JIB | KABUPATEN BEKASI – Aparatur Kecamatan Tambun Utara (Tamara) cukup sigap dalam membantu warga masyarakat yang terkena dampak banjir di empat desa, yaitu Desa Sriamur, Desa Satria Mekar, Desa Karangsatria dan Desa Satriajaya sejak hari Kamis (17/2/2022) malam. Aparatur Kecamatan yang dipimpin Camat Tamara pun turun ke lokasi untuk meninjau dan membantu warga yang terkena banjir.

Camat Tambun Utara, Najmuddin mengatakan, sejak hari Kamis malam pihaknya sudah mendapatkan pemberitahuan dari tim Tagana bahwa beberapa wilayah Kecamatan Tambun Utara akan terkena limpahan air. Dan pada hari Jumat pukul 03.00 dini hari kondisi air di bendungan Katulampa semakin tinggi dan deras hingga pagi hari.

“Kondisi ini sering terjadi di wilayah Tambun Utara saat musim penghujan. Mungkin bisa berkali-kali mendapat limpahan atau luapan Kali Bekasi. Dampaknya kepada warga yang tinggal di bantaran kali yang ada di empat desa, sepanjang 200 meter atau satu kilometer terkena imbasnya dengan ketinggian hingga satu meter lebih,” ungkapnya kepada para awak media.

Dari hasil kunjungan ke para warga yang terkena dampak banjir dan berdasarkan informasi dari Ketua RT, Najmuddin mengaku ada sekitar tiga ribu warga yang terkena dampak banjir di empat desa. Langkah pertama pun adalah melakukan evakuasi warga dengan mengungsi ke tempat-tempat yang lebih tinggi, balai desa, masjid, atau sekolah untuk sementara waktu.

“Kalau banjir kiriman ini antara lima sampai enam jam surut. Kami juga sudah berkoordinasi dengan BPBD untuk menyiapkan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang tinggal di bantaran Kali Bekasi. Ada sekitar empat perahu karet. Untuk bantuan logistik juga sudah turun, yang paling dibutuhkan warga korban banjir adalah air minum karena air sumur mereka mati dan akses untuk keluarnya pun terkena banjir ya,” terangnya.



Untuk bantuan logistik dan dapur umum, lanjut Najmuddin, akan disalurkan dengan melihat perkembangan kondisi banjir, jika air belum juga surut dalam sehari dua hari atau tiga hari pihaknya akan membuat dapur umum, tetapi jika dalam lima atau enam jam sudah surut maka pihaknya hanya memberikan bantuan logistik kepada warga yang terkena dampak banjir.

“Saya sejak bertugas disini tahun 2018, sepanjang lima tahun ini setiap tahun saya merasakan dampak banjir di wilayah sekitar bantaran kali. Karena itu kami berharap agar program strategis nasional normalisasi Kali Bekasi segera direalisasikan, dengan cara diturap, ditinggikan dan dibuat akses jalan. Dan warga kami yang terkena dampak banjir itu akan dievakuasi ke tempat yang lebih aman, rencananya sudah ada tetapi actionnya kapan kami belum mengetahui,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Forum BPD Kecamatan Tambun Utara, Subur DS, yang ikut mendampingi Camat Tamara meninjau warga yang terkena dampak banjir, meminta pemerintah baik Kabupaten, Provinsi maupun Pusat untuk segera melakukan langkah normalisasi Kali Bekasi agar air tidak kembali meluap dan berdampak terhadap warga sekitar.

“Banjir kali ini cukup tinggi. Untuk di Desa Satriamekar saja ada delapan RT yang terkena dampak banjir. Sekarang ini yang paling dibutuhkan warga adalah bantuan sembako. Alhamdulillah bantuan dari BPBD juga sudah turun dan akan segera disalurkan kepada warga yang terkena dampak banjir,” tandasnya. (Prabu)