JIB | Kab Bekasi,- Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1440 H, anggota Polsek Cikarang Polres Metro Bekasi menghadiri acara giat santunan yatim piatu dan Tabligh Akbar yang bertempat di halaman Kantor Desa Karang Setia, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi. Senin, (09/09/2019)

Sebagai penyelenggara kegiatan pemberian santunan terhadap 120 anak yatim piatu, yaitu Pemerintah Desa Karang setia dan BPD Desa Karang Setia.

Sebelum pemberian santunan tersebut sambutan-sambutan di berikan, diantaranya sambutan pertama dari Ketua Panitia Saripudin Albasar, dalam sambutannya mengatakan.

“Kami mewakili atas nama panitia memohon maaf atas kekurangan baik dari segi jamuan maupun tempat yang kurang memuaskan,”

“Alhamdulillah pada Tahun ini kami bisa melaksanakan kegiatan Santunan Anak Yatim Piatu dalam rangka Tahun Baru Islam1441 H, kami memohon Do’a agar kegiatan ini akan terus berlangsung setiap Tahunnya,” tutur Saripudin

Sambutan kedua diberikan dari Bapak Armat Kepala Desa Karang Setia, dalam sambutannya menyampaikan.

“Kami mengucapkan kepada Karang Taruna beserta BPD yang sudah membantu Pemerintahan Desa Karang Setia untuk pelaksanaan Peringatan Tahun Baru Islam 1441 H”

Lanjut masih katanya “Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Sarim Kades Karang Satu, Bapak Margandi Kades Karang Rahayu dan Bapak Karta Wijaya Kades Karang Sentosa yang telah hadir dan membantu dalam pelaksanaan acara ini,”

“Alhamdulillah, setiap Tahun mulai dari Kepala Desa sebelumnya sudah memperingati Tahun Baru Islam dengan cara Santunan Yatim Piatu dan dengan diadakannya acara ini semoga anak-anak kita semakin banyak yang pintar mengaji serta banyak yang berakhlakul Karimah,” imbuhnya

“Insha Alloh rencananya Tahun depan kita akan mengadakan lomba MTQ, Adzan, Da’i cilik dan Tilawah tingkat anak” mulai dari Tingkat Desa mudah”an dari Karang Setia bisa mencapai lomba pada tingkat Kecamatan, Kabupaten hingga tingkat Nasional.” Tutupnya

Selanjutnya sambutan dari Ketua Forum BPD KecamatanKarang Bahagia

“Saya bangga kepada Kepala Desa Karang Setia yang sudah Peduli dengan kegiatan keagamaan apa lagi adanya kegiatan Santunan Yatim Piatu. Mari kita bersama-sama merubah diri untuk yang lebih baik agar tali silaturahim kita terus terjaga agar Pelayanan di Pemerintahan Desa Karang Setia terjalin secara silaturahim.” Ujarnya

Sambutan terakhir dari Kasie Pemerintahan Karang Bahagia. “Kami atas nama Pemerintahan Kecamatan Karang Bahagia memohon maaf apabila dalam Pelayanan Masyarakat Karang Bahagia kurang memadai baik dalam pelayanan KTP, KK dll, dikarenakan banyaknya gangguan signal sehingga menghambat proses Pelayanan,” paparnya

“Kami memberi masukan agar setiap desa membentuk BAZIS bagi para dermawan yang mana dana tersebut bisa disalurkan ke anak yatim yang membutuhkan biaya setiap bulannya,” imbuh Kasie Karang Bahagia

Sambungnya “Ada masukan lagi apabila adanya warga yang mampu berbahasa arab dapat menyalurkan dan mengajarkan anak-anak di Kecamatan Karang Bahagia agar anak-anak kita mampu berbicara bahasa arab dan bisa dilombakan pada tingkat Nasional.” Pungkasnya

Selesai sambutan-sambutan, dilanjutkan dengan acara Tabaligh Akbar, adapun pengisi acara tersebut. Da’i Cilik Bunga Aulia Putri dan KH. Tatang Khaerudin.

Dalam isi Tausiyahnya Da’i Cilik Bunga Aulia Putri menyampaikan.

Bulan Muharram adalah bulan yang suci dan bagi orang yang mempunyai kelebihan harta agar dianjurkan melakukan santunan kepada yatim piatu seperti yang dilakukan pada malam ini agar kita selalu mendapatkan keberkahan. Pada bulan Muharram ini kita harus banyak bersodakoh dan banyak tersenyum agar kita selalu diberikan keberkahan oleh Alloh SWT.

Dilanjutkan Tausiyahnya kedua dari KH. Tatang Khaerudin dalam Tausiyahnya menyampaikan.

Kebanyakan orang islam ga ada yang tau Tahun Baru Islam yang pada tau Tahun Masehi dimana peringatan Tahun Baru Islam semua sepi tapi pada Tahun Masehi semua orang merayakan mulai dari anak kecil hingga orang tua

Banyak orang yang mengaku beriman tapi tidak pernah sholat, ngaji itu sama aja bohong

“Perbedaan di Indonesia sama di arab diliat saat adzan berkumandang, di arab walaupun sedang rapat adzan berkumandang mereka berbondong” pergi ke Masjid nah di Indonesia pada saat rapat mereka malah tidak menghiraukan maka dari itu keberkahannya tidak ada,” Paparnya

“Ulama dan Umaroh harus berdampingan dalam situasi apa pun dan itu pun bagian yang tak terpisahkan.” Pungkasnya

Pukul 23.30 Wib kegiatan selesai, Penutup dan Do’a. Dalam acara tersebut situasi bertahan aman dan kondusif. (Dre)