JIB | Ambon,- Kelompok Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) Kota Ambon berkumpul melakukan diskusi/musyawarah untuk melakukan pencegahan berkembangnya situasi yang mengarah pada gangguan kamtibmas jelang Pilkada 2020, dimana terdapat Pro dan Kontra berbagai aksi terkait kepulangan HRS dan penurunan Baliho diberbagai daerah di Indonesia para Tokoh Agama dan masyarakat harus bersikap tidak menimbulkan berbagai kecaman atau aksi yang mengarah pada keributan, kita sikapi dengan lapang dada dan kepala dingin. (10/12).

“kelompok FPMM Kota Ambon menyikapi masalah diberbagai daerah Indonesia atas kepulangan HRS dan Penurunan baliho banyaknya sikap Pro dan Kontra dari berbagai kalangan umat Muslim sehingga dampak tersebut dapat memecah belah persatuan dan kesatuan umat muslim masalah tersebut merupakan kesalahan kami para Tokoh Agama, karena kurangnya komunikasi dan sosialisasi kepada masyarakat setempat sehingga diharapkan kepada masyarakat Kota Ambon yang beragama muslim yang sudah lama terjalin toleransi yang baik antar umat beragama Ketua Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) Kota Ambon, Ustad M. Syahril Wasahua.

Diketahui juga bahwa kita sudah malakukan komunikasi dan mediasi kepada saudara kita semua umat Muslim khusunya Kota Ambon untuk kembali kepada Islam yang benar, pihaknya juga tidak mengetahui bahwa menjalin ukhuwah Islamiyah sesuai syariat Agama Islam sesuai ajaran Nabi Kita Muhammad SAW.

“Kita sudah komunikasikan kepada semua pihak terkait dan kita sepakati untuk rencana melakukan statement dan penryataan untuk kembali menciptakan situasi aman dan damai yang sesuai ke syariat Islam sesuai ajaran Nabi Muhammad S.A.W serta dengan permintaan para tokoh – tokoh yang ada di Kota Ambon, kami berharap untuk bisa ciptakan situasi aman dan damai jelas” Ustad M. Syahril Wasahua.

Dalam acara silaturahmi serta pertemuan bersama tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat pihak FPMM Kota Ambon sepakat untuk kembali keaturan Islam yang sesungguhnya, dimana komitment tersebut dilakukan dengan mengucapkan statemen mangajak seluruh umat muslim untuk tidak terprovokasi dan bersama – sama ciptakan situasi aman dan damai (Red)