JIB|Kabupaten Bekasi,- Aset Sarana Prasarana (Sapras) pada Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar Kabupaten Bekasi Tahun 2009 di biarkan begitu saja, alias ngejugrug di kebon bambu.

Dari pantauan Jurnalindonesiabaru.com, pada hari rabu, (21/08/2019) di kampung Cibogo Tengah Desa Sindang Mulya Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi terlihat Mobil pengepres sampah dari Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar Kabupaten Bekasi dalam keadaan tidak terawat dan sepertinya mobil tersebut lama terparkir di kebon bambu dan jika di lihat dari peraturan serta kegunaan sapras untuk menunjang berbagai kegiatan Dinas terkait ataupun Pemkab Bekasi.

maka di pastikan Pemkab Bekasi setempat melalui beberapa proses pengajuan menganggarkan penunjang sapras (sarana prasarana) hal tersebut di lakukan untuk mempermudah kegiatan di lapangan karena setiap penunjang sapras milik Dinas terkait sudah di pastikan di Anggarkan dari APBD Kabupaten Bekasi yang di pungsikan sebagai penunjang kegiatan kebersihan yang ada si setiap pasar yang ada di Kabupaten Bekasi.

Seperti halnya mobil Dinas terkait yang kondisinya sangat memprihatikan dan lama ngejugrug di kebon bambu dan aset milik Dinas terkait yang sudah di Anggarkan sepertinya menjadi sia-sia dan hingga saat ini mobil tersebut masih tetap berada di kebon kosong.

Dengan demikian mobil Pengres sampah yang berada di kebun kosong membuat sejumlah pemerhati geram salah satunya. Endang Supriatna LSM PRE & MAN WATCH saat di konfirmasi media online JIB mengenai perihal tersebut mengatakan Seharusnya Dinas terkait tanggap dengan aset penunjang sapras (sarana dan prasarana) mobil tersebut jika perlu melakukan pengontrolan atau pendataan mobil sampah yang di gunakan oleh UPTD Pasar di yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi.

“layak tidak layaknya mobil sampah tersebut di pergunakan atau beroperasi mengangkut sampah dan jangan sampai Anggaran yang di keluarkan Pemkab Bekasi menjadi mubajir” Sesalnya, Endang.

Masih kata Endang, seperti mobil sampah ini yang lama ngejugrug di kebon bambu dan di lihat dari kondisi mobil tersebut sangat memprihatikan alias seperti tidak terawat dan di biarkan begitu saja. Dinas terkait seharus mengkroscek ke lapangan dan jika perlu bekerjasama dengan UPTD Pasar terkait, mengenai mobil sampah serta keberadaannya.

“Jika hal ini tidak di lakukan dengan segera kami yakin lama-kelamaan mobil sampah berada di lokasi tersebut dan yang kami sangat khwatirkan mobil sampah hilang begitu saja” Ungkapnya.

Tempat terpisah Asep Saepulloh S.Pd.I Ketua Lembaga Pemberantas Korupsi Kabupaten Bekasi Menegaskan Tidak mikir Dinas terkait mobil pengepresan sampah sudah sekian lama berada di kebon kosong di biarkan saja, emang beli mobil pake daun, itu pakai uang Negara alias uang rakyat.

“Infonya Pemkab Bekasi tahun 2019 ini berencana hanya menambah 30 unit truk sampah dengan anggaran sekitar Rp 12 miliar. Yang ada urus aja, jadi ngambur-ngamburin Uang Rakyat aj, emang ngga ada apa buat rakyat miskin dan lain-lain” Jelas Ayung panggilan sehari-hari.

Asep juga menyesali pada Dinas terkait, coba di rawat mobil tersebut, kan ada dana perawatan di urus layak kok buat di pakai lagi, saya menduga anggaran perawatan buat bancakan oleh oknum dinas tersebut.

“Dalam dekat ini kami Lembaga Pemberantas Korupsi akan berkoordinasi kepada Bupati Bekasi terkait mobil sarana prasarana pada Dinas pasar, Agar Kepala Dinasnya, segera di panggil” Tutupnya. (Dedi)

Bersambung