JIB.Cikarang Selatan, Bekasi – Sugih Bin Andi yang lebih dikenal masyarakat dengan panggilan lurah Sugih kelahiran Bekasi dengan empat orang anak dari seorang istri bernama Nina Yuliana dulu sempat menjadi kepala Desa satu periode di Desa kelahirannya Desa Suka Resmi Kecamatan Cikarang Selatan kabupaten Bekasi pada tahun 2006 s/d 2012, Jum’at (09/11/2018).

Selama menjabat jadi kepala Desa satu periode, laki – laki berumur 42 tahun ini pernah menorehkan catatan cemerlang di mata masyarakat dalam hal kepemimpinannya. Dengan kondisi lingkungan desa yang sekitarnya banyak pabrik industri, Sugih berhasil memaksimalkan pembangunan Infrastruktur jalan-jalan perkampungan untuk mempercepat dan mempermudah masyarakat dalam aktipitas kerja yang notabene para karyawan perusahaan yang ada di sekitar wilayah Desanya. Bahkan yang masih berkesan dalam ingatannya ketika beberapa bulan jabatan kepala desanya berahir, ia berhasil merenofasi total bangunan kantor Desa menjadi termegah Sekabupaten Bekasi bukan dari dana anggaran pemerintah, melainkan hasil dari swadaya masyarakat dengan sukarela.

Sengaja Sugih tidak mencalonkan lagi jadi kepala Desa dalam periode selanjutnya, karena memberikan kesempatan bagi putra putri terbaik lainnya untuk pengabdian membangun masyarakat Desa Suka Resmi.

Setelah enam tahun berlalu, Sugih dengan berbagai aktipitas kesehariannya dalam sosial dan keagamaan, kini ia bertekad maju dalam kancah Pemilihan Umum Calon Legislatip 2019 mendatang dari partai Hanura dengan nomor urut 04 Dapil 1 meliputi 6 kecamatan (Cikarang Selatan, Cikarang Pusat, Setu, Serang Baru, Cibarusah dan Bojong Mangu).

Latar belakang majunya Sugih ke kancah Pileg 2019 mendatang, berawal dari seringnya ia mendapat obrolan dari berbagai tokoh masyarakat kampung berkaitan situasi kondisi masyarakat dengan berbagai problematika mulai dari mirisnya kemiskinan yang terjadi di lingkungan pedalaman padahal area sekitarnya di kelilingi gedung-gedung industri yang menghasilkan milyaran rupiah tapi banyak para pemuda masih banyak yang susah untuk bekerja. Faktor kemiskinan berimbas menjadi rendahnya pendidikan dan perihal kesehatan pun masih jadi problem bagi warga masyarakat yang kurang mampu.

Saat kunjungan silaturahmi di kediamannya, kepada wartawan JIB, Sugih mengatakan, “Naluri ingin memperjuangkan aspirasi masyarakat inilah sehingga saya bertekad maju dalam ranah kompetisi pemilihan calon legislatip untuk menjadi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di 2019 mendatang. Sebab, salah satunya lewat jalan ini nanti saya bisa berjuang lebih luas dalam membantu persoalan-persoalan masyarakat lewat kebijakan-kebijakan peraturan yang dibuat oleh DPRD dan di realisasikan oleh pejabat pemerintah kabupaten”. Ujarnya.

Masih kata Sugih, “Saya berharap kepada para tokoh dan masyarakat dari berbagai kalangan usia dan profesi, “mohon doa restu dan dukungan, agar niat dan tekad saya ini bisa terlaksana sebagai wujud nilai ibadah dan sosial yang bisa saya lakukan nantinya”. Dan Prinsip Slogan saya dalam proses pemilu ini adalah “SAKTI” (Sugih, Amanah, Konsisten, Tegas dan Istiqomah). Ucap Sugih. [TS/AB]