JIB | Kabupaten Bekasi – Bupati definitif Eka Supria Atmaja di sisa periode 2017-2022, untuk mendampingi perlu wakil yang handal dan Kredibilitas dan elagan dalam membangun tatanan pemerintahan Kabupaten yang penuh pemahaman dalam menjalankannya.

Apalagi sampai sekarang banyak yang mencalonkan sebagai wakil Bupati Bekasi itu mendampingi Bupati Bekasi. Sehingga menuai polemik, kemunculan Ahmad Marzuki seorang pengusaha asal Kabupaten Karawang yang akan mendaftarkan diri menjadi Wakil Bupati Bekasi.

Semua ini menjadi perbincangan di kalangan masyarakat, Birokrat, LSM, Wartawan dan Ormas. Tokoh-tokoh masyarakat,

Salah satunya Lembaga Pembrantas Korupsi DPC Kabupaten Bekasi, sangat tidak elok, dengan adanya cawabup Bekasi dari luar Kabupaten Bekasi. Ini akan kehilangan marwah Bekasi.

Sekjen LPK DPC Kabupaten Bekasi, Yusup yang biasa di panggil kong mpe, sabtu (22/6/2019) menjelaskan ini harus ada kejelasan oleh panitia Pemilihan (Panlih) Cawabup Bekasi agar ada payung hukum, ketika nanti ada permasalahan yang mecuat sudah ada payung hukum yang jelas. Itu yang pertama, yang kedua saya selaku sekjen LPK DPC Kabupaten Bekasi menolak keras apabila ada Cawabup Bekasi dari luar Bekasi.

“Sekali lagi saya menegaskan LPK DPC Kabupaten Bekasi menolak keras Ahmad Marzuki sebagi Wakil Bupati Bekasi, emang ngga ada putra-putra terbaik Bekasi…? Ujarnya.

Kata kong Mpe, ini Bekasi bung, masih banyak masyarakat Bekasi yang layak untuk Cawabup Bekasi, dan berkopenten dan layak Putra-putri terbaik untuk mendampingi Bupati Bekasi,

“Karena putra-putri terbaik Bekasi menurut saya sangat layak, karena mengerti soal Bekasi dan bukan itu saja tapi paham tentang Bekasi, paham tentang kebutuhan orang Bekasi, paham tentang geografis Bekasi, dan paham tentang kultur Bekasi.” Ungkap Yusup biasa di sapa kong Mpe. (Ayunk)