Jurnal Indonesia Baru

Muspika Cibuaya Bersama Masyarakat Dan PJT II Rengasdengklok Lakukan Gorol Untuk Bersihkan Sampah

JIB | Karawang,- Menyambut datangnya musim tanam padi di tahun 2023, Muspika Kecamatan Cibuaya Kabupaten Karawang, bersama masyarakat lingkungan Kecamatan Cibuaya yang di pimpin oleh para Kades Se-Kecamatan Cibuaya beserta pihak PJT II Rengasdengklok lakukan Gorol atau gotong royong.

Kegiatan tersebut agar dapat memperlancar jalannya air dengan cara membersihkan sampah eceng gondok di Saluran Sekunder (SS), dimulai dari Dusun 3 Cibuaya Blok Bojong Gang Seri hingga masuk wilayah Desa Kedungjaya, Jayamulya dan Gebangjaya, Kamis (24/08/23).

Dilokasi kegiatan gorol atau gotong royong, Agus Somantri, S.IP.MM sebagai Camat Cibuaya mengatakan, puluhan warga petani lingkungan Kecamatan Cibuaya, bersama Pemdes Se-Kecamatan Cibuaya yang dipimpin langsung oleh para Kepala Desa dan dibantu pihak PJT II Rengasdengklok, berperan serta membersihkan sampah di saluran sekunder dekat pasar tradisional Cibuaya.

“Para petani dan elemen lain masing – masing membawa berbagai perlengkapan, seperti cangkul, skop, parang dan lainnya untuk membersihkan sampah eceng gondok di saluran sekunder, dengan tujuan agar aliran air dapat berjalan lancar hingga bisa masuk ke area pesawahan para petani,” ungkapnya.

Menurutnya, Mengingat musim tanam tiba, masyarakat petani membutuhkan air yang cukup banyak untuk mengairi area pesawahnya. Selain itu, kegiatan ini untuk mencegah terjadinya penumpukan sampah dan lumpur, sehingga terjadi pendangkalan saluran air yang nantinya akan menghambat lancarnya aliran air menuju area persawahan petani.

‚ÄúSetiap musim tanam kita wajib turun melakukan Gorol, untuk memperbaiki saluran sekunder dan saluran primer dengan cara gotong royong bersama masyarakat petani. Sejauh ini saluran air diwilayah setempat belum dapat melayani areal persawahan secara keseluruhan,” ujarnya.

Ditempat yang sama, H. Ita Warsita sebagai Kepala Desa Cibuaya mengatakan, kegiatan gorol atau gotong royong dilakukan untuk mencegah terjadinya penumpukan tanah lumpur dan sampah eceng gondok di saluran sekunder lingkungan Kecamatan Cibuaya.

“Kalo kita tidak melakukan kegiatan ini, dampaknya akan mengganggu atau menghambat kelancaran saluran atau aliran air irigasi yang menuju ke area persawahan para petani. Dengan adanya kegiatan yang kita lakukan mudah mudahan dalam musim tanam dapat teratasi, karena pasokan air bisa lancar,” pungkasnya. (SUL/EY)