JIB | CIKARANG UTARA, BEKASI – Jalan masuk menuju proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTG & U) Jawa 1 Cibatu Cabang Cilamaya yang berada di Desa Karangraharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, ditutup warga. Yang sebelum sudah ada nota kesepakatan antara pihak Desa, warga dan para perwakilan dari kontraktor yang ada di proyek PLTG-U di aula Desa karangraharja pada jam 16 : 30 WIB, hari Rabu tanggal 27 Januari 2021.

Padahal, jalan tersebut menjadi salah satu jalan alternatif bagi warga tiga Desa dan dua Kecamatan yakni, Desa Waluya, Desa Karangraharja, Kecamatan Cikarang Utara dan Desa Karang Rahayu, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

“Mulai hari ini jalan menuju PLTG-U, tepatnya jalan Pisangbatu ditutup, lantaran jalan rusak dan banyak kendaraan yang tergelincir,” kata Toyod warga Kampung Walahir kepada awak media dilokasi penutupan jalan, Kamis (4/2/2021).

Dengan memblokade jalan dengan barikade bangku dan batang pohon dan dipasang spanduk pemberitahuan penutupan jalan. Warga, meminta jalan diperbaiki atau ditambal sulam agar tidak membahayakan pengguna jalan dan merugikan warga yang berada dipinggir jalan tersebut.

“Saya yang merasakan siang malam tinggal dipinggir jalan ini. Apalagi, kalau mobil proyek masuk udah nggak mikirin ada warga di pinggir jalan, karena bawa mobil nggak pernah pelan sampai mancrot lumpur di campur air dari kubangan jalan yang rusak itu,” cetus Nani pedagang di pinggir jalan arah PLTG-U.

Dikatakan Toyod, selama adanya proyek PLTGU yang dirasakan hanya ngeri melihat mobil proyek siang malam lewat bermuatan berat, kalau siang, jalan ngebul. Sementara kalau musim penghujan saat ini, jalan becek dan berlubang seakan dibiarkan oleh para pemangku jabatan. Apalagi Pihak Proyek PLTG-U.

“Selama berjalanya proyek tidak ada uang konpensasi untuk warga. Padahal, saya yang sehari-hari yang kena imbas jalan proyek, musim panas ngebul, musim hujan nyeret cuma kebagian sedihnya doang,” sindirnya.Toyod berharap, jalan menuju PLTG-U yang berada di Desa Karangraharja, Kabupaten Bekasi minta diperbaiki atau tambal sulam, agar semua masyarakat merasa nyaman saat musim panas ataupun musim penghujan saat ini.

“Warga sebenernya nggak minta macem-macem, cuma perhatikan jalan yang mereka lewati. Apa lagi saat musim hujan seperti ini,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Safwan mengungkapkan, pada tanggal 26 Januari 2021, pihak PLTGU sudah mediasi dengan warga. Waktu itu, pihak PLTG-U mau bersepakat untuk memperbaiki jalan, ternyata tidak ada kesepakatan antara warga dengan PLTG-U.

“Tanggal 27 Januari kita rapat lagi di Desa yang dihadiri Humas dari PLTG-U dan 5 kontraktor yang ada PLTGU tersebut. Hasil dari pertemuan itu akan ada realisasi sebelum tanggal 30 Januari. Nah, dari kesepakatan itu tertuang dalam berita acara tetapi tidak diindahkan juga,” jelasnya.

Warga melihat, sambung Safwan, tidak ada itikad baik dari pihak PLTG-U untuk melakukan perbaikan jalan warga yang semakin rusak parah. Banyak ibu-ibu atau anak-anak yang jatuh, kalau mau melihat bukti ada, saksi banyak.

“Pada tanggal 2 hari Selasa di minggu ini, sebenarnya warga mau melakukan aksi, tapi kita redam karena Kabupaten Bekasi dalam keadaan PSBB Covid-19,” imbuhnya.

Sebelumnya juga, dari Kanit intel Polsek Cikarang dan Polres Bekasi melakukan mediasi, kita minta dihadiri dari pihak perusahaan untuk perbaikan jalan, tetapi lagi-lagi pihak PLTG-U diwakili dengan Humas.

“Humas sendiri, tidak bisa memberikan jawaban yang pasti terhadap masyarakat, akhirnya kita bubar dan kita tunggu karena akan ada pertemuan pertemuan yang lain lagi informasi dari Humas,” ulas Safwan.

Dalam hal ini, tambah Safwan, Humas akan menyampaikan kepada pusat, karena banyak warga yang jatuh dan secara sepontan warga pun menutup jalan Pisangbatu, Desa Karangraharja, Kabupaten Bekasi.

“Saya mewakili dari Pemdes, karena Pemdes sudah melakukan upaya-upaya mediasi dengan PLTGU. Yang jelas kami sudah membuat berita acara dan hasil pertemuan itu sampai sekarang tidak ada realisasi sedikit pun dari pihak PLTG-U,” Tutupnya.

Dalam pantauan media Jurnal Indonesia Baru selang beberpa jam kemudian jalan akses yang di tutup warga, lewatlah beberpa mobil bermuatan alat berat, yang tonase nya melebihi kapasitas yang membuat jalan rusak parah, apakah itu sudah sepakat antara Pihak warga dengan kontraktor PLTG-U, ikuti berita lanjutannya.

Biro Bekasi : Endang Prabu