Pic by. Syaefudin Jufry

JIB | Kabupaten Indramayu,- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Darma Ayu melalui supervisor layanan masyarakat media dan pelanggan Budi Suprihatin menegaskan, hingga kini belum ada kenaikan tarif, seperti yang berdedar di media sosial belakangan ini.

Menurutnya, jika ada pelanggan yang merasa jumlah tagihannya naik, kemungkinan itu disebabkan dari pola pemakaian air pelanggan yang sering luber, bisa jadi ada kebocoran pipa persil, atau pagar terkunci jadi pemakaian airnya di rata ratakan kecil padahal pemakaian aslinya tidak segitu, jadi ketika dibaca benar jadi besar, bisa juga water meter di dalam rumah atau terhalang sehingga sulit untuk bisa dibaca pembaca meter yg pada ahirnya di rata-ratakan.

“Kalaupun ada kenaikan juga pihak PDAM pasti ada sosialisai pemberitahuan kepada masyarakat dan rekan media” tutur Budi Suprihatin kepada media online jurnalindonesiabaru.com saat di temui di kantornya pada hari jumat, 10/01/2020, siang.

Sambungnya, kalau untuk masalah air keruh karena memang saat ini curah hujan tinggi dan terjadi banjir intensitas lumpur tak terelakkan jadi untuk pengolahannya sangat sulit, kondisi tersebut menjadi kendala yang cukup rumit bagi PDAM Tirta Darma Ayu. Pasalnya, jika air dibiarkan terus mengalir, air akan keruh. “Tapi jika dihentikan justru akan lebih parah karena kebutuhan air banyak bertumpu pada PDAM, ucap Budi

Pelanggan juga dapat melakukan pengaduan ke PDAM Tirta Darma Ayu apabila tarifnya dinilai tidak sesui dengan ketetapan tarif.

(Dre)