JIB | Kabupaten Indramayu,- Ironis proyek pembangunan pasar baru karangampel yang sumber aliran dananya dari bantuan provinsi (Banprov) tahun anggaran 2019 belum tuntas pelaksanaannya hingga saat ini.

Dari pantauan media online jurnalindonesiabaru.com di lokasi pasar baru karangampel Jl. Raya Dampoe Awang, Karangampel, Kabupaten Indramayu pada hari sabtu, 11/01/2020 pekerjaan tersebut masih nampak dalam penyelesaian.

Pembangunan proyek fisik yang menyerap anggaran bantuan dari Banprov kisaran Rp. 15.M. Meliputi Rp, 14. M fisik, Rp. 1M perencanaan dan pengawasan. Pekerjaan yang seharusnya sudah rampung terhitung sejak tanggal 27/12/2019. Namun hingga kini proyek tersebut belum selesai dikerjakan alias molor.

Keterlambatan pembangunan proyek tersebut diakui oleh Diskopindag Kabupaten Indramayu. Saat dikonfirmasi di ruang kerjanya Sarmanto pada hari senin, 13/01/2020 mengatakan.

“Terkait pekerjaan tambahan pembangunan Pasar Baru Karangampel awal pelaksaanaannya dimulai pada tahun 2019, adapun akhir dari kontrak kerja itu sendiri sampai 27 Desember 2019,” paparnya

Menurut dia, lambatnya pekerjaan tersebut karena sebelum adanya pembangunan dilakukan sosialisasi dengan para pedagang, karena adanya perpindahan para pedagang. Ucapnya

Sambungnya. “kalau untuk kontrak kerja sih sudah ada cuma untuk adendum belum ada, masih dalam proses percetakan. Kalau untuk lebih jelasnya lagi silahkan tanyakan ke bagian pengawasan yang ada dilapangan.” jelas Sarmanto

Dari informasi yang dihimpun oleh media online jurnalindonesiabaru.com dilokasi pasar baru, pihak ke 3 atau rekanan dari pekerjaan proyek pembangunan pasar baru Karangampel tersebut dalam masa pengembalian Argo atau kena Cas, karena waktu yang ditelah ditentukan sudah habis masa kontraknya.

Selain molor dalam pengerjaannya, juga kurang teliti untuk pengawasan Drainase, terlihat dari bangunan pekerjaan yang belum lama dibangun sudah terlihat adanya retakan.

(Dre)