JIB | INDRAMAYU- Dalam sepekan ini masyarakat Indramayu menyaksikan pasang surutnya debit air sungai cimanuk, puncaknya hari ini 08 April 2019, pada akhirnya aliran air dari sungai memasuki pemukiman warga , banjir tersebut merendam Desa Plumbon dan Kenanga Indramayu sementara di wilayah lain banjir juga tak terelakan Di wilayah Kwaledan Cantigi.

Masyarakat Desa Plumbon Indramayu di sibukan sejak pagi hari gotong royong membuat tambak untuk menghalau meluapnya volume air yang tidak mungkin bisa tertampung oleh Bantaran sungai (Tanggul).

Salah satunya warga setempat bernama Selamet (30), menjelaskan bahwasanya kejadian masuknya Air ke pemukiman di mulai sejak jam 07.00 WIB, pagi ini, selamet beserta masyarakat yang lain mencoba berusaha membuat tambak dari karung hasilnya tetap saja tidak maksimal.

“Kejadian masuknya air sejak tadi pagi, kami disini mencoba menambak (nimba-Red), dengan kemampuan seadanya, dalam artian supaya air ini bisa di halau, meskipun pada akhirnya kurang maksimal,” tandas selamet.

Dari pantauan awak media,
naiknya posisi debit air bisa di saksikan dari bendungan karet Rambatan Kulon yang mengalami lonjakan yang sangat signifikan.

Dari hasil kroscek awak media bahwa air masuk kepemukiman warga di wilayah Desa kenanga Kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu posisi air sudah mencapai di atas lutut orang dewasa.

Desa Kenanga adalah sangat besar terdampak luapan sungai,di karenakan posisi luapan sampai menggenangi jalan Jatibarang-Indramayu. (Andre)

Sum : Lensa Indramayu