Pebayuran.
Jurnalindonesiabaru.com-
Proyek Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang di kelola oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Kabupaten Bekasi, yang sedang berjalan di Kelurahan Kertasari, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi di tuding lemah pengawasan.

Pasalnya, proyek jalan lingkungan (Jaling) di anggap tidak sesuai spesifikasi, hal itu di katakan Didin Kubil (39) selaku tokoh pemuda Kertasari, dirinya menganggap proyek yang di kerjakan persis di depan SMAN 1 Pebayuran tidak luput bari lemahnya pengawas dan konsultan.

“Proyek yang di kerjakan asal jadi di Kelurahan Kertasari tepatnya di depan SMAN 1 Pebayuran, itu tidak luput lemahnya pengawas Dinas terkait dan konsultan, jika pengawas dan konsultan ketat, rekanan kontraktor pasti akan mengerjakan sesuai spesifikasi”. Ungkapnya rabu (29/08) di lokasi kegiatan.

Masih kata Kubil, Tidak seperti kontraktor yang mengerjakan proyek di Kertasari, yang Lapisan Penahan bawah (LPB) nya bercampur dengan tanah, bahkan dudukan papan

begistingnya pun di gali, berapa ketinggian yang akan di kerjakan kontraktor tersebut, itu sudah jelas-jelas merugikan uang Negara, dampaknya akan merugikan masyarakat kertasari.

Saya mewakili Masyarakat Kelurahan Kertasari, berharap agar kepada Dinas terkait harus memberikan teguran secara tertulis kepada kontraktor tersebut”.jelasnya.

Berbeda dengan Wawan atau biasa di panggil One, beliau selaku Konsultan di proyek tersebut, Ketika Jurnalindonesiabaru.com mencoba konfirmasi Via Whatsapp, kamis (30/08) namun yang bersangkutan langsung memblokir seolah tidak mau di konfirmasi, hingga akhirnya berita ini di turunkan.(zw)