Jurnal Indonesia Baru

“Sinergi Dalam Menggapai Masa Depan” Kapolda Jabar Silaturahmi dengan Rektor Universitas dan Perguruan Tinggi Jawa Barat.

JIB | BANDUNG, – Kapolda Jabar Silaturahmi dengan Rektor Universitas dan Perguruan Tinggi Jawa Barat dengan tema “Sinergi Dalam Menggapai Masa Depan” di Ruang Aula Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat Jl. Soekarno Hatta No.839, Babakan Penghulu, Kec. Cinambo, Kota Bandung, Rabu 20/09/23.

Kegiatan tersebut diselenggarakan bermaksud menjalin Silaturahmi dengan civitas Akademik Universitas khususnya di Jawa Barat untuk mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif serta membentuk sebuah karakter dan jatidiri seorang Mahasiswa sebagai Agen Of Change yang berfikir kritis, kreatif dan inovatif menuju Indonesia Emas tahun 2045.

Dalam acara silaturahmi yang digelar tersebut dihadiri langsung oleh Kapolda Jabar Irjen. Pol. Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M, Brigjen Pol. Bariza Sulfi, S.I.K (Waka Polda Jabar) beserta PJU Polda Jabar, Dr. H. R. Iip Hidajat, M.Pd. (Kepala Badan Kesbangpol Prov. Jabar yang mewakili PJ Gubernur Jabar), Dr. H. Abdul Harris Bobihoe (Ketua Komisi V Mewakili Ketua DPRD), Kolonel CAJ Rudi Prianto (Staf Ahli Pangdam III Siliwangi Bidang Ekonomi).6. Bapak Sani Rozali, S.H., M.H (Koordinator Kajati Jabar), Dr. M. Samsuri, S.Pd., M.T. IPU. (Kepala LLDikti Wil IV Jabar), Bapak Rifqi Alimubarok. S. Ag., M.Si (Ketua KPU Prov Jabar), Bapak Setia Budi Hartono, SH.,MH (Kabag Penanganan Penyelenggaraan dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu), H. Efendi Rahmat, M .Ag (Perwakilan Kemenag Jabar), Prof Dr. UMAM SUHERMAN, AS, M.Pd (Guru Besar dan Pemerhati Pendidikan), Rektor Universitas dan Warek Perguruan Tinggi di Wilayah Jawa Barat.

Kapolda Jabar Irjen. Pol. Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M dalam sambutanya katakan bahwa, “Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa saat ini, kita semakin mendekati hari H Pemilu 2024 yang akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024 mendatang, atmosfer dan temperatur Politik pun semakin terasa mengalami peningkatan. Pertempuran narasi antar relawan dan pendukung ketiga bakal calon tampaknya menjadi magnet perbincangan publik, baik di dunia nyata maupun dunia virtual. Realitas aktual dan faktual ini telah menjadikan arena Politik pun otomatis dipenuhi gejolak.
Kita bisa melihat berbagai perang retoris yang menghiasi media sosial dan layar gawai. Dalam takaran tertentu, perbedaan pilihan Politik merupakan konsekuensi logis dari apa yang namanya demokrasi, sehingga perbedaan pilihan sesungguhnya merupakan dinamika kontestasi,” Ungkap Kapolda Jabar.

“Sepanjang semua berbicara dan bergerak dalam konteks untuk kepentingan bangsa dan negara. Untuk itulah, di atas perbedaan pandangan dan pilihan Politik, semangat persatuan dan kesatuan harus menjadi landasan utamanya untuk menghindari dampak negatif polarisasi yang bisa mengarah pada perpecahan. Bapak dan ibu sekalian yang saya banggakan, Setelah sebelumnya kita memasuki era vuca (volatility, uncertainty, complexity dan ambiguity) dimana mengilustrasikan sebuah kondisi transformasi yang terjadi dengan super cepat, tanpa bisa kita duga, rumit dan membingungkan, untuk menggambarkan kondisi sebelum adanya pandemi, disrupsi teknologi, dan ketidakstabilan perPolitikan dunia. Kemudian pasca pandemi covid-19 menuntut adanya pemahaman baru yang bisa kita kenal dengan istilah bani (brittle, anxiety, non-linear dan incomprehensible) untuk mendefinisikan keadaan Ekonomi, Politik dan Sosial yang bisa berimplikasi pada instabilitas keamanan. Artinya akan banyak variabel baru yang bisa muncul kapan saja dan dimana saja yang bersifat super dinamis dan unpredictable,” Terangnya.

“Untuk itulah kita semua hadir dan bertemu disini dalam rangka meningkatkan semangat kebersamaan, turut berkontribusi secara aktif sesuai profesi luhur kita dalam menjaga dan memelihara kondusifitas kamtibmas, khususnya di seluruh wilayah jawa barat dan umumnya di seluruh wilayah indonesia. Peran Perguruan Tinggi sebagai kawah candradimuka dalam menggemleng generasi muda penerus bangsa, memegang peranan krusial dalam menciptakan pemimpin yang bersih dan moral yang luhur agar mampu membawa bangsa ini menuju kemakmuran dan keadilan sosial. Di dalam konteks filsafat pendidikan, ada dua hal utama yang perlu dibangun,” Tambahnya.

“Pertama, kemampuan berpikir kritis. Kedua, mendorong kreativitas dalam berinovasi dan menciptakan nilai nilai kemanfaatan bagi kemanusiaan. Hal ini berarti tidak hanya fokus pada aspek kognitif semata, tetapi juga melihat masalah secara komprehensif,”.

“Pendidikan memiliki hubungan erat dengan berbagai jenis kecerdasan, seperti intelligence quotient (iq), Emotional Quotient (EQ), dan Transcendental Quotient (TQ) atau kecerdasan spiritual. Oleh sebab itu indikator kecerdasan bukan hanya sebatas pengetahuan yang dimiliki seseorang, melainkan juga meliputi kemampuan empati, kepedulian terhadap lingkungan dan pemahaman yang mendalam terhadap aspek-aspek manusia yang lebih dalam. Dalam konteks inilah, dimana lingkungan strategis saat ini banyak dipengaruhi oleh multi variabel maka kita perlu bahu membahu dalam semangat kebersamaan untuk menjaga persatuan. Terlebih di tahun Politik seperti saat ini. Di samping itu, perlu diketahui juga terkait dengan ancaman penyalahgunaan narkoba di kalangan Mahasiswa,”.

“Mahasiswa saat ini dibidik sebagai subjek dan objek kejahatan. Baik dia sebagai pemakai, ataupun dia menjadi bagian dari lingkaran kejahatan sehingga terlibat dalam peredaran gelap narkoba. Hal ini perlu mendapat perhatian kita bersama agar di usia produktifnya mereka lebih diarahkan untuk menghasilkan karya karaya inovatif sehingga membawa kebermanfaatan pada lingkungan dan mengharumkan nama bangsa dan negara,” Pungkas Kapolda Jabar Irjen. Pol. Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M.

Dalam sambutanya Wakapolda Jabar Brigjen Pol. Bariza Sulfi, S.I.K mengatakan Semoga silaturahmi yang telah kita bangun bersama selama ini terus bersinergi, terjaga dan ditingkatkan eksistensinya dalam bekerjasama mendukung Polda Jabar guna mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, tertib dan damai. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa karakterteristik mahasiswa yang kritis transformatif atas kepedulian kepekaan dan empati terhadap persoalan sosial masyarakat merupakan salah satu unsur penting dalam roda pemerintahan, dimana dapat menjadi agen pembawa perubahan bagi bangsa dan negara hal ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri karena tidak hanya menempuh pendidikan diperguruan tinggi, tetapi juga sebagai wadah pemberi solusi bagi berbagai permasalahan yang timbul.

Wakapolda juga mengatakan bahwa tujuan dari lembaga pendidikan tinggi yaitu agar para mahasiswa menjadi insan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha esa dan berakhlak mulia berilmu kreatif, kompeten dan mandiri sehingga mahasiswa mempunyai tempat tersendiri dalam kehidupan bermasyarakat. kondisi bangsa saat ini menghadapi kondisi Ipoleksosbudkam global yg sangat dinamis, seiring itu semua perkembangan kerawanan sosial yang berkembang kerawanan sosial yang berkembang saat ini seperti bahaya Narkoba, Sex bebas, LGBT, Radikalisme dan meningkatnya kriminalitas di masyarakat dimana elemen mahasiswa banyak terkait dalam hal itu.

“Untuk menangkal itu semua perlunya keterpaduan semua Stakeholder negara selain itu tantangan kondisi bangsa indonesia yang saat ini akan menghadapi agenda demokrasi tahapan Pemilu dan Pilkada serentak 2024 dimana masyarakat berperan untuk ikut serta memilih dan menentukan anggota legislatif serta pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI tentunya setiap tahapan Pileg dan Pilpres mempunyai kerawanan masing” diantaranya money politik, black campaign, intimidasi, konflik antar pendukung, pengerahan massa, berita bohong/hoax, isu sara, hate speech dan sebagainya sehingga berpotensi dapat menimbulkan konflik komunal terbuka antar elemen masyarakat,” Terang Wakapolda

Lanjut Wakapolda, “Maka diperlukan peran dan partisipasi dari seluruh komponen bangsa termasuk para rektor universitas dan perguruan tinggi sebagaimana fungsi dan perannya untuk melakukan pembinaan dan pengarahan bagi para mahasiswa sebagai salah satu cara untuk mencetak generasi muda yang berprestasi dan memberikan dampak positif baik dikalangan akademik maupun non akademik, sehingga kita semua berharap pemilu dan pilkada serentak tahun 2024 dapat terlaksana dengan aman, damai dan sejuk sesuai prosedur hukum guna mewujudkan demokrasi yang semakin matang,” Sambungnya.

“Sebelum mengakhiri sambutan ini saya mengajak untuk bekerjasama, bersinergi, dalam memelihara kamtibmas guna menjaga keutuhan, kedaulatan negara dan mempererat persatuan bangsa khususnya di Wilkum Polda Jabar,” Pungkas Brigjen Pol. Bariza Sulfi, S.I.K.

Ditempat yang sama Dr. M. Samsuri, S.Pd., M.T. IPU. (Kepala LLDikti Wil IV Jabar) mengatakan Jumlah perguruan tinggi di Wilayah Jabar ada 350 perguruan tinggi artinya presentase dosen dan mahasiswa itu sangat banyak yang bisa berpengaruh dalam hal pemilu yang akan datang. Jumlah mahasiswa di Jabar lk 700 ribu orang mahasiswa dan tidak semuanya berasal dari Wil Jabar karena setiap kampus menerima mahasiswa dari seluruh provinsi di luar Jabar.
Semoga tidak ada kasus besar yang menyangkut dengan pemakaian narkoba di semua perguruan tinggi di Wilayah Jabar.

“Kampus harus bebas dari intoleransi dan juga harus terbebas dari perbedaan suku maupun perundungan ataupun seks bebas dalam lingkungan kampus. Kami sudah berkeja sama dengan densus 88 untuk mencegah adanya aliran – aliran yang mulai menyimpang ataupun gangguan dari luar yang dapat mempengaruhi mahasiswa di kampus – kampus Jabar, Jadi untuk ibu/bapak para rektor semua, menjadi rektor itu sangat berat tanggung jawabnya karena kita sebagai rektor bertanggung jawab akan SDM yang berkualitas bagi masa depan bangsa,” Ungkapnya.

Lanjut Dr. M. Samsuri, “Alhamdulillah secara besar kampus di Jawa Barat aman kondusif tidak ada kasus atau tindakan besar yang harus di tindak lanjuti,” Tambahnya.

Ketua KPU Jabar Rifqi Alimubarok. S. Ag., M.Si yang juga hadir dalam acara silaturahmi Polda Jabar tersebut katakan rasa syukurnya atas silaturahmi tersebut yang juga dalam menyambut Pilpres 2024 tersebut untuk menjaga kondusifitas di masyarakat karena kedepanya banyak para pemilih Milenial yang akan mengikuti proses pemilu serentak pada 2024 mendatang.

“Suyukur Alhamdullilah kita bisa bersilaturahmi di sini untuk menyambut Pilpres 2024, Didalam masa Pandemi Covid kita bisa menghadapi Pilkada tahun 2020 kita bisa hadapi dengan baik dengan sinergitas. Kami harapkan di Pilkada Serentak 2024 kita bisa menghadapi dengan baik khususnya di wilayah Jawa Barat. Di Forum yang luar biasa ini kita harapkan bisa mewujudkan sinergitas yang tinggi untuk menghadapi Pilpres / Pilkada serentak 2024, dimana Jawa Barat saat ini cukup memiliki permasalahannya yang komplek dengan jumlah penduduk yang cukup banyak sekitar 7 Jt penduduk di Jawa Barat adalah generasi Z, sedangkan 32 % di Wilayah Jawa Barat generasi milenial,” Ungkapnya.

“Kami mohon dari jajaran Keamanan TNI / Polri baik dari Universitas untuk mengawal tahapan kampanye 2024 dengan baik. Putusan Mahkamah Konstitusi terbaru yang memperbolehkan aula yang berada di Universitas bisa dijadikan tempat kampanye, namun harus memiliki izin baik dari kepolisian maupun pemilik tempat (Universitas) Mari kita meningkatkan sinergitas di Antara Universitas dengan pihak keamanan pemerintah / TNI / Polri dalam mewujudkan JabarvKondusig 2024,” Harapnya.

(Tim)