Ketua Jaringan Aktivis Pemuda dan Mahasiswa (Japmi) Kabupaten Bekasi : Mat Atin atau disapa akrab Ujo




JIB | Kabupaten Bekasi- Anggaran pembuatan Bansos berstiker Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan disoal Lembaga Pemberantas Korupsi yang menuai pertanyaan.

Hal itu selaras dikatakan Ketua Jaringan Aktivis Pemuda dan Mahasiswa (Japmi) Kabupaten Bekasi, Mat Atin atau disapa akrab Ujo yang menilai Pj Bupati Bekasi, sejak dilantik hanya melakukan seremonial dan berselefi ria ditengah suhu politik Kabupaten Bekasi.

“Perlu kita pertanyakan tujuan dan pembuatan stiker itu dasar keinginan siapa?. Apa dari dinas, atau memang keinginan Pj Bupati Bekasi untuk perkenalan,” tanya Ujo.

Kalau memang tujuannya hanya untuk perkenalan, kata dia, masyarakat tidak membutuhkan hal itu, namun yang ia inginkan adalah keterbukaan informasi terkait anggaran Covid 19.

“Anggaran Covid 19 Kabupaten Bekasi itu sangat luar biasa mencapai kurang lebih 1,3 Triliun untuk apa aja dana itu dipakai,” tegasnya.

Menurutnya, banyak persoalan yang harus dibenahi oleh Pj Bupati Bekasi diantaranya anggaran Covid 19 hingga saat ini belum ada kejelasan rinciannya dalam web resmi.

“Mestinya Pj Bupati Bekasi membenahi persoalan-persoalan yang ada di Kabupaten Bekasi, bukannya asik-asik berselfi ria dengan masyarakat,” tuturnya.

Pihaknya menginginkan, anggaran Covid 19 yang sudah terealisasi untuk segera diupdate dalam web resmi Covid 19 Kabupaten Bekasi guna memberikan hak masyarakat dalam keterbukaan informasi publik.

“Menggarisbawahi dengan tebal bahwa salah satu elemen penting dalam mewujudkan penyelenggaraan negara yang terbuka adalah hak publik untuk memperoleh Informasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” tandasnya. (Red)