JIB | KABUPATEN BEKASI – Para santri yang mayoritas anak-anak usia SD yang mukim di Majlis Pesantren Darut Taufiq, Kp. Rukem RT/RW. 001/005, Ds. Jatireja, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, dengan didampingi beberapa pemuda jamaah Majlis Dzikir Darut Taufiq pimpinan Ustad Taufik Suprapto menggalang donasi kepada para pengguna jalan di jalur arah Lemahabang – Tegaldanas tepatnya di Jalan Kampung Rukem.

Para santri cilik usia SD tersebut diantaranya : Sholahuddin, Angga, Ihsan, Faris, Syauki dan Oing. Sementara pemudanya : Adi Septiana (bang Pegek), Abdul Kohar, Acep Yusuf, Eka, Ma’il, Piang dan Amil.

Dimulai sejak pagi pukul 07.00 s/d 11.00 WIB para santri mendapatkan hasil donasi sebanyak Rp. 788.000., (tujuh ratus delapan puluh ribu rupiah) dan satu karung beras dari salah seorang donatur. Senin (22/02/2021).

Kordinator pelaksana penggalangan donasi, Adi Septiana yang biasa disapa bang Pegek, ia mengatakan bahwa uang dan beras hasil penggalangan anak-anak santrinya Ustad Taufik ini akan langsung diberikan kepada para korban banjir di Desa Cipayung, Cikarang Timur yang sejak Sabtu kemaren dilanda banjir yang kedua kalinya setelah tanggal 04 Februari lalu.

“Banjir kali ini lebih besar dibanding yang lalu,” ujar bang Pegek.

“Kami tidak bisa berbuat apa-apa mengetahui saudara-saudara kami yang kena musibah. Kami Cuma sedih. Mau membantu secara pribadi tapi tidak bisa. Guru kami, Ustad Taufik, semalam mengarahkan agar kami bersama para santrinya menggalang donasi dijalan, sekalian melatih dan menanamkan rasa kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

“Semua hasil bantuan ini kami berikan melalui rekan kami wakil ketua Ansor, bang Ranen dan komandan Ismail, Satkoryon Banser Cikarang timur. Mereka sejak terjadinya banjir pertama sampai sekarang selalu aktip membantu evakuasi warga dan membuka posko banjir di Desa Cipayung dan Labansari, Cikarang Timur,” terang Adi Septiana, bang Pegek.

Bang Pegek juga mengatakan, bahwa gurunya, Ustad Taufik, berpesan semoga bantuan yang tidak seberapa ini bisa sedikit bermanfaat untuk meringankan saudara-saudara kami yang sedang terkena musibah banjir.

“Semoga semua bersabar dalam musibah, dan bisa membuka mata hati para dermawan lainnya untuk merasakan dan mau ikut peduli,” pesan Ustad Taufik melalui bang Pegek. ( Prabu)