JIB | Kabupaten Bekasi,- Jembatan Cipamingkis yang berlokasi di Kampung Loji menuju Sirnajati, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, retak dan longsor yang semakin parah. Kajian ini meliputi kontur tanah di sekitar lokasi akses jalan yang longsor.

Dari pantauan media online jurnalindonesiabaru.com pada hari Sabtu tanggal 31 Agustus 19. Di lokasi jembatan tersebut terlihat jelas retakan di penyangga pondasi jembatan Cipamingkis dan nampak jelas retakan menggaris di pondasi penyangga tersebut belum lagi longsornya turap beton dan batu bronjong yang semakin mengikis jembatan.

“Padahal pekerjaan turap dan batu bronjong tersebut di perkirakan di bangunnya belum begitu lama,” ujar endang

“Hingga saat ini kondisi jembatan Cipamingkis dan kikisan longsor di dekat jembatan serta longsor dua bangunan tersebut belum ada perbaikan,” imbuhnya
Pemerintah Kecamatan Cibarusah dan Polsek Cibarusah serta Koramil 09 Cibarusah berikut di bantu warga setempat turut mengawasi jembatan tersebut dengan mengatur lalu lalangnya motor ataupun mobil yang melintas ke jembatan Cipamingkis. Hal tersebut di lakukan karena kondisi jembatan tersebut sangat mengkhwatirkan.

Endang Supriatna pemerhati lingkungan dari LSM GEMPAL saat di konfirmasi di lokasi Jembatan Cipamingkis oleh media online jurnalindonesiabaru.com. mengatakan. “kami sangat berharap pada pemda Kabupaten Bekasi dan Dinas PUPR agar berupaya melakukan tindakan secepatnya untuk menangani jembatan tersebut dan jika perlu untuk pembangunan jembatan Cipamingkis yang berlokasi di Kampung Loji menuju Sirnajati Kecamatan Cibarusah Kabupaten Bekasi agar di prioritaskan terlebih dahulu,” terang Endang
Endang menambahkan. “Sekecil apapun tindakan harus di lakukan pada jembatan tersebut, dan hal itu harus di lakukan agar tidak terjadi masalah yang sangat fatal pada jembatan Cipamingkis. Tindakan dan antisipasi perlu di lakukan agar tidak terjadi sesuatu, mengenai dibangunnya lagi ataupun tidak jembatan tersebut bagi kami tidak menjadi masalah, yang kami harapkan tindakan penanganan jembatan Cipamingkis.” Pungkasnya.(Dedi/Dre)