Tuesday, May 12, 2026
Home Blog Page 19

Proyek Sanimas di Desa Solokan Diduga Abaikan Prosedur Keselamatan Kerja

0

JIB | Karawang — Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Cipta Karya menggelontorkan anggaran sebesar Rp 400 juta untuk proyek Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) di Desa Solokan, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat.

Proyek yang dilaksanakan secara swakelola oleh Kelompok Masyarakat (KMP) Peduli Lingkungan tersebut kini menjadi sorotan publik. Pasalnya, dari hasil pantauan awak media di lapangan, para pekerja diduga tidak dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) selama menjalankan pekerjaan di lokasi proyek.

Kondisi tersebut menimbulkan dugaan bahwa pelaksana kegiatan tidak mengacu pada prosedur keselamatan kerja sebagaimana mestinya. Hal ini juga menimbulkan pertanyaan terkait pengawasan dari pihak terkait, baik pemerintah desa maupun pendamping teknis program Sanimas.

Salah seorang warga wilayah Kecamatan Pakisjaya Kabupaten Karawang, yang namanya minta dirahasiahkan, mengaku prihatin melihat kondisi di lapangan.

“Saya lihat para pekerja tidak memakai helm, sepatu safety, atau rompi pelindung. Kalau sampai terjadi kecelakaan kerja, siapa yang tanggung jawab? Ini proyek pemerintah, seharusnya dikerjakan sesuai aturan,” ujarnya kepada awak media, Kamis (30/10/2025).

Selain itu, telah menduga bahwa lemahnya pengawasan sering menjadi penyebab munculnya praktik tidak sesuai prosedur dalam proyek berbasis masyarakat.

“Program Sanimas ini sebenarnya bagus karena melibatkan warga. Tapi tetap harus ada kontrol dan pengawasan dari pihak teknis, agar pelaksanaannya sesuai standar, baik secara teknis maupun administrasi,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak KMP Peduli Lingkungan maupun pendamping program Sanimas belum dapat dimintai keterangan resmi terkait dugaan pelanggaran prosedur tersebut.

Masyarakat berharap pihak terkait segera melakukan evaluasi serta menindak tegas jika ditemukan adanya pelanggaran aturan dalam pelaksanaan proyek Sanimas di Desa Solokan. (Red)

Wujudkan Cimahi Hijau, Berdaya, dan Bahagia, Pemkot Cimahi Dorong Gerakan Lingkungan Berkelanjutan

0

JIB |™ CIMAHI,- Pemerintah Kota Cimahi terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup dan mengantisipasi dampak perubahan iklim melalui Program Kampung Iklim (Proklim) Tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Ballroom Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Cimahi, Kamis (30/10/2025), dan dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudistira.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi dan dihadiri oleh berbagai pihak, di antaranya perwakilan DLH Provinsi Jawa Barat, Deputi Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Nilai Ekonomi Karbon KLHK, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Pangan dan Pertanian, DP3AP2KB, dan DPKP.
Sebanyak 60 peserta yang mewakili 30 RW se-Kota Cimahi turut berpartisipasi dalam kegiatan edukatif dan inspiratif ini.

Bangun Kesadaran Kolektif Hadapi Perubahan Iklim
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudistira, menegaskan bahwa isu perubahan iklim sudah menjadi tantangan nyata yang membutuhkan kepedulian dan tindakan bersama seluruh elemen masyarakat.

“Perubahan iklim bukan lagi ancaman abstrak. Kita semua sudah merasakan suhu udara yang makin panas, curah hujan tak menentu, hingga risiko banjir dan longsor. Karena itu, kita harus bergerak bersama menjaga bumi melalui aksi nyata,” ujar Adhitia.

Ia menekankan bahwa Proklim bukan sekadar lomba antar-kampung, tetapi wadah pembelajaran dan kolaborasi yang mendorong masyarakat lebih tanggap terhadap perubahan iklim. Pemerintah Kota Cimahi, lanjutnya, telah melaksanakan berbagai inisiatif lingkungan seperti urban farming, penanaman 1.000 bibit bambu di kawasan Cireundeu, pembuatan biopori dan sumur resapan, serta edukasi pengelolaan sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Dorong Gerakan Sosial Lingkungan yang Berkelanjutan
Adhitia menjelaskan, Proklim 2025 merupakan bagian dari upaya berkelanjutan DLH untuk menciptakan gerakan sosial lingkungan (social movement) yang tumbuh dari kesadaran masyarakat.

“Berbagai program lingkungan di Cimahi sudah mendapat perhatian positif dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Ini menjadi motivasi bagi kami agar gerakan peduli lingkungan benar-benar berakar di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Ia pun mengajak seluruh warga untuk menjadikan cinta lingkungan sebagai gaya hidup.

“Mari kita rawat bumi dengan cinta dan aksi nyata agar Cimahi tetap hijau, berdaya, dan warganya selalu bahagia,” tutupnya penuh semangat.

DLH Cimahi Fokus Wujudkan Kampung Iklim Mandiri
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, menyampaikan bahwa Proklim 2025 menjadi ajang strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mewujudkan kampung iklim mandiri.

“Melalui penguatan peran masyarakat dan kolaborasi lintas sektor, kami berharap Cimahi memiliki lebih banyak kampung iklim yang mandiri dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menurunkan emisi gas rumah kaca,” jelas Chanifah.

DLH Cimahi menargetkan, program ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi berkembang menjadi gerakan masif yang menumbuhkan kesadaran ekologis dan ketahanan iklim di tingkat masyarakat.

Komitmen Nyata Menuju Kota Hijau dan Tangguh Iklim
Dengan pelaksanaan Proklim 2025, Pemerintah Kota Cimahi menunjukkan langkah konkret dalam mewujudkan kota yang adaptif terhadap perubahan iklim serta berkomitmen menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.
Melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan, Cimahi terus bertransformasi menjadi kota hijau yang berdaya, resilien, dan sejahtera bagi semua warganya.

(Rahmat)

Wujud Nyata Pelayanan Publik, Kepala Dinas CKTR Kab Bekasi Tinjau Langsung Pembangunan Kelurahan Jatimulya

0

JIB | KABUPATEN BEKASI, –  Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi Benny Sugiartp Prawiro ST, M.Si, beserta jajaranya meninjau langsung progres awal pembangunan kantor kelurahan Jatimulya  Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, pada hari Selasa tanggal (29/10/2025).

Pembangunan Kantor Kelurahan Jatimulya Kecamatan Tambun Selatan dalam proses pembangunan untuk kepentingan masyarakat sekitar untuk kepentingan public, dengan demikian pembangunan tersebut telah memasuki tahap awal atau persiapan pemasangan bowplank serta mulai proses perakitan besi untuk pondasi.


Dalam kegiatan ini merupakan langkah awal dalam upaya meningkatkan kwualitas pelayanan publik di tingkat kelurahan dengan harapan pembangunan dapat berjalan lancer sesuai harapan.


Awal Rencana pembangunan Kantor Kelurahan Jatimulya yang baru di Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, menuai penolakan keras dari warga setempat. Sehingga puncak penolakan terjadi saat warga menggelar aksi unjuk rasa bertepatan dengan jadwal peletakan batu pertama proyek tersebut, pada Senin (11/8/2025) bulan lalu.


Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, melalui Camat Tambun Selatan, Sopian Hadi, menyatakan bahwa rencana pembangunan kantor kelurahan di lokasi tersebut telah memiliki dasar hukum yang kuat.


“Untuk lokasi ini, Surat Keputusan (SK) dari Pak Bupati sudah ada. Penunjukan lahan dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) juga sudah keluar,” jelas Sopian Hadi saat berdialog dengan warga. Sehingga pembangunan tersebut segera di laksanakan untuk kepentingan pelayanan public dan akhirnya di bangun kelurahan Jatimulya.


Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi Benny Sugiartp Prawiro ST, M.Si, kepada awak media menagatakan Alhamdulillah proses pembangunan kelurahan jatimulya berjalan lancer tidak ada kendala apapun. Dan Persiapan matrial daln lainnya sudah siap untuk pembangunan kelurahan jatimulya, demi kepentingan pelayanan masyarakat agar aman, nyaman dan bisa di rasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar nantinya.

“Dalam Pembangunan ini Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi, Tepat waktu dan nantinya memberikan manfaat bagi masyarakat kabupaten Bekasi khususnya masyarakat setempat” ujaranya kepada awak media.


Lanjut, Benny Menegaskan bahwa Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi terus berkomitmen membangun infrastruktur pelayanan publik yang lebih baik untuk masyarakat agar manfaat pembangunan tersbut bisa di rasakan dan kami terus membangun Infrastruktur yang merata di Kabupaten Bekasi (RED/ADV)

Di Hari Sumpah Pemuda Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi Raih Penghargaan Reformasi Birokrasi 2024,

0

JIB |KABUPATEN BEKASI, — Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi berhasil meraih penghargaan pelaksanaan Reformasi Birokrasi Tahun 2024 dengan predikat A (memuaskan). Penghargaan ini diberikan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Bekasi Nomor 100.3.3.2/Kep.298-ORG/2025, tertanggal 5 Mei 2025, tentang Hasil Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi Tahun 2024.

Dalam hasil penilaian tersebut, Dinas Pertanian menempati peringkat ketiga dengan nilai 85,30, di bawah Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Capaian ini menjadi bukti komitmen Dinas Pertanian dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan berorientasi pelayanan publik.

Dalam hasil penilaian tersebut, Dinas Pertanian menempati peringkat ketiga dengan nilai 85,30, di bawah Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Capaian ini menjadi bukti komitmen Dinas Pertanian dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan berorientasi untuk pelayanan publik.

Dilansir dari redaksijakarta.com Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, H. Abdillah, S.H., M.M., mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas penghargaan tersebut.

“Kami bersyukur atas kepercayaan dan penghargaan ini. Predikat yang kami raih bukan hanya hasil kerja pimpinan, tetapi buah dari kerja sama seluruh jajaran ASN di Dinas Pertanian yang terus berupaya menerapkan nilai-nilai BerAKHLAK dalam setiap aktivitas pelayanan,” ujar Abdillah.

Menurutnya, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja aparatur, terutama dalam memperkuat peran Dinas Pertanian dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Kabupaten Bekasi.


Kami akan terus berbenah dan berinovasi agar pelayanan kepada masyarakat, khususnya para petani, semakin cepat, tepat, dan berdampak nyata. Reformasi birokrasi bukan hanya tentang administrasi, tapi tentang perubahan budaya kerja yang profesional dan melayani,” tambahnya.

Lebih lanjut, Abdillah mengatakan Capaian ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam memperkuat pelaksanaan reformasi birokrasi di setiap perangkat daerah. Penilaian ini menjadi tolok ukur penting bagi peningkatan kinerja ASN yang berorientasi pada pelayanan publik, akuntabilitas, dan efisiensi tata kelola pemerintahan.

Dengan torehan tersebut, Dinas Pertanian diharapkan terus menjadi contoh bagi perangkat daerah lainnya dalam menjalankan reformasi birokrasi yang berkelanjutan dan berintegritas tinggi. Pungkasnya. (Red)

Di Hari Sumpah Pemuda Dinas CKTR siap Membangunan Berkelanjutan Untuk masyarakat Bekasi.

0

JIB | KABUPATEN BEKASI, — Dalam semangat memperingati hari sumpah pemuda ke-97 tahun 2025 kepala Dinas cipta karya dan tata ruang kabupaten Bekasi bersama jajarannya mengikuti upacara hari sumpah pemuda tingkat Kabupaten Bekasi di plaza pemerintah Kabupaten Bekasi pada Selasa (28/10/2025).


Momentum bersejarah ini menjadi pengingat akan tekad para pemuda Indonesia yang telah berikrar untuk bersatu demi kemerdekaan dan kemajuan bangsa, kini semangat itu terus kita lanjutkan melalui karya inovasi dan pembangunan yang berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Bekasi.


Mari terus kobarkan semangat kepemudaan bergandeng tangan dan berkontribusi untuk Bekasi yang bangkit maju dan sejahtera, dalan upacara peringatan hari Sumpah Pemuda berlangsung khidmat dan hening mengingat perjuangan para Pemuda untuk memerdekan tanah air Indonesia yang tercinta.


Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi Benny Sugiartp Prawiro ST, M.Si, di hari sumpah pemuda ini mari kita merenungkan bahwa momentum Sumpah Pemuda harus menjadi pengingat bahwa tongkat estafet perjuangan kini berada di tangan generasi muda. Kita tidak lagi mengangkat bambu runcing, tetapi mengangkat ilmu, kerja keras, dan kejujuran. Namun semangatnya tetap sama, Indonesia harus berdiri tegak. Indonesia tidak boleh. kalah.

“Di hari Sumpah Pemuda ini kami akan terus berbenah dan berinovasi agar pelayanan kepada masyarakat, demi pelayanan public dan inprastruktur yang ada di kabupaten Bekasi, semakin cepat, tepat, dan berdampak nyata pembangunan di pelosok wilayah Kabupaten bekasi. Reformasi birokrasi bukan hanya tentang administrasi, tapi tentang perubahan inprastruktur pembangunan, budaya kerja yang profesional dan melayani,” tambahnya.

Lebih lanjut, Benny mengatakan Capaian ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam memperkuat pelaksanaan reformasi birokrasi di setiap perangkat daerah. Penilaian ini menjadi tolok ukur penting bagi peningkatan kinerja ASN yang berorientasi pada pelayanan publik, akuntabilitas, dan efisiensi tata kelola pemerintahan.


Dengan torehan di Hari Sumpah Pemuda tersebut, Dinas Cipta karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi diharapkan terus menjadi contoh bagi perangkat daerah lainnya dalam menjalankan reformasi birokrasi yang berkelanjutan dan berintegritas tinggi. Pungkasnya. (Red)

PEMKOT CIMAHI TEGASKAN SEMANGAT PEMUDA SEBAGAI PENGGERAK INDONESIA EMAS 2045

0


JIB | CIMAHI,-Dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 yang jatuh pada 28 Oktober 2025, Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan pentingnya semangat juang dan peran strategis generasi muda dalam membangun masa depan bangsa.

Menurut Ngatiyana, peringatan Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan refleksi sejarah perjuangan para pemuda Indonesia pada 1928 yang berhasil menumbuhkan semangat patriotisme, persatuan, dan visi kebangsaan. “Sumpah Pemuda menjadi tonggak lahirnya kesadaran nasional menuju kemerdekaan Indonesia,” ujarnya seusai upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di halaman Kantor Pemerintah Kota Cimahi, Senin (28/10/2025).

Ia menjelaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus terus dihidupkan di tengah perubahan zaman. Sejalan dengan arah RPJMN 2025–2029 dan Asta Cita Presiden, generasi muda diharapkan tampil sebagai motor penggerak pembangunan manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.

“Bonus demografi yang kita miliki hari ini adalah peluang besar. Bangsa ini menanti kebangkitan pemuda sebagai subjek utama pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Ngatiyana.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa berbagai tantangan bangsa seperti korupsi, kemiskinan, pengangguran, narkoba, pornografi, hoaks, dan ujaran kebencian, tidak boleh melemahkan semangat generasi muda. Sebaliknya, semua itu harus menjadi pemicu untuk terus berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

“Pemuda harus menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah. Jadilah agen perubahan dengan semangat, etika, dan tanggung jawab moral,” pesannya.

Ngatiyana juga menekankan bahwa gerakan kepemudaan di era modern harus mencerminkan gerakan moral, intelektual, dan semangat membangun harapan bersama. Hal ini, kata dia, sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, yang menegaskan pentingnya aktualisasi nilai-nilai Sumpah Pemuda agar tetap relevan sepanjang masa.

“Pembangunan nasional tidak boleh hanya fokus pada aspek fisik. Membangun mental dan karakter bangsa sama pentingnya. Tanpa itu, pembangunan akan kehilangan maknanya,” tutur Ngatiyana menutup sambutannya.

Dengan semangat Hari Sumpah Pemuda, Pemerintah Kota Cimahi terus berkomitmen menciptakan ruang bagi generasi muda untuk tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas, kreatif, dan berdaya saing, demi terwujudnya Indonesia Emas 2045.
(Rahmat)

Transparan dan Tegas! Kejari Cimahi Musnahkan Barang Bukti Narkoba, Dihadiri Wali Kota Ngatiyana

0




JIB | CIMAHI– Komitmen penegakan hukum di Kota Cimahi kembali diperlihatkan secara nyata. Kejaksaan Negeri (Kejari) Cimahi melaksanakan pemusnahan berbagai barang bukti dari 41 perkara yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Kegiatan ini digelar di halaman Kantor Kejari Cimahi, Jalan Sangkuriang No.103, Cipageran, Cimahi Utara, pada Senin (27/10/2025) dan turut dihadiri oleh Wali Kota Cimahi, Letkol (Purn.) Ngatiyana.

*Beragam Barang Bukti Dimusnahkan: Dari Narkoba hingga Uang Palsu*

Dalam kegiatan tersebut, Kejari Cimahi memusnahkan berbagai barang bukti tindak pidana, mulai dari narkotika, uang palsu, hingga alat bantu kejahatan. Barang bukti yang dimusnahkan meliputi 127,5 gram sabu-sabu, 144,06 gram ganja, serta rokok sintetis cair dalam beberapa botol 20 ml.

Selain itu, turut dimusnahkan 840 lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu, 14 unit telepon genggam berbagai merek, 29 dokumen penting, 41 potong pakaian, serta sejumlah peralatan seperti linggis, kunci inggris, gembok, dan timbangan yang digunakan dalam aksi kejahatan.

*Kajari Cimahi: Pastikan Tidak Ada Penyalahgunaan Barang Bukti*

Kepala Kejaksaan Negeri Cimahi, Nurintan M.N.O. Sirait, H.H., M.H., menegaskan bahwa kegiatan pemusnahan ini merupakan bentuk transparansi dan tanggung jawab aparat penegak hukum dalam mencegah potensi penyalahgunaan barang bukti.

“Seluruh barang bukti dimusnahkan agar tidak dapat disalahgunakan kembali. Untuk uang palsu, pemusnahan dilakukan disaksikan langsung oleh perwakilan Bank Indonesia sebagai bentuk akuntabilitas,” jelas Nurintan.



Ia juga menambahkan, SIM card dari barang bukti ponsel terlebih dahulu diamankan oleh penyidik guna mencegah penyalahgunaan data dan nomor kontak yang masih aktif.

*Pemkot Cimahi Dukung Langkah Kejari*

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Cimahi Letkol (Purn.) Ngatiyana menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah Kejari Cimahi yang dinilai sebagai bentuk nyata penegakan hukum dan perlindungan masyarakat.

“Pemerintah Kota Cimahi mendukung sepenuhnya upaya pemberantasan narkotika, peredaran uang palsu, dan tindak kejahatan lainnya yang merugikan masyarakat. Langkah ini sangat penting demi menciptakan Cimahi yang aman dan tertib,” tegas Ngatiyana.



Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudhistira, Kepala BNN Cimahi Yulius Amra, S.H., serta perwakilan dari Kodim 0609 Cimahi. Dari jajaran Kejari Cimahi tampak hadir Kasi Intel Fajrian Yustiardi, S.H., M.H., dan sejumlah pejabat struktural lainnya.

Kegiatan berjalan tertib, transparan, dan penuh komitmen terhadap supremasi hukum, mencerminkan keseriusan Kejari Cimahi dalam menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum di Kota Cimahi.
( *Rahmat* )

Woww…!!! Tiga Kandidat Calon Jalani Asesmen Kompetensi, Siapa Jargon Sekda Kab Bekasi.

0

JIB | BANDUNG Seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi kini memasuki tahapan selanjutnya. Tiga kandidat terbaik yang telah lolos seleksi administrasi resmi menjalani proses asesmen kompetensi yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Barat.

Asesmen ini menjadi bagian penting dari mekanisme seleksi terbuka dan kompetitif dalam pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 15 Tahun 2019.

Kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni 27–28 Oktober 2025, bertempat di Grha Merit, Kota Bandung, sebagai bagian dari upaya mewujudkan birokrasi daerah yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Ida Farida, menjelaskan bahwa tahapan asesmen ini bukan sekadar proses administratif, melainkan instrumen penting untuk menilai secara menyeluruh kompetensi, kapasitas kepemimpinan, dan integritas calon pejabat tinggi daerah.

“Melalui asesmen ini, kita berupaya mendapatkan figur Sekretaris Daerah yang kompeten, profesional, berintegritas, dan memiliki wawasan strategis. Sosok yang mampu menjalankan peran Sekretaris Daerah secara optimal sebagai motor penggerak birokrasi pemerintahan daerah,” tegas Ida Farida.

Selama dua hari pelaksanaan, para peserta akan mengikuti berbagai rangkaian uji kompetensi yang komprehensif. Pada hari pertama, kegiatan difokuskan pada pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT) yang mencakup psikotest, simulasi kasus manajerial, serta ujian sosial kultural. Rangkaian ini dirancang untuk mengukur kemampuan peserta dalam berpikir kritis, mengambil keputusan strategis, serta memahami dinamika sosial dan budaya birokrasi pemerintahan.

Selanjutnya pada hari kedua akan diisi dengan wawancara kompetensi dan Leaderless Group Discussion (LGD), yaitu sesi diskusi kelompok tanpa pemimpin yang menilai kemampuan peserta dalam berargumentasi, berkoordinasi, dan menunjukkan kepemimpinan kolektif dalam situasi dinamis.

“Melalui asesmen dua hari ini, kami ingin melihat lebih dalam karakter kepemimpinan, pola pikir strategis, kemampuan, problem solving, dan sensitivitas sosial dari setiap calon. Karena Sekretaris Daerah bukan hanya administrator, tetapi juga pemimpin yang mampu menggerakkan sistem birokrasi agar adaptif terhadap perubahan,” jelas Ida Farida.

Lebih lanjut, Pj. Sekda menekankan bahwa posisi Sekretaris Daerah memiliki peran strategis dalam memastikan kelancaran roda pemerintahan daerah, terutama dalam hal koordinasi lintas perangkat daerah serta penguatan reformasi birokrasi. Dalam konteks pembangunan jangka menengah daerah, proses seleksi ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk mendukung pelaksanaan visi Kabupaten Bekasi Bangkit, Maju, dan Sejahtera.

“Visi ini menuntut kita semua, terutama jajaran ASN, untuk terus menghadirkan birokrasi yang efisien, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Sekretaris Daerah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh perangkat daerah bergerak harmonis, selaras, dan fokus pada pencapaian tujuan pembangunan yang berkelanjutan,” kata Ida Farida.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan proses seleksi ini akan sangat menentukan arah tata kelola pemerintahan ke depan, khususnya dalam menciptakan birokrasi yang semakin kolaboratif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Oleh karena itu, ia berpesan kepada seluruh peserta agar menjadikan asesmen ini bukan hanya sebagai ajang kompetisi, melainkan juga ruang refleksi dan pembelajaran untuk memperkuat kapasitas diri sebagai ASN yang unggul.

“Kegiatan asesmen ini adalah bagian dari komitmen kita untuk menghadirkan figur Sekda yang mampu menjadi penghubung kebijakan antara pimpinan daerah dan perangkat daerah, menggerakkan sinergi lintas sektor, serta mengawal implementasi program prioritas daerah dengan semangat kolaborasi dan inovasi,” ujarnya.

Sementara itu, Asesor Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Utama Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja, menyampaikan bahwa asesmen ini menjadi instrumen penting dalam menilai kompetensi calon pejabat tinggi daerah secara objektif dan menyeluruh.

“Hari ini kami melaksanakan asesmen berbasis CAT yang mencakup psikotes dan simulasi kasus manajerial serta sosial kultural. Kami berharap seluruh peserta dapat fokus dan menunjukkan kemampuan terbaik, karena kesuksesan dalam tahapan ini sangat bergantung pada usaha dan kesiapan diri masing-masing,” ujar Setiawan.

Menurutnya, jabatan Sekretaris Daerah merupakan posisi tertinggi dalam struktur birokrasi pemerintahan daerah yang menuntut kualitas kepemimpinan, ketajaman berpikir, serta ketahanan menghadapi kompleksitas kebijakan publik. Ia menegaskan BKD Provinsi Jawa Barat berkomitmen menjaga independensi, transparansi, dan objektivitas dalam seluruh tahapan asesmen.

“Kami menilai dari berbagai sudut pandang agar hasilnya betul-betul komprehensif, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Tujuan akhirnya adalah menghadirkan pemimpin birokrasi yang visioner, memiliki integritas tinggi, dan mampu membawa Kabupaten Bekasi menuju tata kelola pemerintahan yang lebih maju.” pungkasnya. (Sam)

Gandeng APH, Lapas Kelas IIA Cikarang Sidak Blok Hunian dan Tes Urine Warga Binaan

0



JIB | Kabupaten Bekasi – Dalam rangka deteksi dini sebagai upaya preventif gangguan keamanan dan ketertiban di Lapas, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cikarang melaksanakan kegiatan sidak blok hunian bagi warga binaan.

Dengan menggandeng Aparat penegak hukum(APH) , kegiatan dilaksanakan pada hari sabtu, 25 Oktober 2025,dari mulai pukul 19.00 WIB dengan mendatangi Blok Hunian Yudistira Lapas Kelas IIA Cikarang.

Dalam giat yang di pimpin langsung Kalapas Kelas IIA Cikarang Urip Dharma Yoga, di dampingi Kepala KPLP Lapas Kelas IIA Cikarang,Kepala Seksi Adkamtib Lapas Kelas IIA Cikarang,Kasi Giatja Lapas Kelas IIA Cikarang,APH dari Polsek Cikarang Pusat,Kasubsi Portatib Lapas Kelas IIA Cikarang, Kasubsi Keamanan Lapas Kelas IIA Cikarang, Staf Kamtib/KPLP Lapas Kelas IIA Cikarang dan Regu Pengamanan Lapas Kelas IIA Cikarang.

Adapun rangkaian kegiatan tersebut terlebih dahulu melakukan apel pengarahan yang dipimpin oleh Kasi Adm. Kamtib terkait teknis dan pembagian tugas pelaksanaan penggeledahan kamar hunian.

Untuk selanjutnya di lakukan pelaksanaan penggeledahan kamar hunian dan badan warga binaan pada Blok Hunian Yudistira Kamar C1.1, C1.2, C1.3, C1.4, C1.5, C2.8, C2.9, C2.10, C2.11, C2.12.

“dalam pelaksanaan sidak yang hari ini kami lakukan dengan menggandeng aparatur penegak hukum,temuan barang hasil sidak blok hunian diantaranya,Sikat gigi 10 buah,Korek bensin 12 buah,Kartu Remi 3 set,Hp 2 unit,Kartu AS 1 set, Kabel instalasi 2 buah,Sabuk 3 buah,Pencukur Kumis 4 buah,Botol parfum 5 buah, Besi 4 buah,Tali Sepatu 1 buah,Obeng 2 buah,Paku kecil 3 buah,Flashdisk 2 buah,Kawat 1 buah, Pisau cutter 1 buah dan Hampelas 7 buah”ucap Kalapas Urip Dharma Yoga

Lebih lanjut Urip Dharma Yoga menjelaskan  Pelaksanaan tes urine kepada 10 orang warga binaan dengan hasil tes urine yaitu Negatif dan hasil sidak dalam kamar warga binaan akan langsung di musnahkan.

“alhamdulillah dalam kegiatan sidak blok hunian dan tes urine bersama APH di Lapas Kelas IIA Cikarang berjalan dengan aman dan kondusif” tegas Urip Dharma Yoga. (Dede)

Menteri Nusron Ajak Organisasi Keagamaan di Kaltim Percepat Sertipikasi Tanah Lembaga Pendidikan

0

JIB | Samarinda,- Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengajak seluruh organisasi keagamaan dan yayasan pendidikan di Kalimantan Timur untuk mempercepat sertipikasi tanah lembaga pendidikan. Langkah ini, menurutnya, merupakan bentuk early warning system atau perlindungan dini terhadap aset keagamaan dari potensi sengketa di masa depan.

“Saya minta tolong, semua yayasan yang memiliki lembaga pendidikan, baik formal maupun nonformal, segera urus sertipikatnya. Jangan sampai nanti timbul masalah karena belum bersertipikat. Ini bagian dari early warning system, proteksi dini, dan mitigasi risiko,” ujar Menteri Nusron dalam pertemuan dengan tokoh ormas Islam dan lembaga terkait di Kantor Wilayah BPN Provinsi Kaltim, Jumat (24/10/2025).

Menurut Nusron, masih banyak pesantren, madrasah, dan majelis taklim yang berdiri di atas tanah tanpa sertipikat resmi. Persoalan sering muncul ketika aset lembaga tersebut tercatat atas nama pribadi pengurus yayasan. Ketika pengurus wafat atau terjadi pergantian kepemilikan, keluarga sering mengklaim tanah tersebut sebagai warisan.

“Kasus seperti ini banyak terjadi. Untuk itu, sertipikasi tanah menjadi langkah penting agar tidak ada lagi konflik aset di kemudian hari,” tegasnya.

Selain memberi perlindungan hukum, Nusron menambahkan, kepemilikan sertipikat juga dapat meningkatkan akses lembaga pendidikan terhadap pembiayaan dan program pembangunan. Dengan legalitas tanah yang kuat, lembaga pendidikan bisa lebih mudah mendapatkan dukungan dari pemerintah maupun lembaga keuangan.

Pemerintah, kata Nusron, telah membuka mekanisme agar yayasan pendidikan dan sosial dapat menjadi subjek pemegang Sertipikat Hak Milik (SHM). Syaratnya, lembaga tersebut harus mendapatkan Surat Keputusan (SK) Menteri ATR/BPN berdasarkan rekomendasi dari instansi terkait.

“Kalau yayasan Islam, rekomendasinya dari BIMAS Islam. Kalau yayasan sosial, rekomendasinya dari Kemensos. Setelah itu, lembaga bisa menjadi subjek penerima SHM,” jelasnya.

Tanpa legalitas yang kuat, lanjut Nusron, lembaga pendidikan sering terkendala dalam pengembangan sarana prasarana dan akses pembiayaan dari perbankan. Sebaliknya, lembaga yang sudah memiliki sertipikat dapat menjadikan tanahnya sebagai jaminan pembiayaan pembangunan yang lebih tepat waktu dan sasaran.

Dalam kegiatan tersebut, Menteri Nusron didampingi Kepala Kanwil BPN Provinsi Kaltim, Deni Ahmad, serta dihadiri sejumlah pimpinan organisasi keagamaan dan lembaga pendidikan di Kaltim. Mereka di antaranya perwakilan Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Baznas, MUI, Dewan Masjid Indonesia, Yayasan Hidayatullah, BKMT, FKUB, ICMI, Kanwil Kemenag, dan Badan Wakaf Indonesia.

(Rahmat)

Stay connected

20,120FansLike
2,493FollowersFollow
14,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -