JIB | Kabupaten Bekasi,- Jembatan Cipamingkis yang berada di empat Desa antara Cibarusah Kota, Sirnajati, Ridogalih dan Ridomanah saat ini jembatan tersebut dalam tahap pengerjaan tiang pancang.

Hasil dari Investigasi media online jurnalindonesiabaru.com di lokasi jembatan Cipamingkis yang berlokasi di Kecamatan Cibarusah Kabupaten Bekasi, pada pagi tadi Minggu 13/10/19 terlihat jembatan tersebut mulai di kerjakan dengan memulai pemasangan tiang pancang namun dalam pekerjaan jembatan tersebut seperti terkesan terburu-buru seharusnya perencanaan pembangunan jembatan tersebut harusnya di rencanakan dengan sangat matang karena ada kekhawatiran di sisi sebelah kiri jembatan Cipamingkis ada retakan yang mulai terbuka, retakan yang mulai terbuka tersebut dekat dengan bangunan Majlis Ta’lim Kampung Cijati.

Namun kekhawatiran tersebut muncul karena di sebelah sisi kiri jembatan tersebut ada retakan yang sudah mulai terbuka dan jika hal ini di biarkan bagaimana nasib jembatan tersebut selanjutnya kewaspadaan di jembatan tersebut harus tetap di perhatikan karena sungai Cipamingkis rawan longsor.

Endang.Supriatna pemerhati lingkungan dari LSM GEMPAL (Gerakan Masyarakat Peduli Alam dan Lingkungan) saat di konfirmasi media online jurnalindonesiabaru.com di lokasi jembatan Cipamingkis mengatakan,kami sangat mengkhwatirkan jika perkerjaan yang sedang di kerjakan pada saat ini di sisi sebelah kanan jembatan tersebut selesai di kerjakan.

Kekhwatiran kami tertuju pada jembatan tersebut yang di sisi sebelah kiri jembatan tersebut sudah ada retakan yang mulai terbuka.dan jika hal tersebut di biarkan berlarut-larut apa mungkin di sisi sebelah kiri jembatan tersebut akan kuat bertahan.

Endang selaku pemerhati lingkungan dari LSM GEMPAL mengatakan. Seharusnya perencanaan jembatan tersebut dalam pelaksanaan pekerjaannya dilakukan harus sangatlah matang harus selalu di awasi dari dinas terkait maupun Pemda setempat agar anggarannya tidak terbuang dengan mubajir, seperti yang sudah di bangun sebelumnya beberapa bangunan di jembatan tersebut kekuatannya tidak lama yang akhirnya ambrol, karena sungai Cipamingkis terbilang rawan longsor.

“Kami dari LSM GEMPAL (Gerakan Masyarakat Peduli Alam dan Lingkungan) beserta rekan-rekan sangat peduli dengan lingkungan di sekitar sungai Cipamingkis maka dari itu LSM GEMPAL terus memantau kondisi sungai Cipamingkis sampai kapanpun.” Pungkasnya. (Dedi/Dre)