JIB | Bekasi Kota, – Warga Perumnas 1 Kranji, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat, menolak pembangunan labkesda. Rencananya gedung laboratorium itu dibangun oleh Dinas Kesehatan Kota Bekasi. Selasa (29/07/2020).

Penolakan terutama datang dari warga Perumnas wilayah RW 06
Selain itu, warga RT 01 sampai RT 09 Rw 06 Kelurahan Kranji Kota Bekasi Menolak keras lembangunan Labkesda.

Atas keterangan salah satu Tokoh masyarakat H. Puabata menjelaskan pada prinsipnya masyarakat, apalagi rumah nya yang agak dekat gerbang Lab terdampak pembangunam Labkesda yang akan menimbulkan limbah dan lain sebagai nya, kalau andaikan limbah itu tersalur atau mengalir ke got, tetap yang kena dampak masyarakat sini, apalagi disini rawan banjir saat musim hujan.

“Sekarang kita mencegah untuk sepuluh tahun yang akan datang gimana nasib anak cucu kita nanti, dan amat disayangkan
kenapa harus dilawan dengan aparatur, wargakan hanya menolak adanya pembangunan Labkesda, kenapa harus di copot spanduk penolakan warga “Ujarnya Puabata pada awak media.

masih kata, Puabata bahwa tindakan pencopotan spanduk penolakan disaat warga tidak di lokasi karena masing masing warga beraktifitas kerja, yang kami heran Kenapa harus dibangun diperumnas kalau di samping puskesmas masih ada lahan kosong, dan bisa di tukar guling dengan kantor Pos.

Tempat terpisah Sofiah salah satu warga yang warga yang menolak pembangunan Labkesda yang sehari hari merupakan seorang guru, warga RT. 002/RW. 006, Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi Sofiah merupakan saksi mata yang mengetahui saat kejadian penertiban dengan tindakan pencopotan spanduk oleh anggota Satpol PP dari Kecamatan Bekasi Barat.

“Oh ini dari Kecamatan yang mencopot (spanduk), Satpol PP -nya dari Kecamatan bilang sama pak RT, bahwa Satpol PP itu dari Kecamatan (Bekasi Barat),” jelasnya.

Sofiah juga, menjelaskan bahwa Ia melihat anggota Satpol PP yang diterjunkan cukup banyak banget ada sekitar satu mobil, Polisinya juga ada di sisi jalan utama sekitar 5 personil,” ungkapnya sambil menunjuk ke arah depan kantor UPTD LABKESDA.

disampaikan Ketua RT setempat Bagus Wicaksono saat dikonfirmasi menegaskan terkait pembangunan sebelumnya tidak ada pemberitahuan kepada warga.

“Warga Menolak karena tidak adanya sosialisasi terhadap lingkungan (warga sekitar),” Ujar Wicaksono.

Kemudian dengan adanya Pembangunan LABKESDA ini, lanjut, Wicaksono yang kami tau bahwa ini adalah tempat penyimpanan sample darah dari berbagai macam penyakit, yang saat ini juga ada di wisma Rawa tembaga, tapi itupun belum ada sosialisasi dari pak Lurah dan pak RW, maupun ketua RW. 006.

“Namun begitu kami tetap terima dan kami tanyakan ke warga, Warga merespon dengan tegas menolak, bahkan dari tokoh-tokoh kami. disini menanyakan hampir kesemua warga, dan bahkan warga RW.06 menolak Atas Pembangunan gedung Labkesda ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kelurahan Kranji Andi Kristanto saat di konfirmasi Via sambungan telepon melalui aplikasi WhatsApp terkait Pencopotan Spanduk yang dilakukan oleh Anggota Satpol PP. “Semua sudah dikoordinasikan dengan pihak Kecamatan Bang, selaku OPD kami. (Thoyang)