JIB| BANDUNG – Peringatan Delapan Tahun Pasific Alliance, sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa memperkenalkan potensi-potensi Jabar kepada duta besar negara-negara Pasifik.

Acara tersebut di selenggarakan di Gedung School of Business and Management (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB), Jalan Ganeca, Kota Bandung, Jumat (26/4/19).

Sebelumnya, usai memberikan pengenalan tentang Jabar, Iwa dihampiri beberapa duta besar untuk berdialog terkait pendidikan tinggi di Jawa Barat. Beberapa universitas yang hadir seperti Unikom, Unpad, dan Telkom University turut mempromosikan kampusnya.

Alhasil, beberapa negara bagian Pasifik seperti Chile, Peru dan Kolombia mengapresiasi pada dunia pendidikan tinggi yang ada di Jawa Barat.

“Alhamdulillah disini ada juga beberapa perwakilan universitas (yang hadir), baik itu negeri maupun swasta, dan langsung dialog dengan yang bersangkutan (duta besar Chile dan Peru),” kata Iwa ditemui usai acara.

“Dari situ akan ada satu hubungan dari masyarakat dengan masyarakat dunia pendidikan, dan akan berkembang lebih lanjut untuk ke hal-hal yang lebih spesifik,” tambahnya.

Duta Besar Chile Gustavo Ayares mengaku sangat kagum dan tertarik dengan kelengkapan pilihan studi di Jawa Barat. Menurutnya, pendidikan tinggi sangat menentukan kualitas sumber daya manusia suatu negara.

“Even though a country doesn’t have a natural resources, a strong country always needs a reliable human resources, and that’s only can be achieved with high education. Like here in West Java, it’s very comprehensive. (Walaupun sebuah negara tidak memiliki sumber daya alam, negara yang kuat selalu membutuhkan sumber daya manusia yang handal, dan itu hanya bisa dicapai melalui pendidikan tinggi. Seperti di Jawa Barat, sangat lengkap),” tutur Gustavo saat berdiskusi.

Disinggung terkait hubungan antara Jabar dengan negara-negara Pasifik, Sekda Iwa mengatakan bahwa hubungan terjalin baik, meskipun belum ada kerja sama khusus yang dilaksanakan sebelumnya.

Bahkan komunikasi dengan negara Amerika Latin tersebut dinilainya masih minim. Karena itu, kata Iwa, pada kesempatan ini pihaknya menyampaikan data-data umum Jawa Barat. Diharapkan, akan ada kesepakatan-kesepakatan baru di bidang ekonomi, pendidikan ataupun kebudayaan untuk kemajuan masing-masing.

“Alhamdulillah hubungan ini cukup baik, hanya memang karena faktor jarak, sehingga belum memungkinkan untuk kerja sama secara langsung. Tetapi kedepan ini bisa dimungkinkan untuk kerjasama yang lebih baik dengan skala yang lebih besar,” kata Iwa. (Andre/Sum.HPJ)