JIB | Kabupaten Bekasi- Penemuan tumpukan batu bata kuno berbentuk seperti bangunan di Kampung lemahabang Desa Karang Mukti RT 03/05 Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi ini menjadi Pusat perhatian warga sekitar. Jum’at (06/12/2019).

Di areal persawahan sisi kampung, berada di tengah-tengah proyek pembangunan embung dengan kedalaman kurang lebih 3 meter tampak timbul tumpukan batu bata kuno tersebut seperti hal nya bangunan pada masa beberapa abad silam.

Bangunan ini menyimpan misteri yang belum terkuak sampai saat ini dan menjadi pertanyaan masyarakat, apakah Peninggalan para Raja ataukah Peninggalan para pejuang Indonesia.

Asim salah satu warga sekitar menceritakan kejadian penemuan batu bata kuno ini saat di gali memakai alat berat beko dengan kedalaman 3 meter tiba-tiba alat berat nya mati, sudah dua alat berat yang mati pada saat penggalian untuk meratakan.

“Dan ada orang yang kerasukan makhluk gaib yang tak kasat mata, memberikan pesan agar tumpukan batu bata kuno ini jangan di pindahkan.” Jelasnya.

Hal yang sama di katakan Sukarma warga setempat, banyak keanehan tentang batu bata kuno, saat penggalian tanah buat embung di kedalaman tiga meter di tengah-tengah ada tumpukan batu bata kuno yang panjang dua meter setengah tinggi satu meteran, saat di angkat oleh alat berat, malah mati dengan sendirinya alat berat tersebut.

“Saya berharap kepada Pemkab Bekasi agar penemuan batu bata kuno menjadi cagar budaya Bekasi” kata Sukarma.

Di tempat terpisah Mardi Kades Karang Mukti mengatakan temuan tumpukan batu bata kuno dan beberapa logam yang tertera dengan tulisan prize jewellery modern flower 1899, dan ini menjadi perhatian publik, sampai camat Karang bahagia sudah turun dan melihat langsung.

“Dengan adanya batu bata kuno yang berada di tengah proyek pembangunan embung ini bisa di jadikan perekonomian di masyarakat kita, dan ini harus di rawat dan di lestarikan agar menjadi daya tarik destinasi wisata dan menjadikan cagar budaya Bekasi” tutupnya.

Sampai saat ini tumpukan batu bata kuno tersebut menjadi saksi dan sejarah bahwa peradaban manusia dari masa ke masa itu mengalami fase perubahan dan ketiadaan. (Obet)