JIB | BANDUNG,- Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Islam Bandung (UNISBA) menyelenggarakan talkshow secara daring yang bertema Talents Mapping: Bagaimana Menentukan Jurusan yang Tepat pada hari Sabtu (25/6/22). Acara yang menjadi bagian dari rangkaian Milad Fikom Unisba ke-39 ini menghadirkan 2 narasumber, diantaranya Talents Mapping Practioner, Dwi Prayoga dan Pemilik Dj Arie School/Broadcast Trainer & Communication Coach, Dj Arie.

Indri Rachmawati yang didaulat menjadi moderator berhasil mengajak partisipan berperan aktif pada acara talkshow kali ini. Terbukti dari banyaknya partisipan yang menyampaikan pandangannya terkait materi yang dibawakan baik langsung maupun melalui kolom chat.

Dari acara ini banyak insight yang didapatkan, diantaranya DJ Arie menyampikan bahwa bakat adalah kelebihan, kemampuan alami yang dimiliki setiap individu. Hal senada juga diamini oleh Dwi Prayoga yang menambahkan bahwa dengan memiliki pengetahuan pemetaan bakat (talents mapping), setiap individu menjadi lebih memahami kemampuan dan kelemahan dirinya.

Mengomentari salah satu partisipan di kolom chat soal karier, Dwi Prayoga juga berpendapat bahwa dengan melakukan talents mapping orang cenderung mencapai puncak karir dengan hasil yang lebih cepat dengan tingkat stres yang minim. Hal ini dikarenakan individu akan lebih merasa menikmati apa yang sedang dijalaninya. Dwi Prayoga, juga sedikit berbagi pengalaman tentang seseorang yang memaksakan diri melanjutkan studi atau karier diluar bakatnya. Orang tersebut, dalam perjalanannya, akan membutuhkan usaha yang lebih keras dalam menghadapi persaingan dibandingkan dengan orang yang sudah memiliki atau menemukan bakatnya.

Berbicara soal faktor lingkungan luar dan orang tua, para narasumber mengungkapakan bahwa hal tersebut menjadi salah satu faktor penting. Lingkungan sekitar dan peran orang tua bisa menjadi penuntun agar anak-anak memahami dirinya. Peran orang tua dibutuhkan dalam membimbing anak mengenali potensi diri. “Orang tua menuntun bukan menuntut” demikian kata Dwi Prayoga.

Salah satu pertanyaan menarik yang muncul dalam acara ini adalah soal introvert dan ekstrovert. Terkait pertanyaan tersebut DJ Arie langsung menjawabnya dengan tegas, jika introvert dan ekstrovert bukan masalah, justru labelling akan hal tersebut yang menjadi masalah. Sugesti yang muncul akan membatasi kemampuan seseorang untuk berkembang dalam berbagai bidang. “Jadi stop labelling introvert atau ekstrovert” kata DJ Arie.

Pengumuman pemenang 2nd Annual Fikom Challenge menjadi puncak acara dari talkshow ini. Lomba yang sudah dilaksanakan sejak 13 20 Juni 2022 diikuti oleh hampir 200 peserta SMA/Sederajat dan Mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Lomba Fotografi, Voice Over dan Infografis pada 2nd Annual Fikom Challenge ini menghasilkan 5 juara pada setiap kategorinya.

Talkshow yang berlangsung lebih kurang 2 jam ini menjadi penutup rangkaian webinar seri pada Milad Fikom Unisba Ke-39. Selain bentuk rasa syukur, acara ini juga merupakan perwujudan peran civitas akademika Fikom Unisba dalam kehidupan bermasyarakat. Jaya selalu Fikom Unisba, Fikom Juara. (Prabu)