Pelepasan Dongdang Oleh Camat Cilebar Dalam Acara Hajat Bumi di Desa Pusakajaya Selatan

JIB | Karawang, – Gelaran Hajat Bumi yang tiap tahun nya di gelar masyarakat Desa Pusakajaya Selatan Kecamatan Cilebar Kabupaten Karawang, dalam kegiatan ini banyak warga datang dengan berbondong – bondong untuk ikut memeriahkan adat desa serta di iringi kesenian dan menpilkan kreasi anak – anak dengan menampilkan seni ibing pencak silat, selain itu dilaksanakan arak arakan dongdang yang berkeliling lingkungan desa.

Pelepasan arak arakan dongdang oleh Camat Cilebar, dengan diiringi kesenian tradisional. Dangdong (wadah palawija hasil bumi) seperti padi, sayuran, buah-buahan dan hasil bumi lain nya, hajat bumi ini dalam rangka syukuran para petani mensyukuri hasil bumi bertempat di Desa Pusakajaya Selatan Kecamatan Cilebar Kabupaten Karawang, Jumat (20/01/23).

Dikatakan Achmad Kartiwa sebagai Camat Cilebar, dengan mengadakan tradisi hajat bumi di Desa Pusakajaya Selatan, dirinya merasa bangga atas partisipasi semua pihak khususnya nya masyarakat Desa Pusakajaya Selatan dengan di gelarnya tradisi hajat bumi yang mengikuti masyarakat dengan sangat antusias penuh semangat kebersamaan.

“Kami ingin mengajak para generasi muda dengan digelarnya tradisi hajat bumi agar dapat mempertahankan dan melestarikan budaya yang sudah ada jaman dahulu, agar jangan tergerus oleh budaya asing, dalam acara ini banyak nilai positif yang dapat diambil dan diterapkan dalam kehidupan sehari – hari, diantara tentang kebersamaan,” ucapnya.

Heri Herdiana sebagai Kepala Desa PJS Pusakajaya selatan waktu ditemui disela – sela kesibukannya dilokasi sedang berlangsungnya acara hajat bumi mengatakan, tradisi hajat bumi dalam rangka Syukuran kepada Allah SWT atas limpahan Rizki yang diberikan dari hasil panen bumi.

“Pemerintah Desa Pusakajaya Selatan Kecamatan Cilebar bersama warga masyarakat kompak menyelenggarakan acara tradisi hajat bumi. Kegiatan yang dijadikan ajang mempererat silaturahmi antar warga,” terangnya.

Ditempat yang sama ditengah kemeriahan pentasan kesenian tradisional, H. Adang Taryana sebagai Ketua panitia pelaksana tradisi hajat bumi di Desa Pusakajaya Selatan mengatakan, bahwa tradisi hajat bumi rutin dilaksanakan setiap tahun setelah panen padi.

“Kegiatan ini adalah sebagai tanda akan dimulainya bercocok tanam sehingga tradisi ini sebagai bentuk rasa syukur kami kepada Tuhan Yang Maha Esa atas pemberian rezeki yang cukup melimpah berupa hasil panen padi,” ujarnya. (Sule/Ey – Amir)