JIB | KABUPATEN BEKASI, – Tak punya bangunan sekolah Siswa di Kabupaten Bekasi, menumpang digedung Sekolah Dasar (SD) Negeri. Sebanyak 129 siswa kelas 7,8 dan 9 SMPN 3 Bojongmangu belajar dilantai dan inilah dunia pendidikan di kabupaten Bekasi, kalau sudah seperti ini seharusnya pemkab Bekasi,. Khususnya Dinas Pendidikan jangan diem bae. Karena pendidikan adalah salah satu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Salah satu siswa kelas 9 bernama Lisa Amanda mengantakan sudah 3 tahun bersekolah di SMPN 3 Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, tidak mempunyai bangunan sekolah dan hanya menumpang di,sekolah lain.

“Kita sudah 3 tahun bersekolah disini tidak mempunyai bangunan, keinginan kita inggin mempunyai bangunan biar adik-adik kita yang masuk sekolah disini biar bisa lebih nyaman kan kita masih numpang juga, apalagi kita belum mempunyai tempat duduk dan hanya belajar dilesehan begini,”Ucap Lisa Siswa yang duduk dikelas 9 SMP Negeri 3 Bojongmangu, Kabupaten Bekasi.

Dua murid SMPN 3 Bojongmangu menagis, meminta ke Bupati Bekasi menyediakan tempat bangunan sekolah.

Dirinya merasa selama belajar dilantai merasakan sakit dan sesak karena bertumpuk-tumpuk dengan siswa yang lain.

“Ko bisa sih sekolah kita kaya gini, kita pengen punya sekolah yang lebih layak dan nyaman, kita berharap ke bapak bupati semoga kita mempunyai sekolah yang lebih layak lagi,” harap Lisa sambil mengeluarkan air mata kesedihan saat diwawancara oleh tim media.

Ketua Komite SMPN 3 Bojongmangu Ondang Donal sangat prihatin melihat para siswa yang tak mempunyai bangunan sekolah dan melakukan kegiatan belajar hanya di atas lantai, padahal pengajuan Ruang Kelas Baru (RKB) SMPN 3 Bojongmangu sudah lama diajukan, namun sangat disayangkan hingga kini belum dibangun.

“Miris sekali para siswa melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) hanya di atas lantai, padahal dengan kegiatan belajar seperti itu sangat beresiko bagi kesehatan para siswa,” terang Donal.

Ada sebanyak 129 orang siswa yang bersekolah di SMPN 3 Bojongmangu Bekasi, yang sebelumnya ada sekitar 200 lebih siswa. Bahkan yang pertama itu sudah ada yang mendaftar hampir 300 lebih siswa yang ingin bersekolah di sini, para siswa waktu itu berharap mempunyai bangunan sekolah yang layak, akhirnya jumlah siswa berkurang dan sekarang hanya ada 129 siswa.

“Jadi karena melihat menimbang sekolah belajar demprok yang ada sesak napas, akhrinya separuh siswa pindah sekolah yang mempunyai meja bangku belajar,”sesal Odang. Kamis (28/7/2022).

Seperti diketahui SMPN 3 Bojongmangu hanya berjarak ratusan meter dari pusat pemerintahan kabupaten Bekasi dan kawasan industri,

namun kegiatan KBM para siswa masih numpang di gedung SDN Sukabungah 01, dan juga para siswa hanya belajar diatas lantai karena tidak memiliki gedung sendiri.

Kegiatan belajar ala lesehan

“Kami selaku komite SMPN 03 Bojongmangu berharap agar pemerintah Kabupaten Bekasi, terutama Disdik, Bappeda, Dinas Pupr, DPRD, terkhusus PJ Bupati, agar merealisasi usulan RKB gedung SMPN 3 Bojongmangu dikabulkan pada tahun 2023 menjadi prioritas jangan sampai gagal lagi,” harapnya.

Sebelumnya ketua komite juga bersama kepala sekolah dan juga perwakilan guru SMPN 03 Bojongmangu mendatangi komisi III DPRD kabupaten Bekasi, untuk mempertanyakan lambatnya pembangunan ruang Kelas Baru (RKB) untuk SMPN 3 Bojongmangu.

Kabiro Bekasi : Endang Prabu