JIB | Bekasi- Setelah Depinitif Eka Supria Atmaja menjadi Bupati Bekasi yang sah di lantik pada tanggal 12 juni 2019 minggu kemarin, kini sudah mulai pendaftaran cawabup Bekasi, banyak menuai kontra berbagai kalangan dari Akedemis, Lembaga, LSM, Ormas, Wartawan dan Tokoh-tokoh masyarakat Bekasi.

Kemunculan nama H. Marzuki yang bakal di gadang-gadang ikut maju di bursa pencalonan wakil Bupati Bekasi tentu akan menjadi polemik serta menjadi pertayaan besar.

Siapapun calon yang akan terpilih nanti untuk mendampingi Bupati Bekasi, H.Eka Supria Atmaja, lebih pantas dan lebih tepatnya adalah orang asli Kabupaten Bekasi, yang memang memiliki skill serta mampu menyuarakan aspirasi masyarakat kabupaten Bekasi.

Kriteria calon wakil Bupati harus faham betul tentang segala persoalan, permaslahan dan dinamika kehidupan di wilayah Bekasi dan siapapun orangnya harus mempunyai konsep yang jelas, bukan omdo dan hoax.

Intinya harus mampu mengimprovisasikan dari segala hal tentang pengetahuan, pengalaman dan kridebilitas, bagaimana tata cara mengelola pemerintahan yang bersih, juga mampu menggali potensi-potensi yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi, karena sejauh ini banyak potensi yang dikembangkan konotasinya hanya untuk kepentingan pribadi atau golongan, bukan berimplikasi kepada output rakyat secara keseluruhan agar masyarakat Bekasi maslahat.

Tokoh masyarakat Bekasi H. Sunawan S.Pd.I angkat bicara intinya wakilnya Bupati itu harus orang yang sepaham dan sejalan dengan Bupati agar bisa menata, memajukan roda pemerintahan Bekasi, dan bukan itu saja tapi paham tentang Bekasi, paham tentang kebutuhan orang Bekasi, paham tentang geografis Bekasi, dan paham tentang kultur Bekasi.

“Kabupaten Bekasi itu punya kawasan yang terbesar se-Asia tenggara saya berpikir Bekasi adalah mesin dollar karena sirkulasi dan transaksi keuangan begitu dasyat, pertanyaan saya, apa yang ngga ada di Bekasi, semuanya ada, tetapi bagaimana pemerintahan Bekasi bisa Memenagemen agar Bekasi bisa mengatasi kemiskinan dan itu tidak terlepas dari kebijakan bupati dan wakilnya agar sepaham”, Jelas Sunawan kepada Jurnal Indonesia Baru, di kediamanya, kamis (20/06/2019).

Masih kata Sunawan, lebih eloknya wakil Bupati menguasai tentang Ekonomi Sosial Politik dan Budaya (Epoleksosbud), dan punya niatan untuk membangun Bekasi yang lebih baik kedepan nya.

“Di Sisi lain Sebagai Cawabup Bekasi harus punya wawasan yang luas tetang keilmuan dan pengalaman di bidang birokrasi pemerintan” Ungkapnya.

Sunawan juga, berharap agar Bekasi kedepanya lebih aman dan nyaman untuk kita semua, wa bil khusus ASN yang kerja di tatanan pemkab Bekasi lebih semangat dalam mengurus roda pemerintahan sesuai dengan selogan “Bekasi Baru Bekasi Bersih”. (*)