JIB | Bandung – Terkikisnya rasa nasionalisme di kalangan masyarakat dikarenakan berbagai faktor yang fragmatis (SARA), dikhawatirkan akan berdampak buruk kepada persatuan dan kesatuan bangsa. Berbagai permasalahan yang seolah datangnya bertubi-tubi, dengan mudahnya dapat menjadi triger untuk terjadinya gesekan konflik antar golongan yang melukai nurani bangsa.

Untuk itu perlu pendidikan dan pembinaan karakter bangsa demi memajukan peradaban, agar menjadi bangsa dengan sumber daya manusia yang berilmu, berwawasan luas dan berkarakter dalam menunjukkan kedaulatan negri.

Karakter merupakan hal sangat esensial dalam berbangsa dan bernegara, karena hilangnya karakter akan menyebabkan hilangnya generasi penerus bangsa. Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah harga yang tidak bisa ditawar, mengingat modal perjuangan untuk mejadikan Indonesia seperti saat ini tidaklah murah, membutuhkan pengorbanan keringat, darah dan air mata, mengalahkan egosentris keyakinan dan latar kedaerahan demi membentuk manusia dan masyarakat Indonesia yang berdaulat dan berakhlak mulia.

Fenomena akhir-akhir ini, banyak ditemukan dan dirasakan dilingkungan masyarakat, tentang adanya segelintir komunitas yang membawa dogma baru dalam berkeyakinan dan memiliki kecenderungan untuk menganggap keyakinan kelompok lain, tidak benar atau kurang sempurna. Dengan tagline pemurnian, peningkatan kadar maupun penyempurnaan ritual keyakinan, menjadikan mereka ekslusif dan siapapun diluar meraka derajatnya lebih rendah, bahkan layak dimusuhi.

Pemahaman radikal yang diawali dengan doktrin yang memicu sikap intoleran, telah mengoyak kerukunan dan sendi kehidupan sosial yang selama ini telah terjalin erat dengan budaya bangsa yang menjadi ciri khas kita.

Atas dasar semangat Kebangsaan dan Persatuan segenap elemen sosial kemasyarakatan, Forkopimcam Gedebage, pada tanggal 18 Maret 2022, bertempat di masjid Utsman bin Affan kompleks Griya Cempaka Arum, melaksanakan kegiatan safari jum’at dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan serta penyegaran kembali tentang Wawasan Kebangsaan dan Toleransi dalam Bermasyarakat.

Melaksanakan silaturahim dialog, sambang, sosialisasi dan pembinaan/penyuluhan serta menyerap masukan dan permasalahan yang terjadi dilingkungan masyarakat untuk selanjutnya bersama-sama dicarikan solusi pemecahannya.

“Silaturahmi ini untuk menyerap masukan -masukan dan permasalahan yang terjadi dilingkungan masyarakat, dan kita bersama- sama mencari solusi pemecahan masalah tersebut,” kata Jaenudin, A.P, M.Si, selaku Camat Gedebage.

Camat Gedebage, Jaenudin,A.P. M.Si juga mengatakan, Kegiatan ini akan dilaksanakan secara berkesinambungan dengan memberdayakan segenap elemen masyarakat, Tomas dan Toga serta stake-holder terkait, sebagai bentuk loyalitas tugas dan keperdulian Forkopimcam dalam mengayomi dan melayani masyarakat Gedebage, serta menjamin kelangsungan kehidupan bermasyarakat yang damai, rukun dan toleran.

“Kegiatan ini akan kami laksanakan secara berkesinambungan, ini adalah bentuk kepedulian Forkopimcam Gedebage dalam mengayomi dan melayani masyarakat, agar tercipta kerukunan, kedamaian dan toleransi.” pungkas Jaenudin. (AS)