Tuesday, May 12, 2026
Home Blog Page 21

DPP GMI Desak Bupati Bekasi Copot Kadisdik Jika Tak Tegas Soal Dugaan Ketidakterbukaan Pembangunan Gedung SMPN 1 Sukawangi

0

JIB | Kabupaten Bekasi — Kabar miring terkait dugaan ketidakterbukaan pihak sekolah terhadap realisasi pembangunan gedung SMPN 1 Sukawangi, Kabupaten Bekasi, yang sebelumnya telah tayang di media online, kini menuai reaksi keras dari Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Masyarakat Indonesia (DPP GMI).

DPP GMI menilai sikap pihak sekolah yang diduga enggan memberikan keterangan kepada awak media merupakan bentuk kurangnya transparansi dan akuntabilitas publik terhadap penggunaan dana pembangunan sekolah yang bersumber dari anggaran pemerintah.

Sekertaris Umum DPP GMI, Asep Saipulloh, menegaskan bahwa pihaknya akan mendesak Bupati Bekasi untuk segera mengevaluasi bahkan mencopot jabatan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi apabila tidak menunjukkan ketegasan terhadap Kepala Sekolah SMPN 1 Sukawangi.

“Kami akan bersurat resmi kepada Bupati Bekasi agar segera mengambil langkah tegas. Bila Kadisdik tidak mampu menertibkan bawahannya yang diduga tidak transparan dalam pelaksanaan pembangunan, maka sebaiknya Bupati mencopot jabatannya,” tegasnya, Rabu (15/10/2025).

Menurutnya, ketidakterbukaan pihak sekolah menimbulkan tanda tanya besar terkait penggunaan anggaran pembangunan gedung tersebut. Publik, kata dia, berhak mengetahui sejauh mana pelaksanaan pembangunan berjalan, serta apakah sesuai dengan spesifikasi dan ketentuan yang berlaku.

“Dana pembangunan sekolah bersumber dari uang rakyat. Jadi wajar bila publik menuntut keterbukaan. Jangan sampai ada penyimpangan atau praktik yang merugikan keuangan negara,” tambahnya.

DPP GMI juga mengingatkan agar Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi tidak bersikap pasif terhadap berbagai temuan di lapangan. Mereka menegaskan akan terus mengawal dan melakukan investigasi terhadap proyek pembangunan fasilitas pendidikan di Kabupaten Bekasi agar berjalan sesuai aturan.

“Kami tidak akan tinggal diam. Bila dalam waktu dekat tidak ada langkah nyata dari pihak Dinas, kami akan melaporkan hal ini ke aparat penegak hukum,” tutup Asep Saipulloh.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi maupun Kepala Sekolah SMPN 1 Sukawangi belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan ketidakterbukaan dalam realisasi pembangunan gedung sekolah tersebut. (Red)

Pembangunan Gedung SMPN 1 Sukawangi Diduga Tak Transparan, DPP GMI Desak Dinas Pendidikan Bekasi Bertindak Tegas

0



JIB | Kabupaten Bekasi — Pembangunan gedung SMPN 1 Sukawangi, Kabupaten Bekasi, kembali menjadi sorotan publik. Dalam pelaksanaannya, proyek tersebut diduga tidak transparan dan sarat dengan kejanggalan.

Awak media yang berupaya melakukan konfirmasi ke pihak sekolah tidak mendapat tanggapan. Menurut keterangan penjaga sekolah, kedatangan wartawan telah disampaikan kepada pihak Humas, namun ditolak untuk ditemui.

“Sudah saya sampaikan ke Humas, tapi katanya tidak mau menemui. Kepala sekolah juga sedang keluar,” ungkap penjaga sekolah saat ditemui di lokasi, Rabu (15/10/2025).

Lebih lanjut, hasil pantauan di lapangan menunjukkan tidak adanya papan proyek atau papan informasi kegiatan di area pembangunan. Padahal, keberadaan papan informasi merupakan bentuk transparansi publik agar masyarakat dapat mengetahui sumber anggaran, pelaksana kegiatan, serta waktu pengerjaan proyek tersebut.

Ditempat terpisah,.salah seorang pekerja di lokasi ketika dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui keberadaan papan informasi. “Kalau soal papan informasi, itu urusan Kepala Sekolah,” ucap salah satu pekerja singkat.

Selain dugaan tidak adanya papan informasi, awak media juga mendapati para pekerja diduga tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar keselamatan kerja. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa proyek tersebut tidak diawasi dengan baik dan berpotensi melanggar ketentuan teknis.

Menanggapi hal ini, Asep Saipulloh, Sekertaris Umum Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Masyarakat Indonesia (DPP GMI) mendesak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi untuk segera turun tangan dan menindak tegas pihak sekolah.

“Kami menduga ada ketidakterbukaan dalam pelaksanaan proyek di SMPN 1 Sukawangi. Dinas Pendidikan harus segera menindaklanjuti karena papan informasi wajib dipasang untuk memastikan transparansi dan partisipasi publik dalam pengawasan,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, proyek yang menggunakan dana publik harus bisa diawasi oleh masyarakat agar tidak menimbulkan dugaan penyimpangan.

“Anggaran itu bersumber dari rakyat, maka wajib dipertanggungjawabkan secara terbuka. Jangan sampai ada kesan disembunyikan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepala Sekolah SMPN 1 Sukawangi maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. (Red)

Komplek Area DPRD Kab Bekasi Tidak Terurus Kemana Anggaran Pemeliharaan

0

JIB | KABUPATEN BEKASI – Hari ini kondisi lingkungan di sekitar Komplek DPRD Kabupaten Bekasi, Kecamatan Cikarang Pusat, memprihatinkan dan tidak sedap di pandang seperti tumpukan sampah, lampu hiasan yang tidak nyala sehingga kabel pada ngambai, auning parkir tidak terawat, dan Kamar kecil pos belakang Kantor DPRD.

Hal ini menjadi buah bibir para Wartawan, LSM  dan ormas yang sedang santai dan ngopi di bawah pohon beringin yang indah dan teduh membicarakan tentang halaman komplek DPRD yang tidak terawat padahal ada yang namanya Anggara perawatan dan ini menjadi pertanyaan para Wartawan, LSM dan Ormas.

Pantauan awak media di lokasi Selasa (14/10/2025) pukul 14:00 WIB.tumpukan sampah di area semak belukar di dalam komplek DPRD Kabupaten Bekasi.

Sekjen Umum DPP-LSM GMI Asep Saipulloh, sangat menyayangkan, adanya penampakan kerangka kanopi parkir mobil DPRD Kabupaten Bekasi yang tidak terawat ditambah adanya tumpukan sampah serta lebatnya rumput dan pos satpam yang terbengkalai juga lampu penerangan yang mati di belakang Kantor DPRD Kabupaten Bekasi kondisinya memprihatinkan.

Sekjen LSM-GMI menuturkan, kemana Ketua DPRD dan Kasubag Umum DPRD Kabupaten Bekasi, apakah tidak pernah meninjau ke belakang kantor DPRD, sehingga tidak tau kondisi kerangka kanopi dan tumpukan sampah dan WC satpam juga lampu penerangan yang mati.

DPRD Kabupaten Bekasi dikemanakan anggaran pemeliharaan dan anggaran perawatan, padahal itu masih menjadi tanggung jawab DPRD yang bersumber dari APBD anggaran yang dikelola oleh dinas terkait, untuk menjaga dan merawat aset-aset yang sudah dibangun menggunakan uang pajak rakyat,tegasnya dia.

Anggaran ini dapat digunakan untuk pemeliharaan gedung kantor, termasuk pemeliharaan rutin dan perbaikan. Anggaran perawatan dan pemeliharaan juga diperlukan untuk menjaga aset infrastruktur yang dibangun oleh pemerintah daerah agar tetap berfungsi dengan baik.

Lanjutnya Sekjen LSM-GMI, saya berharap dinas terkait dan DPRD Kabupaten Bekasi khususnya bagian keuangan, jangan memikirkan yang lain dulu, coba lihatlah yang ada di depan mata, pemeliharaan lampu, dan Kanopi parkir mobil DPRD, tumpukan sampah juga rumput yang tinggi lebat dan Pos Security yang di belakang Kantor DPRD Kabupaten Bekasi persisnya di samping gedung KNPI, segera di sikapi,pungkasnya dia. (red).

DPP GMI Desak Kepala DSDABMBK Bekasi Perketat Pengawasan Proyek Pembangunan Tahun 2025

0


JIB | Kabupaten Bekasi — Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Masyarakat Indonesia (DPP GMI) meminta Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kabupaten Bekasi agar memperketat pengawasan terhadap sejumlah proyek pembangunan yang sedang dikerjakan oleh pihak rekanan.

Permintaan tersebut disampaikan menyusul adanya dugaan bahwa beberapa proyek pembangunan di berbagai wilayah Kabupaten Bekasi tidak sesuai dengan spesifikasi teknis sebagaimana mestinya.

DPP GMI menilai hal itu dapat merugikan masyarakat karena proyek-proyek tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi Tahun Anggaran 2025 dengan nilai yang terbilang fantastis.

Sekertaris Umum DPP GMI, Asep Saipulloh, menegaskan bahwa lemahnya pengawasan dari dinas teknis dapat membuka peluang terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan proyek.

“Kami mendesak Kepala DSDABMBK agar turun langsung memantau proyek-proyek yang sedang berjalan. Jangan sampai ada pembiaran terhadap pekerjaan yang diduga tidak sesuai spek, karena itu jelas merugikan masyarakat dan mencederai kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah,” tegasnya, Selasa (14/10/2025).

Ia juga menambahkan bahwa dalam beberapa temuan lapangan, tim investigasi DPP GMI menemukan indikasi pekerjaan yang tidak menggunakan material sesuai standar dan pelaksanaan yang terkesan asal jadi.

“Kalau benar ada pekerjaan yang tidak sesuai RAB dan spek teknis, maka harus segera dilakukan evaluasi dan tindakan tegas terhadap pihak pelaksana maupun pengawas lapangan,” ujarnya.

DPP GMI berharap Kepala DSDABMBK dapat bersikap tegas dan transparan dalam menindaklanjuti persoalan ini agar kualitas pembangunan di Kabupaten Bekasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (Red)

Kepala DPMD Kabupaten Bekasi Bungkam, DPP GMI Desak Bupati Lakukan Evaluasi

0


JIB | Bekasi — Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi memilih bungkam ketika dimintai tanggapan terkait pemberitaan di sejumlah media online mengenai desakan agar dilakukan kroscek ke lapangan atas pengelolaan dana desa tahun 2025 yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di tiap desa Kecamatan Sukawangi.

Sikap diam tersebut menuai sorotan tajam dari Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Masyarakat Indonesia (DPP GMI) yang menilai hal itu sebagai bentuk ketidaktransparanan pejabat publik.

Sekertaris Umum DPP GMI, Asep Saipulloh, mengatakan pihaknya telah berupaya meminta klarifikasi dari Kepala DPMD Kabupaten Bekasi melalui pesan WhatsApp usai tayangnya pemberitaan mengenai desakan agar dilakukan pengecekan lapangan, namun hingga kini tidak ada jawaban.

“Kami sudah mencoba menghubungi Kepala DPMD lewat pesan WhatsApp, tapi tidak ada tanggapan sama sekali. Bungkamnya Kepala DPMD justru menimbulkan kecurigaan publik. Seharusnya beliau responsif, bukan diam,” ujarnya, Senin (13/10/2025).

Menurut Asep, diamnya Kepala DPMD patut dicurigai karena menyangkut persoalan penting mengenai pengelolaan dana desa yang bersumber dari uang rakyat. Pihaknya menduga, terdapat indikasi penyimpangan dalam pengelolaan 20 persen dana desa tahun 2025 yang diperuntukkan bagi BUMDes di wilayah Kecamatan Sukawangi.

“Hasil investigasi kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara jenis usaha BUMDes dengan perencanaan awal yang tercantum dalam dokumen anggaran. Ini jelas harus diselidiki lebih lanjut oleh DPMD,” tegasnya.

DPP GMI meminta Bupati Bekasi untuk segera turun tangan dan mengevaluasi kinerja Kepala DPMD, karena dinilai tidak tanggap terhadap isu publik yang menyangkut pengelolaan keuangan desa.

“Kami minta Bupati jangan diam saja. Evaluasi kinerja bawahannya agar masyarakat tahu pemerintah benar-benar serius mengawasi penggunaan dana desa,” lanjut Asep Saipulloh.

Ia menegaskan, jika tidak ada langkah tegas dari pemerintah daerah, DPP GMI akan melaporkan dugaan penyimpangan tersebut kepada aparat penegak hukum dan instansi pengawas keuangan daerah.

“Kami tidak akan berhenti. Jika sampai akhir bulan ini tidak ada tindakan, kami akan kirimkan laporan resmi ke Inspektorat dan Kejaksaan Negeri Bekasi,” tutup Asep Saipulloh.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala DPMD Kabupaten Bekasi belum memberikan pernyataan resmi ataupun klarifikasi terkait desakan dan tudingan yang dilayangkan DPP GMI tersebut. (Red)

DPP GMI Desak DPMD Kabupaten Bekasi Kroscek Pengelolaan Dana Desa 20 Persen untuk BUMDes di Kecamatan Sukawangi

0



JIB | Bekasi — Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Masyarakat Indonesia (DPP GMI) mendesak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi agar segera melakukan pengecekan menyeluruh terhadap pengelolaan dana desa sebesar 20 persen yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di tiap desa Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi.

Desakan tersebut muncul setelah hasil investigasi internal DPP GMI menemukan adanya dugaan pengelolaan dana BUMDes yang tidak maksimal, bahkan berpotensi tidak sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurut Sekertaris Umum DPP GMI, Asep Saipulloh, pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan dalam realisasi kegiatan usaha BUMDes di beberapa desa.

“Kami melihat ada indikasi kuat bahwa pengelolaan dana BUMDes di beberapa desa di Sukawangi tidak berjalan sesuai aturan. Ada usaha yang tidak produktif dan tidak sesuai dengan peruntukannya sebagaimana diatur dalam regulasi,” ujrnya, Minggu (12/10/2025).

Lebih lanjut, Sekum DPP GMI menegaskan bahwa DPMD Kabupaten Bekasi harus turun langsung melakukan evaluasi serta audit terhadap pengelolaan dana desa yang disalurkan untuk BUMDes.

“Kami mendesak DPMD untuk segera menindak tegas jika ditemukan adanya penyimpangan atau penyelewengan dana. Oknum yang terbukti melakukan pelanggaran harus diproses sesuai hukum dan aturan yang berlaku,” tegasnya.

DPP GMI juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa agar tujuan utama pemberdayaan ekonomi masyarakat benar-benar tercapai.

“Dana desa itu hak masyarakat. Jangan sampai disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. BUMDes seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi desa, bukan sekadar formalitas program,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak DPMD Kabupaten Bekasi belum memberikan keterangan resmi terkait desakan DPP GMI tersebut. (Red)

Haji Ebod: KKN dan Ketergantungan Impor Hambat Kemandirian Ekonomi Nasional

0

JIB | CIMAHI,  –  Pengamat Ekonomi Nasional H. Mahfud Solaiman atau Haji Ebod menilai arah pembangunan ekonomi Indonesia belum menyentuh akar persoalan bangsa. Menurutnya, pemimpin sejati harus memahami masalah dan mampu memberi solusi nyata, bukan hanya berwacana politik.

“Maraknya KKN, jual beli jabatan, pungli, hingga mark up anggaran menunjukkan lemahnya penegakan hukum,” tegasnya di Cimahi, Kamis (9/10/2025).

H. Ebod juga menyoroti ketergantungan Indonesia terhadap impor pangan seperti gula, kedelai, dan jagung yang dinilainya menghambat kemandirian ekonomi nasional. “Padahal, Indonesia punya lahan luas untuk swasembada pangan,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah perlu berani membangun kemandirian teknologi dan memperkuat riset agar Indonesia bisa memiliki produk unggulan sendiri. “BUMN seharusnya fokus pada inovasi dan industri strategis, bukan bersaing di sektor komersial,” tambahnya.

H. Ebod juga menilai ketimpangan ekonomi akibat pusat pertumbuhan di Jawa masih tinggi. Ia mendorong pemerataan industri dan pembangunan ke luar Jawa serta peningkatan pendidikan vokasi dan transmigrasi produktif.

“Tiga kunci menuju Indonesia maju adalah kemandirian pangan, pemerataan penduduk, dan penguasaan teknologi,” pungkasnya.

Penulis Berita: Rahmat

Buruh Forum Rembug Jabar Gelar Aksi Solidaritas Bela Palestina

0



JIB | Bandung – Elemen buruh yang tergabung dalam Forum Urun Rembug Jabar gelar aksi solidaritas Nela Palestina di Gedung Sate Kota Bandung, Jum’at tanggal 10 Oktober 2025

Aksi solidaritas Bela Palestina dari elemen buruh yang tergabung dalam Forum Urun Rembug Jabar ini diikuti sekitar 130 orang yang dipimpin Ajat Sudrajat.

Aksi ini merupakan bentuk solidaritas buruh/pekerja Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina, serta mengajak masyarakat dan pemerintah Indonesia agar menegakkan prinsip kemanusiaan dan keadilan Internasional sesuai amanat Pembukaan UUD 1945 yang menolak segala bentuk penjajahan di atas dunia.

Ajat sudrajat selakunkoordnator aksi mengatakan bahwa aksi ini untuk mendesak para pemimpin negara untuk melakukan pergerakan untuk kemerdekaan Palestina.

“Kami akan terus melakukan aksi ini sampai Palestina diakui sebagai negara seutunya dan memiliki kemerdekaan,” Ungkapnya.

Masih kata Ajat,” Tuntutan kami dalam aksi ini ialah Stop Genosida di Gaza Palestina, Buruh indonesia mendukung penuh negara palestina merdeka dan Bebaskan seluruh aktivis global sumud flotilla yang ditahan zionis Israel,” Jelasnya.

Ajat juga mengatakan permohonan maaf nya karena aksinini mengganggu kegiatan masyarakat karena sudah menutup akses kurang lebih selama 3 jam.

Ajat juga menyampaikan terima kasihnya karena masyarakat serta kepada seluruh yang mendukung aksi ini serta TNI dan Polri yang sudah membersamai aksi damai ini.

Perlu diketahui buruh yang tergabung dalam Forum Urun Rembug Jabar, terdiri dari :

1.  SBSI’92.
2.  PPMI.
3.  GOBSI.
4.  GASPERMINDO.
5.  FBK.
6.  FSPPM.
7.  FSPM.
8.  BISS.
9.  FSPTI.

(Red)

BOOMS KBB Dorong Optimalisasi Potensi Fiskal dan Pembangunan Berbasis Kedaulatan Daerah

0


JIB | Bandung Barat,-* Gerakan moral BOOMS KBB (Barisan Ormas, OKP, Mahasiswa, dan LSM Kabupaten Bandung Barat) kembali menegaskan komitmennya untuk mendorong kemandirian fiskal dan pembangunan berbasis potensi lokal. Melalui Divisi Kajian yang dipimpin oleh Dendi Resmana, BOOMS KBB menilai sejumlah sektor strategis di Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih belum tergarap optimal oleh pemerintah daerah.

*Dorong Sektor Wisata Melalui Kereta Cepat Padalarang*


Menurut Dendi, kehadiran Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) membuka peluang besar bagi sektor pariwisata di Bandung Barat, terutama di kawasan Padalarang. Namun, hingga kini Pemkab KBB dinilai belum melakukan kajian serius terhadap dampak ekonomi dan potensi wisata yang muncul di sekitar area KCIC.

“Menjamurnya travel dan aktivitas wisata di sekitar Padalarang menunjukkan geliat ekonomi baru. Ini peluang konkret yang harus ditangkap oleh pemerintah,” ujar Dendi, Sabtu,(10/10/2025).

Ia menambahkan, sesuai arahan Ketua BOOMS KBB, Didin Kopral, pihaknya mendorong agar Pemkab segera menyusun buku menu wisata KBB dan menjadikan Padalarang sebagai pintu gerbang wisata daerah.

*Kelola Sumber Daya Air untuk Tambah PAD*

BOOMS juga menyoroti belum optimalnya pengelolaan sumber daya air sebagai salah satu potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Air yang digunakan oleh PDAM Tirta Raharja maupun perusahaan komersial lainnya dinilai belum memberikan kontribusi maksimal bagi kas daerah.

“Air adalah aset strategis. Kita harus pastikan penggunaannya memberi nilai tambah bagi PAD KBB,” tegas Dendi.
Ia menilai perlu adanya Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur pengelolaan air secara profesional melalui BUMD yang sehat dan transparan.

*Reformasi PDAM Wibawa Mukti*

Selain itu, BOOMS KBB juga mendorong adanya reposisi peran PDAM Wibawa Mukti agar memiliki kewenangan penuh dalam pengelolaan sumber daya air di wilayah Bandung Barat.
Salah satu opsi yang diusulkan adalah sistem profit sharing atau perjanjian baru terkait 110 ribu pelanggan PDAM Tirta Raharja yang berada di wilayah layanan 4 dan seharusnya menjadi kewenangan KBB sejak 18 tahun lalu.

*Program Makan Bergizi Gratis, Peluang Ekonomi Desa*


Di sisi lain, Dendi juga menilai program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjadi momentum penting untuk membangun ekonomi desa.
Menurutnya, Pemkab KBB perlu memperkuat program tersebut melalui Perda dan memasukkannya dalam RPJMD agar pelaksanaannya berkelanjutan.

“Kalau bahan baku MBG bisa dipenuhi oleh desa-desa di KBB, kita membangun kedaulatan pangan sekaligus membuka lapangan kerja baru,” tuturnya.

*Gali Potensi Wisata di Wilayah Selatan*


Sementara itu, Boy, Ketua Forkom KBB yang juga tergabung dalam BOOMS, menyoroti potensi wisata di wilayah selatan Bandung Barat. Ia menilai hasil kajian BOOMS tentang kunjungan wisatawan melalui jalur kereta cepat perlu segera ditindaklanjuti sebagai peluang investasi daerah.

“Pertanian, wisata alam, kuliner, hingga olahraga bisa dikemas sebagai paket wisata unggulan. Bahkan bisa langsung dipromosikan di bilik layanan terminal kereta cepat,” kata Boy.

*Bangun Bandung Barat Berdaulat dan Mandiri*

Melalui berbagai rekomendasi tersebut, BOOMS KBB mengajak seluruh elemen masyarakat, aparatur sipil negara, hingga DPRD untuk bersinergi membangun Bandung Barat yang berdaulat secara fiskal, mandiri secara pangan, dan unggul dalam sektor pariwisata.

“Ini bukan sekadar gerakan wacana, tapi panggilan moral untuk membangun masa depan Bandung Barat yang adil dan berkelanjutan,” pungkas Dendi.

*Penulis Berita : Wawan Gunawan/ONOT*

Bupati Jeje Tegaskan Komitmen Pemerintahan Bersih dan Akuntabel di Bandung Barat

0



JIB | *BANDUNG BARAT,–
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menegaskan komitmennya untuk menegakkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas tinggi. Komitmen tersebut menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pemerintahan yang profesional dan dipercaya masyarakat.

Menurut Jeje, seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (Pemkab KBB) harus bekerja dengan mengedepankan aturan dan nilai-nilai integritas. Dirinya membuka ruang bagi semua elemen masyarakat untuk turut serta mengawasi jalannya pemerintahan.


“Kami tidak menutup diri. Justru kami membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memberikan masukan. Bila ada hal yang janggal atau mencurigakan, tentu akan segera kami tindaklanjuti,” ujar Jeje, Sabtu (11/10/2025).



Sebagai bentuk keseriusan, Bupati Jeje memastikan akan menggandeng Polres dan Kejaksaan dalam memperkuat sistem pengawasan dan memastikan setiap program berjalan sesuai peraturan yang berlaku.


“Kami akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum agar semua proses pemerintahan berjalan transparan dan akuntabel,” tegasnya.



Jeje juga menegaskan tidak akan mentolerir praktik penyimpangan, baik berupa penyalahgunaan wewenang maupun tindakan korupsi di lingkungan birokrasi.


“Apabila ada laporan terkait dugaan pelanggaran administrasi atau korupsi, saya akan langsung instruksikan Inspektorat dan Aparat Penegak Hukum untuk melakukan pemeriksaan mendalam,” katanya.



Sebagai pimpinan daerah, Jeje memastikan penegakan disiplin ASN dilakukan secara tegas dan proporsional. ASN yang terbukti melakukan pelanggaran hukum akan segera dievaluasi dan diganti.


“Kami ingin memastikan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat. Bila terbukti melanggar, akan kami lakukan evaluasi dan rotasi, baik di tingkat kepala seksi, kepala bidang, sekretaris dinas, kepala dinas, bahkan hingga pejabat tinggi lainnya,” tandasnya.



Melalui langkah-langkah tersebut, Jeje berharap terwujudnya pemerintahan yang bersih, melayani, dan dipercaya masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif mendukung program pembangunan dan pengawasan publik di Bandung Barat.


“Pemerintahan bersih bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga menjadi tugas bersama seluruh masyarakat. Mari kita wujudkan Bandung Barat yang maju, sejahtera, dan berintegritas,” pungkasnya.


(WAWAN GUNAWAN/ONOTZ)

Stay connected

20,120FansLike
2,493FollowersFollow
14,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -