Thursday, April 30, 2026
Home Blog Page 282

Pedagang Pasar Baru Indramayu Berharap “CIPTO GUDANG RABAT” Kembali Jadi Gudang

0

JIB | INDRAMAYU – Kisruh antara pedagang di Pasar Baru Indramayu dengan Toko Modern Cipto Gudang Rabat tidak kunjung selesai.

Padahal Pengadilan Tata Usaha Negera (PTUN) Bandung sudah mengeluarkan keputusan sidang dengan menolak semua gugatan yang dilayangkan oleh Cipto Gudang Rabat pada bulan Maret 2020 lalu.

Hanya saja, riskuh tersebut kembali berlanjut setelah pihak Cipto Gudang Rabat mengajukan banding ke PTUN Jakarta.

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Baru (Asparu), Adang Wahyudi mengatakan, para pedagang merasa keberatan dengan sikap tersebut.

Mereka awalnya bahkan berinisiatif ingin melakukan aksi unjuk rasa mengingat kisruh berkepanjangan yang hingga saat ini tidak kunjung terselesaikan.

“Awalnya kita memang mau demonstrasi cuma kan terhalang oleh Covid-19, jadi tidak jadi,” ujar dia kepada awak media, Jumat (10/4/2020).

Dalam hal ini para pedagang, disebutkan Adang Wahyudi tengah mencari solusi dengan menemui para ahli hukum di Kabupaten Indramayu untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Mereka tengah mencari celah bagaimana mengembalikan fungsi Cipto Gudang Rabat sebagai gudang distributor yang menyuplai kebutuhan pokok tanpa harus membuka eceran seperti sekarang ini.

“Saya sedang mencari tahu ke ahli-ahli hukum di Indramayu apakah dengan upaya banding Cipto itu menunda eksekusi (penutupan usaha eceran) atau tidak, ini masih belum jelas,” ujar dia.

“Tapi kalau dari Pemda menyatakan sikap mereka belum bisa mengeksekusi (penutupan usaha eceran) karena menunggu inkrah dari pengadilan terkait pengajuan banding Cipto ke PTUN Jakarta,” lanjut Adang Wahyudi.

Para pedagang di Pasar Baru Indramayu berharap, pihak Cipto Gudang Rabat bisa menerima keputusan yang dikeluarkan oleh PTUN Bandung dengan tidak lagi berdagang eceran.

Hal tersebut disebutkan Adang Wahyudi sangat menganggu aktivitas jual beli di pasar tradisional yang berjarak kurang dari 1 kilometer dari lokasi Toko Modern Cipto Gudang Rabat.

“Sudah sejak awal jadi harapan pedagang Cipto kembali jadi gudang, pedagang berharap Cipto legowo karena tidak mungkin menutup kemungkinan usaha mereka akan tutup, Cipto masih bisa bertransaksi dengan cara distributor,” ujar dia.

(Dre)

Satuan Lantas Polres Indramayu melaksanakan kegiatan pengawalan Truk pangangkut sembako

0

JIB | INDRAMAYU,- Antisipasi keterlambatan pendistribusian bahan pokok kebutuhan masyarakat, Satuan Lantas Polres Indramayu melaksanakan kegiatan pengawalan Truk pangangkut sembako diwilayah Kabupaten Indramayu. Jumat, (10/04/2020).

Dalam kegiatan pengawalan yang dilakukan, petugas menjelaskan kepada masyarakat bahwa pengawalan tersebut tidak dipungut biaya atau gratis.

Kegiatan pengawalan dipimpin langsung oleh Kanit Turjawali Polres Indramayu Ipda Praja, S.H., dengan didampingi anggota Patwal Sat Lantas Polres Indramayu.

Kanit Turjawali Polres Indramayu Ipda Praja, S.H., melalui Paur Subbag Humas Polres Indramayu mengatakan, “Kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan tidak adanya blokade di wilayah kabupaten Indramayu serta menjamin tidak adanya pemblokiran jalan oleh pihak manapun yang mengakibatkan terhambatnya pendistribusian bahan pokok dan kebutuhan masyarakat”, tuturnya

Lebih lanjut, pihaknya menyebutkan pengawalan tersebut dilakukan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan saat mewabahnya COVID- 19, ungkapnya

Salah satu supir truk pengangkut bahan pokok mengatakan, merasa terbantu dengan adanya pengawalan yang dilakukan pihak petugas kepolisian Sat Lantas Polres Indramayu, selain lancar dalam perjalanan juga merasa aman. Singkatnya

Kabupaten Bekasi Bersiap Terapkan PSBB

0

JIB | CIKARANG PUSAT – Pemerintah Kabupaten Bekasi telah resmi mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke Pemerintah Pusat melalui Gubernur Jawa Barat. Hal ini diutarakan Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja usai melaksanakan rapat terbatas dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Rabu pagi (8/4) di Command Center, Gd. Diskominfosantik.

Menurutnya, kebijakan ini dilakukan menyusul penerapan PSBB yang juga akan mulai diberlakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Jumat (10/4) mendatang.

“Tentu saja kita sebagai daerah penopang juga akan melakukan hal yang sama. Kita juga sudah berkirim surat kepada pusat, dalam hal ini Menteri Kesehatan melalui gubernur. Hari ini telah kita kirimkan suratnya,” paparnya.

Perihal pembatasan social secara umum, Bupati mengatakan sesungguhnya peraturan terhadap hal tersebut telah diterapkan. Namun ketika PSBB dilaksanakan, akan ada sanksi yang berlaku. “Sekolah sudah diliburkan, tempat keramaian juga tidak boleh ada, perusahaan juga kita kirimkan himbauan tentang pembagian waktu. Tentu saja kalau sudah disetujui PSBB, nanti akan kita lakukan secara detail lagi dan ada sanksinya,” ucapnya.

Bupati melanjutkan saat ini Pemkab sedang melakukan pendataan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) perihal penanganan Covid-19, dan bagaimana menghadapi dampak sosial yang akan terjadi ketika pemberlakuan PSBB.

“Dampak sosial yang akan timbul sudah kita persiapkan melalui desa-desa, akan membuka lumbung-lumbung pangan di beberapa desa yang akan terdampak sosial. Kita akan berikan kompensasi juga terhadap masyarakat yang terkena dampak. Ini semua sedang kita data melalui desa, kecamatan, termasuk Satpol-PP kita” Tutupnya.

Sebagaimana diketahui, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterbitkan dengan tujuan memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Apabila daerah ditetapkan PSBB, maka pemerintah akan melakukan peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, kegiatan di tempat atau fasilitas umum, kegiatan social dan budaya, dan moda transportasi. Terdapat 11 bidang usaha yang boleh beroperasi selama PSBB, termasuk toko/tempat penyediaan makanan dan bahan pangan, bank atau penyelenggara system keuangan, transportasi bahan pangan, obat-obatan dan alat medis, dan lain-lain.

KABIRO BEKASI : ENDANG

Deni Aktivis Peduli Kota Bandung : Ratusan Spanduk Himbauan Dipasang di Setiap Penjuru dan Area Publik

0

JIB | Jawa Barat,- Mendukung upaya pemerintah pusat maupun daerah untuk memerangi dan memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19, Aktifis peduli Kota Bandung memasang ratusan spanduk imbauan. Kepada masyarakat. Rabu (08/04/2020).

Ratusan spanduk yang dipasang di setiap penjuru dan area publik Kota Bandung itu, bertuliskan imbauan agar masyarakat mengikuti kebijakan pemerintah untuk mencegah penyebaran wabah COVID-19, seperti berdiam diri di rumah, melakukan physical dan social distancing maupun menjaga kebersihan dan kesehatan. Di lingkungan masing-masing.

“Kami memandang bahwa keputusan pemerintah dalam upaya menangani COVID-19 sudah tepat. Kami juga sebagai masyarakat Jawa Barat mendukung apa yang menjadi keputusan pemerintah pusat,” Deni aktivis peduli Kota Bandung, kepada awak media, disela pemasangan spanduk di kawasan jalan Diponegoro Kota Bandung.

Lanjut,. Deni yang juga humas aktifis peduli kota Bandung mengatakan, pemasangan spanduk imbauan dilakukan secara serentak, bukan hanya di wilayah Kota Bandung, tetapi di setiap tempat keramaian dan di pelosok-pelosok kota Bandung.

“Kami siap melakukan upaya pemutusan mata rantai wabah COVID-19, mendukung kebijakan dan arahan pemerintah pemberlakuan Pembatasan Sosial Bersekala Besar, bukan lock down” ucapnya.

Pada kesempatan itu juga dirinya (Deni-Red) meminta, masyarakat tidak perlu panik dalam menghadapi wabah COVID-19. Ikuti semua anjuran pemerintah pusat maupun daerah, agar wabah tidak menyebar. Ia juga mengimbau, agar masyarakat tidak melakukan mudik.

“Jangan panik, karena perasaan panik tidak akan menyelesaikan masalah. Tenangkan diri, jaga dan tingkatkan kebersihan. Berdoa, tingkatkan ibadah kepada Alloh SWT. Masyarakat diluar Bandung di luar Jawa Barat, jaga kesehatan dengan cara tidak mudik selama wabah Corona,” Tutupnya. (Red)

Atal Depari : Jurnalis Peliput Wabah Covid-19, Perlu Memiliki Pengetahuan yang Memadai

0

JIB |JAKARTA, – Wartawan yang akan meliput wabah Covid-19 harus memiliki pengetahuan yang memadai mengenai Covid-19. Selain itu wartawan yang sedang dalam status diduga atau dalam pengawasan penyakit Covid-19 dilarang melakukan liputan.

Hal itu terangkum dalam Panduan Peliputan Wabah Covid-19 yang dikeluarkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Selasa, 7 April 2020, di Jakarta.

“Setelah melihat perkembangan di lapangan dan terutama setelah pemerintah mengeluarkan ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB, baik untuk perlindungan terhadap wartawan maupun keselamatan publik, pengurus PWI merasa perlu mengeluarkan Panduan Peliputan Wabah Covid -19,” kata Ketua Umum PWI Pusat, Atal Depari.

Menurut Atal, panduan ini dibuat khusus untuk para wartawan, sehingga ruang lingkupnya pun lebih ditujukan kepada kepentingan wartawan. Selain itu, tambah Atal, panduan ini dibuat dengan struktur dan bahasa yang ringkas sehingga mudah dipahami oleh para wartawan.

“Tetapi tetap mencakup semua yang terkait peliputan wabah Covid-19,” tegas Atal.

Dalam paduan yang terdiri dari 12 point itu, antara lain diatur, wartawan tidak datang meliput langsung kasus Covid-19 ke rumah sakit, kecuali ada kepentingan publik yang luar biasa besarnya. Selain itu wartawan tidak boleh masuk ke kamar jenazah yang menjadi tempat korban penyakit Covid-19. Dalam kasus yang sangat mendesak dan memiliki kandungan kepentingan publik yang besar, wartawan minimal berada 10 meter dari area kamar jenazah.

Untuk menghindari penyebaran Covid-19, wartawan diminta mengikuti ketentuan-ketentuan dan pedoman yang dikeluarkan pemerintah, seperti selalu mencuci tangan dengan sabun, memakai masker menjaga jarak dan sebagainya.

”Wartawan juga kami minta mematuhi semua peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah,” tegas Ketua Umum PWI Pusat.

Menurut Atal, panduan ini sebenarnyasudah dipersiapkan sejak merebaknya wabah Covid-19, tetapi untuk menampung berbagai persoalan muktahir yang munculnya dalam peliputan di lapangan, sengaja panduan ini baru disyahkan hari ini dan diberlakukan mulai besok, Rabu, 8 April 2020.

Sementara itu, Ketua Tim Perumusan Panduan Peliputan Wabah Covid-19, Wina Armada Sukardi menerangkan, panduan ini telah mengadopsi juga perkembangan teknologi. Misalnya postingan dari pasien Covid-19 di media sosial boleh dikutip wartawan sepanjang sudah terverifikasi keakuratannya.

“Juga tidak mengandung unsur kengerian, fitnah, dan harus menyebut sumber yang jelas,” tegas Wina.

Selanjutnya Wina mengatakan, pemakain drone tidak boleh mengganggu ketenangan pasien dan dokter yang menangani kasus Covid-19.

“Untuk ketinggian tertentu harus mendapat izin dari otoritas di bidang ini,” kata Wina. (Red)

Di Motori Oleh Danramil 09 Cibarusah Untuk Lawan Corona, Melakukan Gerakan Pembagian Masker dan Hand Sanitizer Pada Tukang Ojeg dan Pengguna Jalan di Pertigaan Cibarusah.

0

JIB|Kabupaten Bekasi,-Untuk mencegah penyebaran covid 19 di beberapa Daerah sedang di lakukan terus-menerus pada Masyarakatnya.

Seperti yang di lakukan oleh gugus tugas percepatan penanganan covid 19 di Wilayah Cibarusah.sebagai motor penggerak kegiatan, hal tersebut di lakukan oleh Kapten CZi Sunu Wardoyo Danramil 09 Cibarusah dan para Anggotanya melakukan giat pembagian masker dan hand sanitizer yang di lakukan di pertigaan Cibarusah pada tukang ojeg dan pengguna jalan pada Senin (06/04/2020).

Kapten CZi Sunu Wardoyo Danramil 09 Cibarusah (Koramil 09 Cibarusah) saat di konfirmasi media online jurnalindonesiabaru.com di kantornya menuturkan,”sebagai komandan koramil 09 Cibarusah,pada para Anggota di sini kami tetap melakukan pendekatan persuasip dalam berbagai hal kegiatan yang di lakukan oleh Koramil 09 Cibarusah ujarnya.

Seperti giat pada pagi ini, sebelum melakukan tugas terlebih dahulu kami melakukan senam dan berjemur pada matahari, karena sinar matahari untuk tubuh sangat baik terutama untuk vitamin D,dan sekaligus baik untuk pencegahan penyebaran virus corona / covid 19 katanya.

Terkait giat yang kami lakukan tersebut dengan para Anggota Koramil 09 Cibarusah dalam pembagian masker dan hand sanitizer secara terbatas pada tukang ojeg dan pengguna jalan di pertigaan Cibarusah dan sekitarnya.sekaligus sebagai gugus tugas untuk wilayah Cibarusah dalam percepatan penanganan Covid 19 pungkasnya.(Ded/End)

RADEA JULI A. HAMBALI : KAMI MENDENGAR, KAMI LAKSANAKAN

0
Penulis: Radea Juli A. Hambali Dosen pada Fak. Ushuluddin UIN SGD Bandung, Selasa (07/04/2020).

JIB | JAWA BARAT,- Jangan lupa cuci tangan! Kalau bersin juga batuk jangan sembarangan! Hindari salaman! Jauhi kerumunan! Dilarang mengadakan kegiatan yang melibatkan banyak orang! Kalau tidak ada keperluan yang mendesak lebih baik diam di rumah!.

Begitu gencar pemerintah, tim kesehatan, relawan juga mereka yang diserahi tugas melawan Corona menyampaikan himbauan dan larangan itu. Tak kurang, BNPT juga Menkominfo mengirimkan pesan sejenis di handphone saya.

Pendek kata, ruang publik kita hari ini seluruhnya disesaki oleh himbauan, permintaan juga larangan untuk tidak melakukan ini dan itu.

Dalam situasi normal, saat kondisi baik-baik saja sejumlah larangan di atas akan kita pandang sebagai bentuk intervensi negara terhadap kehidupan pribadi dan bisa dikategorikan sebagai pelanggaran hak asasi manusia. Tapi dalam situasi hari ini, ketika wabah telah begitu menyebar dimana-mana dan kabar kematian begitu dekat dengan kita, rasanya kita tak bisa abai atau malah cuek dengan himbauan dan larangan di atas.

Tapi ini juga masalahnya. Sejak semula kita memang cuek, tenang-tenang saja menghadapi wabah ini. Ingat, ketika kita mendengar Wuhan dihajar Corona dengan ribuan korban kita menampik bahwa wabah ini mustahil tiba di halaman rumah dan bisa mengusik ketenangan kehidupan keseharian kita. Simaklah omongan seorang anggota kabinet yang menyebut bahwa virus Corona tak akan menyeberang ke nusantara.

Bahkan sebelum virus itu tiba di bibir pantai ia sudah tewas bergelimpangan di tengah lautan.

Tak kalah menggemaskan, orang kedua di negeri ini pun “meremehkan” bahayanya. Indonesia tidak mungkin terpapar Corona karena kita terbiasa membaca doa qunut begitu menurutnya.

Atau cukup dengan meminum susu kuda liar maka pasukan makhluk tak terlihat itu akan rontok serontok-rontoknya. Atau perhatikan juga candaan yang tak lucu dari salah seorang anggota Komisi IX Ribka Tjiptaning dari Fraksi PDIP yang menyingkat Corona dengan “Komunitas Rondo Mempesona”.

Andai saja pemerintah memiliki sense of crisis dan “penglihatan batin” yang baik tentang pola penyebaran dan pola penanggulangannya sejak pertama China terguncang, mungkin saja kita tidak akan melihat angka mereka yang terpapar dan mereka yang meninggal begitu mengkhawatirkan seperti sekarang.

Jika saja sejumlah orang yang memiliki kedudukan istimewa memiliki kewaskitaan dalam membaca situasi, mulutnya terjaga lalu secara kongkrit melakukan langkah antisipasi, mungkin saja keadaannya tidak semengerikan seperti sekarang. Dan jika saja masyarakat sejak awal sudah memiliki kebiasaan yang baik tentang pola hidup, pola pikir dan pola makan sehat, tentu kejadiannya tak akan segenting seperti sekarang ini.

Sami’na wa atho’na. Kami mendengar dan kami taat. Ini yang harus kita lakukan hari ini. Di tengah kegagapan usaha negara membendung wabah yang datang, seluruh instruksi, himbauan atau perintah untuk menghindari dari terpapar wabah ini wajib kita patuhi. Ya, kami mendengar dan kami siap mematuhinya!.

Semoga derita ini lekas usai. Semoga kecemasan yang setiap hari membelit kita segera menguap. Mereka yang terpapar lekas sembuh. Mereka yang meninggal beroleh tempat terindah di sisi Tuhan. Tak pernah ada yang abadi di dunia ini. Segalanya pasti berganti. Seluruhnya pasti berubah menjadi lebih baik dan kemudian melegakan untuk seluruhnya.

Fudhail bin Iyadh seperti yang dikutip oleh imam al-Ghazali mengatakan,

إنما هذا زمان احفظ لسانك واخف مكانك وعالج قلبك خذ ما تعرف ودع ما تنكر

“Sekarang adalah waktunya, tahan lisanmu, diam di rumahmu, obati hatimu dan ambillah yang baik, tinggalkan yang buruk”

Allahu a’lam. (Red)

Dampak Covid-19, Pemuda 88 Peduli pedagang Kecil

0

JIB |™CIKARANG UTARA, – Virus Covid-19 atau Virus Corona ternyata memiliki dampak luat biasa terhadap perekonomian dan para pengusaha di setiap bidangnya. Hal tersebut yang melatar belakangi sekumpulan anak muda yang ingin berbagi sesama dalam situasi ini.

Ditemui saat dilokasi, Baba Ahmed mengatakan, yang dilakukannya bersama teman-teman adalah murni karena merasa terpanggil dan prihatin dengan keadaan saat ini dimana mereka pekerja kecil harus memutar otak untuk berpikir bisa menikmati sesuap nasi bersama keluarga untuk bertahan hidup.

“Kita melakukan ini karena terpanggil, dengan keadaan seperti ini kita lihat banyak pedagang kecil yang penghasilannya berkurang bahkan tidak bekerja hingga tidak berpenghasilan,” terangnya.

Dengan keadaan seperti itu dirinya berinisiatif untuk menggalang donasi yang nantinya akan dibelikan sembako untuk disalurkan kepada yang membutuhkan karena penghasilannya turun drastis hingga tidak berpenghasilan.

“Sasaran kami adalah tukang becak, ojek pangkalan, tukang dagang di sekolah, tukang parkir hingga pemulung. Dan kami berterimakasih juga untuk para donatur yang ikut membantu mendonasikan rejekinya” pungkasnya.

BPD Karang Asih, Gilang Bayu Nugraha mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Adnan dan kawan-kawan. Menurutnya, kepedulian seperti itu harus di contoh dan menjadi contoh yang patut di tiru

“Alhamdulilah masih banyak anak muda yang masih peduli dengan berbagi seperti ini. Semoga ini bisa membantu dan bermanfaat serta kegiatan sosial tersebut terus dilakukan,” harapnya.

Alvin, salah seorang tukang Ojek Pangkalan di Perumahan Puri Cikarang Hijau berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Baba Ahmed dan kawan-kawan.

“Ini sangat berarti buat kami, karena Corona sekarang saya bawa pulang duit aja seharian 10 sampain 20 ribu. Sementara saya punya anak 4,” jelasnya.

Untuk diketahui, dalam kegiatan tersebu telah disalurkan 200 bingkisan yang isinya adalah Beras, Gula Pasir, Mie Instan dan Minyak Goreng. (Endang)

Lima Pasien Positif Asal Kabupaten Bekasi Dinyatakan Sembuh Dari COVID-19

0

JIB | CIKARANG PUSAT – Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Penanganan COVID-19 Kabupaten Bekasi (PIKOKABSI) Alamsyah, mengumumkan berita baik bahwa terdapat sebanyak lima pasien positif COVID-19 yang berasal dari Kabupaten Bekasi sudah dinyatakan sembuh. Hal ini disampaikan pada Sabtu (4/4).

Pasien positif COVID-19 pertama asal Kabupaten Bekasi yang dinyatakan sembuh adalah seorang remaja wanita berusia 17 tahun yang berasal dari Kecamatan Tambun Selatan. Pasien tersebut sembuh setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

“Setelah itu, terdapat satu lagi pasien positif COVID-19 yang dinyatakan sembuh setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung juga. Pasien tersebut adalah seorang perempuan 47 tahun asal Kecamatan Tambun,” tambah Alamsyah.

Lalu pada Selasa (31/3), seorang pasien ketiga yaitu pria berusia 43 tahun yang berasal dari Kecamatan Tambun Selatan, dinyatakan sembuh dari COVID-19 setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi.

Pasien keempat yang sembuh dari COVID-119 adalah seorang pria yang berusia 55 tahun asal Kecamatan Tambun Selatan. Pasien tersebut dinyatakan sembuh setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Pelni Jakarta, hal ini disampaikan Alamsyah pada Kamis (2/4).

“Pasien tersebut dinyatakan sembuh setelah melalui test Polymerase Chain Reaction (PCR) dua kali berturut-turut, dan hasilnya negatif. Pasien tersebut telah kembali ke rumahnya setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Pelni Jakarta,” ujarnya.

Dan yang terakhir, yaitu pasien kelima yang dinyatakan sembuh dari COVID-19 adalah seorang wanita berusia 50 tahun yang merupakan seorang warga di Cikarang Selatan, wanita tersebut sembuh setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Siloam Lippo Cikarang.

“Pada pemeriksaan terakhir pasien kelima yaitu pada hari Jum’at (3/4) kemarin, dinyatakan kondisi pasien sudah negatif dari COVID-19, pasien tersebut sudah kami jemput dan telah kembali pulang kerumahnya untuk kembali bertemu dengan keluarganya,” ujar Alamsyah.

Selain itu, berdasarkan data website resmi Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Kabupaten Bekasi (PIKOKABSI), hingga Sabtu (4/4) pukul 08.00 WIB, warga di wilayah Kabupaten Bekasi yang dinyatakan positif COVID-19 tercatat sebanyak 24 orang.

Dari jumlah pasien positif COVID-19 tersebut juga terdapat 15 pasien yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit, 5 orang yang sudah dinyatakan sembuh, dan 4 orang dinyatakan meninggal dunia. Selain itu, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 893 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 224 orang. Informasi tersebut dapat dilihat di website https://pikokabsi.bekasikab.go.id.

Alamsyah juga tidak lupa kembali menghimbau kepada warga di Kabupaten Bekasi untuk selalu berhati-hati dan tetap waspada dalam menjaga kesehatan serta dimohon untuk tidak keluar rumah apabila tidak ada keperluan mendesak.

“Saya menghimbau kepada masyarakat untuk mengikuti anjuran pemerintah, seperti belajar, bekerja dan beribadah di rumah guna meminimalisir resiko penularan, melakukan social distancing, rajin berolahraga, mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, serta melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin.” tutupnya.

Biro Bekasi : Endang

Giat Satlimas Desa Wibawamulya di Bantu Satpol PP,Dalam Rangka Penyemprotan Disinfektan Berikut Himbauan Dari Bupati Bekasi Untuk Pencegahan Covid 19/Corona.

0

JIB|Kabupaten Bekasi,-Desa Wibawa Mulya Kecamatan Cibarusah Kabupaten Bekasi.Pada Selasa (31/03/2020) menggelar kegiatan penyemprotan disinfektan di wilayah Desa Wibawamulya Kecamatan Cibarusah.

Dari pantauan media online jurnalindonesiabaru.com di lokasi Desa tersebut.H.Ganda PJ Desa Wibawamulya sebelum melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan terlebih dahulu melakukan brifing di halaman Kantor Desa Wibawamulya pada staf Desa,Bhimaspol dan Babinsa Wibawamulya,Satlinmas dan berikut di bantu oleh Satpol PP.

H.Ganda PJ Desa Wibawamulya dalam sambutannya pada seluruh yang mengikuti giat tersebut mengatakan,”pada hari ini kita akan menggelar kegiatan penyemprotan disinfektan yang akan di lakukan di wilayah Desa Wibawamulya ujarnya.

Dan giat tersebut dalam rangka pencegahan Covid 19/Corona serta berikut himbauan dari H.Eka Supriatmaja Bupati Bekasi agar Desa,Kelurahan dan Kecamatan untuk melakukan giat tersebut secara serentak untuk pencegahan Covid 19/Corona di wilayahnya masing-masing dan tak lupa kami ucapkan terimakasih atas dukungan dan kerjasamanya yang telah berpartisipasi dalam giat tersebut,semoga giat yang kita lakukan pada hari ini berjalan dengan lancar pungkasnya.(Ded/End)

Stay connected

20,120FansLike
2,493FollowersFollow
14,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -