi Midjiati Ningsih, Kepala DP3AP2KB Fitriani Manan, perwakilan BNN Kota Cimahi, unsur perangkat daerah, serta pengurus TP PKK kecamatan dan kelurahan se-Kota Cimahi.

Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan bahwa TP PKK merupakan salah satu dari enam lembaga kemasyarakatan yang memiliki peran strategis sebagai fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali, dan penggerak program pembangunan, mulai dari tingkat kota hingga kelurahan.

Menurutnya, PKK tidak hanya menjadi mitra pemerintah, tetapi juga motor penggerak perubahan sosial melalui implementasi 10 Program Pokok PKK yang menyentuh langsung sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi keluarga, dan pelestarian lingkungan.

“PKK bekerja langsung di tingkat keluarga dan masyarakat, sehingga menjadi kekuatan utama dalam mendorong perubahan sosial,” ujar Ngatiyana.

Ia juga mengaitkan peran strategis PKK dengan visi pembangunan daerah “Cimahi Mantap” serta visi jangka panjang “Cimahi Campernik 2025–2045” sebagai kota yang maju, unggul, dan berkelanjutan. Kontribusi PKK dinilai nyata dalam upaya penurunan stunting, penguatan ketahanan keluarga, peningkatan kualitas pendidikan anak, serta pemberdayaan ekonomi perempuan melalui kolaborasi lintas sektor.

Ngatiyana menilai Rakor TP PKK penting sebagai forum evaluasi dan konsolidasi program agar pelaksanaannya berjalan efektif, tepat sasaran, dan selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah. Pemerintah Kota Cimahi, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan kebijakan dan anggaran selama program PKK berpihak pada kepentingan masyarakat.

Ia juga mengapresiasi kerja keras seluruh pengurus dan kader PKK di tingkat kota, kecamatan, dan kelurahan yang telah menjalankan 10 Program Pokok PKK, termasuk sejumlah program yang masih dalam tahap penilaian di tingkat Provinsi Jawa Barat seperti Gelari Pelangi, Anugerah Gapura Sri Baduga, dan P2WKSS.

Sementara itu, Ketua Panitia Rakor, Euis Irawati, menjelaskan bahwa pelaksanaan Rakor mengacu pada hasil Rapat Kerja Nasional X PKK serta Program Kerja TP PKK Kota Cimahi Tahun 2025. Rakor ini bertujuan mengevaluasi capaian kinerja sekaligus menyinergikan program PKK di seluruh jenjang dengan perangkat daerah terkait.

Rakor yang mengusung tema “Memantapkan Program dan Kegiatan TP PKK dengan Perangkat Daerah untuk Mewujudkan Keluarga Sejahtera” diisi dengan pemaparan materi, diskusi kelompok, serta perumusan rekomendasi dan rencana kerja tahun berikutnya.

Kegiatan ditutup oleh Kepala DP3AP2KB Kota Cimahi, Fitriani Manan, yang mengapresiasi dedikasi para kader PKK. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan agar 10 Program Pokok PKK dapat berjalan optimal dan berkelanjutan, karena pembangunan sejatinya dimulai dari keluarga.
( *Rahmat* )

Sekcam Rengasdengklok Hadiri Penilaian STBM, Sekdes Kertasari Tegaskan Komitmen Sanitasi Desa

0



JIB | Karawang — Sekretaris Camat Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Diah Mira Desi Avianti, menghadiri kegiatan penilaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang dilaksanakan di Desa Kertasari, Kecamatan Rengasdengklok, pada Senin (15/12/2025). Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Desa Kertasari beserta jajaran pemerintah desa dan unsur masyarakat.

Penilaian tersebut merupakan bagian dari verifikasi lapangan oleh tim penilai dari Provinsi Jawa Barat, Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, serta perwakilan dari Kabupaten Bekasi, guna memastikan implementasi STBM berjalan sesuai indikator yang ditetapkan.

STBM merupakan pendekatan perubahan perilaku masyarakat menuju hidup bersih dan sehat secara mandiri melalui penerapan lima (5) pilar, yakni Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), pengelolaan air minum dan makanan yang aman, pengelolaan sampah rumah tangga yang benar, serta pengelolaan limbah cair rumah tangga (SPAL).

Sekretaris Camat Rengasdengklok, Diah Mira Desi Avianti, menyampaikan bahwa peran aktif pemerintah desa menjadi kunci keberhasilan penerapan STBM di lapangan.

“STBM bukan hanya program administratif, tetapi gerakan perubahan perilaku. Dukungan pemerintah desa, termasuk Sekretaris Desa dan perangkatnya, sangat menentukan keberlanjutan lima pilar STBM,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Kertasari menegaskan komitmen pemerintah desa dalam mendukung penuh program STBM melalui edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk terus mengawal penerapan STBM di Desa Kertasari. Edukasi kepada warga akan kami perkuat agar pola hidup bersih dan sehat benar-benar menjadi budaya masyarakat,” tegasnya.

Dengan adanya penilaian dan verifikasi lapangan ini, Pemerintah Desa Kertasari berharap dapat meraih hasil optimal sekaligus menjadi percontohan penerapan sanitasi berbasis masyarakat di wilayah Kecamatan Rengasdengklok. (Red)

Pemkot Cimahi Luncurkan POLADKAMI, Portal Akses Tunggal Aplikasi ASN Berbasis SSO dan OTP

0



CIMAHI|JIB,- Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Cimahi resmi meluncurkan POLADKAMI (Portal Layanan Administrasi Pemerintahan Kota Cimahi) pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) KORPRI ke-54, yang digelar di Lapangan Apel Pemkot Cimahi, Senin (1/12).

POLADKAMI merupakan portal terintegrasi yang dirancang untuk memudahkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Cimahi dalam mengakses seluruh aplikasi pemerintahan daerah secara mudah, aman, dan terpusat melalui satu akun dengan sistem Single Sign On (SSO) yang diperkuat One Time Password (OTP) sebagai lapisan keamanan tambahan.

Peluncuran POLADKAMI dilatarbelakangi oleh meningkatnya ancaman keamanan siber terhadap sistem digital pemerintahan, khususnya aplikasi yang masih mengandalkan satu lapisan autentikasi berupa username dan password. Penerapan SSO dan OTP dinilai menjadi solusi strategis dalam memperkuat keamanan akses aplikasi sekaligus meningkatkan efisiensi kerja ASN. Model keamanan serupa sebelumnya telah diterapkan secara nasional, salah satunya pada Portal ASN Digital milik Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Pada tahap awal implementasi tahun 2025, sebanyak 16 aplikasi dari total 52 layanan yang tersedia telah berhasil diintegrasikan dengan Akun POLADKAMI berbasis SSO. Keenam belas aplikasi tersebut meliputi e-Reporting, e-Pasar, Simrenda, Piramida, Uptodate, On-Guard, Sidasi Tampan, KGB, Silapak Abadi, Aku Pinter, Simakci, Sioncom, Siledok, Simponi, Lapakami, dan Silatik.

Ke depan, seluruh aplikasi layanan pemerintahan Kota Cimahi akan diintegrasikan secara bertahap ke dalam POLADKAMI, sehingga ASN cukup menggunakan satu akun untuk mengakses seluruh sistem yang dibutuhkan. Pemkot Cimahi juga mengimbau seluruh perangkat daerah yang belum mengintegrasikan aplikasinya agar segera melakukan penyesuaian, serta meminta ASN untuk segera mengaktifkan akun POLADKAMI melalui tautan aktivasi yang dikirimkan ke email resmi ASN sesuai data pada aplikasi Aku Pinter.

Usai peluncuran, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Pakta Integritas sebagai bentuk komitmen para pejabat dalam mendukung implementasi layanan digital terpadu tersebut. Pada kesempatan yang sama, Pemkot Cimahi memberikan penghargaan kepada enam perangkat daerah yang telah berhasil mengintegrasikan 16 aplikasi ke dalam POLADKAMI, yakni Sekretariat Daerah Kota Cimahi, Bappelitbangda, BPKAD, BKPSDM, Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian, serta Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Cimahi.

Melalui peluncuran POLADKAMI, Pemerintah Kota Cimahi menegaskan komitmennya dalam membangun tata kelola pemerintahan yang transparan, efisien, dan adaptif terhadap transformasi digital, sebagai bagian dari upaya mewujudkan pelayanan publik yang modern dan berkelanjutan.

Sementara itu, peringatan HUT KORPRI ke-54 tahun ini mengusung tema nasional “Bersatu, Berdaulat, Bersama KORPRI dalam Mewujudkan Indonesia Maju”, yang mencerminkan tekad ASN untuk menjaga persatuan, memperkuat integritas, meningkatkan kompetensi, serta mempercepat transformasi digital dalam pelayanan publik.

Dalam amanatnya, Adhitia menegaskan bahwa KORPRI harus menjadi kekuatan moral dan profesional birokrasi.
“KORPRI harus menjadi pilar birokrasi yang berintegritas dan profesional untuk mewujudkan Indonesia yang maju, adil, berdaya saing, dan berkeadilan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya inovasi dalam birokrasi guna meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus memperkuat peran ASN sebagai pelayan masyarakat dan perekat persatuan bangsa.
(Rahmat)

Festival Sangkuriang 2025 Jadi Panggung Persatuan, 23 Etnis Nusantara Bersatu di Alun-Alun Cimahi

0

CIMAHI|JIB,-Pemerintah Kota Cimahi bersama Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Cimahi kembali menegaskan komitmennya dalam merawat kebhinekaan melalui Festival Sangkuriang Tahun 2025 yang digelar meriah di Alun-Alun Kota Cimahi, Sabtu (13/12/2025). Festival ini menjadi ruang perjumpaan lintas etnis sekaligus wahana pelestarian seni dan budaya Nusantara yang tumbuh dinamis di Kota Cimahi.

Sebanyak 23 etnis yang tergabung dalam FPK Kota Cimahi ambil bagian dalam festival tahunan tersebut. Kegiatan diawali dengan parade budaya yang bergerak dari kawasan Cimahi Mall menuju Alun-Alun Cimahi, menampilkan ragam busana adat, kesenian tradisional, tarian daerah, hingga musik etnik dari berbagai penjuru Indonesia. Antusiasme warga tampak tinggi, menandakan kuatnya dukungan masyarakat terhadap kegiatan budaya yang menjunjung tinggi nilai persatuan dan toleransi.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, yang secara langsung membuka acara, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Festival Sangkuriang sebagai simbol hidupnya semangat kebhinekaan di tengah masyarakat. Ia menilai keberagaman latar belakang sosial, budaya, dan etnis di Cimahi merupakan potensi strategis yang harus dijaga melalui pendekatan kebudayaan.

“Festival Sangkuriang bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi media pemersatu. Perbedaan justru harus menjadi kekuatan untuk membangun Cimahi yang aman, rukun, dan harmonis,” ujar Ngatiyana.

Ngatiyana juga menjelaskan, pemilihan nama Sangkuriang mengandung filosofi kerja yang cepat, kolaboratif, dan efektif. Semangat tersebut tercermin dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan festival yang melibatkan berbagai pihak secara terkoordinasi. Ia menambahkan, meski kegiatan ini didukung oleh APBD, sebagian besar pendanaan berasal dari swadaya Forum Pembauran Kebangsaan dengan dukungan mitra terkait.

Sementara itu, Ketua FPK Kota Cimahi, Totong Solehudin, menegaskan bahwa FPK merupakan wadah resmi pembauran etnis yang dibentuk berdasarkan amanat peraturan perundang-undangan. Saat ini, FPK Kota Cimahi menaungi 23 etnis yang aktif berperan dalam menjaga harmoni sosial.

“Festival Sangkuriang kami desain sebagai ruang temu lintas etnis, ruang dialog, sekaligus panggung ekspresi budaya. Harapannya, festival ini dapat menjadi agenda tahunan dan berkembang sebagai kalender event budaya berkelanjutan di Kota Cimahi,” ungkap Totong.

Tak hanya menampilkan seni dan budaya, Festival Sangkuriang 2025 juga melibatkan komunitas, akademisi, pelaku usaha, serta media. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu meningkatkan partisipasi publik, memperkuat kebahagiaan sosial, serta memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi lokal.

Melalui Festival Sangkuriang 2025, Pemerintah Kota Cimahi kembali menegaskan komitmennya dalam pemajuan kebudayaan, penguatan nilai toleransi, serta pembangunan sosial yang inklusif. Festival ini diharapkan menjadi momentum mempererat silaturahmi, menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya bangsa, dan menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Cimahi.(Rahmat)

Stay connected

20,120FansLike
2,493FollowersFollow
14,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -