Thursday, February 19, 2026
Home Blog Page 85

Musdus Desa Nagacipta Tampung Semua Aspirasi Warga Agar Dapat Terealisasi

0

JIB | Serang Baru,-  Musyawarah Dusun (MUSDUS) yang di laksanakan oleh Pemerintah Desa Nagacipta Kecamatan Serangbaru Kabupaten Bekasi di laksana bebarengan dengan pengajian rutinitas Desa. Adapun  Penyusunan RPJM Desa Perubahan TH 2023-2026 kali ini di  laksanakan dikediaman Kepala Desa (Jabar -Red), Minggu (12/05/2024).

Rapat Musdus tersebut di hadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Masyarakat Setempat, Babisa, Bimaspol dan para Kepala Dusun Desa Nagacipta, adapun dalam rapat musyawarah Dusun tersebut untuk fokus dalam penanganan baik infrastruktur, sosial, Budaya, pendidikan dan ekonomi.

Jabar Kepala  Desa Nagacipta Kecamatan Serang Baru dalam sambutanya mengatakan Musyawarah Dusun ini kita laksanakan bentuk dari kepedulian Pemdes Nagasari untuk menampung segala aspirasi dari masyarakat, baik itu infrastruktur, pemberdayaan, ketahanan pangan dan yang lainya.

“Saya berharap masyarakat apapun aspirasi ini harus bisa kita realisasikan demi desa yang kita cintai ini, baik sarana dan prasarana bukan hanya itu pemdes Nagasari  juga terus memperhatikan lingkungan dan kelangsungan hidup bermasyarakat.

Masih kata Jabar, buka hanya itu tetapi masyarakat dan pemdes harus saling bahu membahu agar masyarakat hidup sejahtera dan bermartabat.

Di tempat terpisah Ketua BPD Desa Nagasari Tarsa menjelaskan dalam rapat Musdus ini, apapun aspirasi masyarakat harus kita tampung dari tiap Dusun agar menjadi prioritas pembangunan yang ada di wilayah Dusun masing-masing.

“Bukan hanya itu seperti Pemakaman, turap, pengecoran jaling dan sarana pertanian semua itu harus kita susun nanti dalem RPJM Desa sehingga bisa terealisasi dengan baik.” Tutupnya  (D2)

Penanggulangan Sampah Di Kali Cikarang Hilir, DPP GMI Menduga Tidak Maksimal

0

JIB | Kabupaten Bekasi, – Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Masyarakat Indonesia (DPP GMI) mengeluarkan sorotan terhadap upaya penanggulangan sampah di Kali Cikarang Hilir, Desa Jayabakti, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi.

Dalam peninjauan terbaru mereka, ditemukan bahwa penggunaan excavator dengan menggunakan bucket skala kecil diduga memberikan hasil yang tidak maksimal.

Menurut Sekertaris Umum DPP GMI, Asep Saepullah S.Pd.I, “Kami mengamati bahwa meskipun telah dilakukan upaya dengan menggunakan excavator, namun kapasitas bucket yang digunakan belum cukup efektif dalam mengangkut sampah secara optimal,” ujarnya.

Asep Saepullah S.Pd.I, juga menyatakan keprihatinan terhadap kondisi lingkungan sekitar Kali Cikarang Hilir diduga akan semakin memburuk diduga akibat dari ketidakmampuan pengangkutan sampah secara efisien.

“Kami menekankan pentingnya peningkatan kualitas alat dan teknologi yang digunakan dalam penanganan sampah untuk memastikan keberhasilan program penanggulangan sampah di wilayah tersebut,” terangnya.

Sekertaris Umum DPP GMI menambahkan, pihaknya mendesak Pemerintah Daerah (Pemda), terutama pihak terkait untuk segera melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap metode dan alat yang digunakan dalam penanganan sampah di kali tersebut.

‘Ini penting untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar,” ucap Asep Saepullah S.Pd.I, setelah mengamati hasil excavator bekerja dengan menggunakan bucket yang diduga tidak maksimal,” tambahnya.

Pemerintah daerah Kabupaten Bekasi dan pihak terkait belum memberikan tanggapan resmi terkait sorotan ini. Namun, diyakini bahwa masukan dari DPP GMI akan menjadi pertimbangan serius dalam upaya peningkatan kualitas penanganan sampah di wilayah tersebut. (Sam)

Kemenparekraf Bersama Dinas Pariwisata Kab Bekasi adakan Peningkatan Tata Kelola Dan Jejaring Destinasi Wisata Rawa Binong

0

JIB | KABUPATEN BEKASI – Hari ini dari Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia menggelar giat Forum Peningkatan Kualitas Tata Kelola dan Jejaring Destinasi Wisata di Situ Rawa Binong bersama Dinas Pariwasata Kabupaten Bekasi, acara di laksanakan di Rawa Binong Desa Hegarmukti, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi. Dan di hadiri oleh para penggiat wisata, Bumdes, kepala Dinas pariwisata beserta jajaranya, Kepala Desa Hegarmukti, dan masyarakat. Sabtu, (11/05/2024).

Oneng Setiaharini menjelaskan kegiatan digelar sebagai upaya untuk memberikan penguatan pengelolaan destinasi wisata, peningkatan kualitas, dampak ekonomi, serta sosial budaya.dalam menghadapi persaingan global.


“Ini dalam rangka pengutan Destinasi Wisata, baik pengelolaan destinasi itu sendiri. Salah satunya daya tarik atau bagaimana para pengunjung bisa bertahan berlama-lama”, ucap Oneng Setiaharini Direktur Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia,

Lanjut Oneng berharap para pelaku pengelola wisata selain sebagai tuan rumah yang baik, ini penting guna peningkatan ekonomi dalam ekosistem kepariwisataan yang berkelanjutan. Pengembangan pariwisata adalah upaya menggerakkan stakeholder untuk mengakselerasi pengembangan destinasi wisata itu sendiri, khusus di wilayah Kabupaten Bekasi salah satunya di Wisata Rawa Binong.

Tempat yang sama Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Drs. Iyan Priatna, M. Si menjelaskan untuk pengembangan destinasi wisata, pihaknya sudah membentuk forum Pokdarwis. Iyan berharap kolaborasi stakeholder demi peningkatan destinasi wisata di Kabupaten Bekasi harus tepat guna.


“Untuk Destinasi Wisata yang berkualitas, saya berharap nanti kedepan, dapat menggerakkan Pokdarwis-pokdarwis yang ada, untuk mengakselerasi pengembangan destinasi wisata itu sendiri khususnya di wisata rawa binong”, ucapnya. (ADV)

Nyaah Ka Bandung Salam Nyaah. ini Kata Reza Arfah

0

JIB | BANDUNG,-  Hari ini, (Jumat) 10 Mei 2024. Berangkat dari Gedung PW. Ansor Jawa Barat, menuju kantor DPC. Gerindra Kota Bandung, guna mengambil formulir pendaftaran calon Walikota Bandung.


Berawal dari kesadaran dan harapan bersama orang muda Kota Bandung, yang secara konstitusi memiliki hak untuk mengambil peran dalam struktur eksekutif, yakni pencalonan Walikota Bandung. Dimana, kerap kali orang muda dibatasi ruang gerak dan berpikirnya,
terkhusus dalam kontestasi politik. Bisa dikatakan, orang muda sering diposisikan sebatas menjadi pasar dan alat politik untuk meraup suara saja. Jumat (10/05/2024).


Maka dari itu, disusunlah gagasan Nyaah ka Bandung, nyaah berarti cinta atau sayang yang merupakan fitrah alamiah manusia. Atas dasar ini pula, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang menciptakan alam semesta dan seluruh makhluk-Nya.

Reza Arfah selaku Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat mengatakan Untuk itu saya memberanikan diri, mendaftar pencalonan Walikota Bandung tahun 2024. Mari manfaatkan peluang tersebut. Tidak ada lagi waktu. Sekarang atau tidak sama sekali. Bangkit atau terpuruk. Perbaikan atau teraniaya!

“Bagi saya, Kota Bandung merupakan kota indah nan romantis, banyak melahirkan tokohtokoh bangsa, seniman dan budayawan serta maestro dengan karya-karya tidak hanya skala
lokal melainkan nasional, bahkan mendunia.” ujarnya.

Lanjut Reza, Kota Bandung juga banyak memunculkan para pegiat industri kreatif dengan produk-produk berdaya beda serta tidak jarang menjadi trend center nasional.


Dari berbagai capaian prestasi di atas, Kota Bandung juga memiliki kompleksitas tersendiri. Saat ini jumlah penduduk Kota Bandung mencapai 2,5 juta jiwa dan menjadi kota terpadat kedua setelah Jakarta. Hal tersebut beriringan dengan bermasalahnya pengelolaan lingkungan,
di antaranya sampah, polusi udara dan kemacetan serta buruknya perencanaan tata ruang kota, semisal daerah resapan air kian habis dijadikan pemukiman dan tidak jarang merupakan pemukiman elit, sedangkan kemisikinan dan ketimpangan sosial merupakan hal menyedihkan
dan juga hadir di kota ini.

Dengan demikian Kata Reza Arfah, di waktu yang sama berkurangnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Disebabkan permasalahan hukum yang dialami oleh beberapa pejabat Kota Bandung, hal tersebut membuat geram dan melunturkan optimisme masyarakat.


“Saya lahir dan besar di Kota Bandung serta perlahan mulai memahami posisi penting serta dibutuhkannya sosok orang muda guna tampil dalam kontestasi Pilwalkot kali ini.” Bebernya.


Reza Arfah memaparkan Bagaimana tidak, sebagai orang muda tidak cukup sekedar menyuarakan keresahan dan kegelisahan saja, melainkan sudah saatnya mengambil peran. Guna menjadi bagian dalam
penentu arah kebijakan dan pelaksana arah kebajikan bagi Kota Bandung.
Sebab, setiap persoalan yang terjadi, sebagaimana telah dijelaskan.

“Semua itu bukan disebabkan oleh kurang atau minimnya para ahli dan pakar di bidangnya masing-masing Melainkan ketiadaan integritas pemimpin beserta seluruh unsurnya untuk menyelesaikan dan membenahi setiap persoalan yang terjadi.” Ungkap Reza Arfah kepada awak media.

Lanjut Reza Arfah Integritas inilah yang menjadi substansi sekaligus esensi dari gagasan Nyaah ka Bandung. Salam Nyaah. (Red)

Pelulusan SMAN 1 Tirtajaya: Melangkah Bersama Menuju Cita-cita

0

JIB | Karawang, – Suasana penuh keceriaan menghiasi acara pelulusan atau wisuda Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Tirtajaya Karawang, yang diselenggarakan pada Hari Kamis (09/05/24) di halaman sekolah.

Acara tersebut bertemakan “Tinggalkan Kenangan Penuh Ceria, Melangkah Bersama Menuju Cita-cita”, acara ini menjadi momen bersejarah bagi para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan mereka.

Dalam acara yang dihadiri oleh orang tua siswa, pendidik/guru, dan tamu undangan, para siswa SMAN 1 Tirtajaya memamerkan kreasi-kreasi mereka yang mengagumkan. Mulai dari tarian tradisional hingga pentas seni, setiap penampilan memancarkan semangat dan kreativitas yang luar biasa.

Salah satu siswi yang meraih prestasi gemilang, Nurhasanah, mengatakan, “Hari ini adalah awal dari perjalanan baru menuju impian kami. Kami siap melangkah bersama-sama, menjadikan cita-cita kami menjadi kenyataan,” ucapnya.

Dalam sambutan, Kepala Sekolah SMAN 1 Tirtajaya, Evi Taufik, mengungkapkan rasa bangganya prestasi para siswa. “Hari ini bukan hanya tentang pencapaian akademis, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan nilai-nilai kehidupan yang akan membawa kalian ke arah yang benar. Saya yakin, generasi muda ini akan menjadi pemimpin yang tangguh dan berperan aktif dalam membangun bangsa,” ujarnya.

Acara pelulusan atau wisuda siswa SMAN 1 Tirtajaya ini tidak hanya menjadi momen berpisah, tetapi juga menjadi awal dari perjalanan baru para siswa menuju masa depan yang cerah dan penuh prestasi. (MAR -EY)

DPP GMI Mendorong Pengawasan yang Lebih Ketat terhadap Dana BOS di Kabupaten Karawang

0

JIB | Karawang – Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dialokasikan oleh Pemerintah untuk sektor pendidikan di Kabupaten Karawang mendapat sorotan dari Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Masyarakat Indonesia (DPP GMI), Selasa (07/05/24).

Sekretaris Umum DPP GMI, Asep Saepullah S.Pd.i, menekankan perlunya pengawasan yang lebih ketat untuk memastikan efisiensi dan kepatuhan dalam penggunaan dana BOS.

“Kami mendesak pihak pengawas BOS di Kabupaten Karawang untuk melaksanakan tugasnya dengan penuh profesionalisme dan tidak membiarkan adanya penyimpangan dalam penggunaan dana tersebut,” ujarnya.

Asep juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana BOS, menyatakan, “Transparansi adalah kunci untuk memastikan akuntabilitas dalam pengelolaan dana BOS,’ tandasnya.

Seruan ini merupakan respons atas keprihatinan terhadap potensi penyalahgunaan dana BOS yang dapat merugikan dunia pendidikan di Kabupaten Karawang. Upaya pengawasan yang lebih ketat diharapkan dapat mencegah penyelewengan dana dan memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan untuk pendidikan memberikan manfaat yang optimal.

“Kami mendesak pihak pengawas BOS di Kabupaten Karawang untuk melaksanakan tugasnya dengan penuh profesionalisme dan tidak membiarkan adanya penyimpangan dalam penggunaan dana tersebut,” ujarnya. (Red)

Menanggapi Keluhan Warga Akibat Jalan Rusak, Pemdes Pantai Harapanjaya Respon Positif

0

JIB | Kabupaten Bekasi, – Pemerintah Desa Pantai Harapanjaya, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, menyikapi keluhan warga Kampung Bulak, RT 001/11, Dusun IV, yang telah lama menghadapi jalan rusak memberikan respon positif.

Pemerintah Desa berencana segera membangun rambat beton untuk memperbaiki jalan yang dinilai tidak layak digunakan. Proyek tersebut akan menggunakan dana desa tahap pertama tahun 2024.

Kepala Desa Pantai Harapanjaya, Mahir Nurmawan, pihaknya menyadari bahwa kondisi jalan yang buruk mengganggu mobilitas warga, terutama dalam hal transportasi barang dan kegiatan ekonomi sehari-hari.

“Pihak Desa berkomitmen untuk memperbaiki jalan tersebut agar dapat digunakan dengan aman dan nyaman oleh seluruh masyarakat,” ungkap Kepala Desa Pantai Harapanjaya.

Menurutnya, jalan tersebut pernah dilakukan pengerasan pada tahun 2023, namun dengan keterbatasan anggaran yang dibiayai dana desa tidak bisa secara langsung pada tahun tersebut.

“Peningkatan jalan secara pengerasan kita sudah dilakukan, dan untuk selanjutnya kita akan bangun jalan secara rambat beton dengan menggunakan dana desa tahap pertama 2024,” terangnya.

Lanjutnya, mengatakan alokasi dana desa tahap pertama 2024, akan dimanfaatkan secara optimal untuk memperbaiki infrastruktur dasar yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

“Kami akan memastikan bahwa dana desa yang dialokasikan untuk proyek jalan rambat beton digunakan secara transparan dan efisien, sehingga hasilnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh warga desa,” ujarnya.

Pembangunan rambat beton di jalan yang terindikasi tidak layak digunakan diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan kualitas hidup masyarakat Desa Pantai Harapanjaya secara keseluruhan. (Sul)

Warga Protes, Kepala Desa Pantai Harapanjaya Dianggap Abaikan Jalan Rusak

0

JIB | Kabupaten Bekasi, – Kepala Desa Pantai Harapanjaya, yang telah menjabat dua periode, mendapat kritik tajam dari warga setempat karena dianggap mengabaikan kondisi jalan yang rusak parah di kawasan.

Warga masyarakat Kampung Bulak RT 001/11 Dusun IV telah lama menghadapi jalan rusak yang tidak mendapat perhatian dari Pemerintah Desa maupun Pemda Bekasi, terutama saat musim hujan tiba.

Seorang warga yang tidak ingin disebutkan identitasnya menyampaikan bahwa jalan yang rusak menyulitkan aktivitas sehari-hari warga saat musim hujan.

“Kami berharap ada tindakan dari pemerintah desa, terutama menggunakan dana desa yang dikucurkan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Desa,” ungkapnya.

Menurutnya, warga telah merasakan dampak buruk dari kondisi jalan yang tidak layak dilalui mengekspresikan kekecewaan terhadap kepemimpinan Kepala Desa, sambil mempertanyakan transparansi penggunaan dana desa.

“Sudah kami sampaikan kepada Pemerintah Desa Pantai Harapanjaya, terutama kepada Kepala Desa, tetapi hingga kini tidak ada respons, padahal Kades sudah menjabat dua periode,” ujar salah seorang warga.

Menyikapi hal ini, Asep Saepullah S.Pd.I, Sekretaris Umum DPP GMI, menyesalkan kinerja Kepala Desa Pantai Harapanjaya yang diduga tidak responsif terhadap masukan warga.

“Kami akan mendesak Pemerintah Desa Pantai Harapanjaya untuk memberikan transparansi terkait penggunaan dana desa tahun 2022 – 2023,” tegasnya. (Red)

DPMD Diminta Transparan, DPP GMI Bakal Lakukan Demo Pasca Kades Ikuti Bimtek

0

JIB | Kabupaten Bekasi, – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gabungan Masyarakat Indonesia (GMI) bersiap melakukan demonstrasi besar-besaran pasca Kepala Desa (Kades) dan BPD mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) ke Bali.

Mereka menuntut transparansi dalam penggunaan anggaran yang digunakan oleh para Kepada Desa dan BPD, kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi.

Menurut Asep Saepullah S.Pd.I sebagai Sekertaris Umum DPP GMI, pihaknya tidak akan tinggal diam melihat ketidakjelasan penggunaan anggaran yang digunakan sangat besar jumlahnya.

“Harus ada keterbukaan dan transparansi harus diutamakan, terutama setelah Kepala Desa dan BPD yang mengikuti Bimtek ke Bali,” ujarnya.

Asep Saepullah menambahkan, bahwa demonstrasi akan dilakukan bukanlah tindakan gegabah, namun merupakan langkah yang diperlukan untuk memastikan anggaran yang digunakan secara efisien.

“Kami akan mendesak DPMD dengan secara demo besar besaran bersama jajaran, untuk meminta jawaban dengan transparansi dalam anggaran yang digunakan Bimtek ke Bali,” tambahnya. (Red)

Bimtek Ke Bali Diduga Bermuatan Politik, DPP GMI Desak DPMD Transparan Anggaran

0

JIB | Kabupaten Bekasi, – Para kepala Desa di Kabupaten Bekasi Bimtek Ke Bali bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan desa menjadi kontroversi, DPP GMI menduga adanya muatan politik dan desak DPMD transparan terkait anggaran.

Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Masyarakat Indonesia (DPP GMI), Asep Saepullah S.Pd.I, menekankan pentingnya transparansi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) mengenai anggaran yang digunakan untuk bimtek ke Bali.

“Aktivitas seperti ini memerlukan kejelasan terkait sumber dana dan tujuan sesungguhnya, untuk memastikan bahwa anggaran negara tidak disalahgunakan untuk kepentingan politik tertentu,” ujarnya.

Sekum DPP GMI menyayangkan jika program-program yang seharusnya bermanfaat bagi masyarakat desa dimanfaatkan untuk kepentingan politik. Mereka mendesak DPMD Bekasi untuk memberikan klarifikasi terbuka tentang anggaran yang dialokasikan untuk Bimtek kepala desa, serta memastikan bahwa program ini memberikan manfaat yang maksimal bagi perkembangan desa.

Menurutnya, DPMD Kabupaten Bekasi belum memberikan tanggapan resmi terkait atas dugaannya. Namun, tekanan dari berbagai pihak, termasuk DPP GMI, menambah urgensi untuk melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan anggaran Bimtek.

“DPMD harus memberi kejelasan mengenai sumber dana dan tujuan sebenarnya dari kegiatan, karena sangat penting untuk memastikan bahwa anggaran negara tidak disalahgunakan untuk kepentingan politik tertentu,” tandasnya.


Terkait hal tersebut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi Rahmat Atong S, S.TP. MM, saat di hubungi melalui whatsapp tidak ada jawaban sehingga berita ini terbit. Red)

Stay connected

20,120FansLike
2,493FollowersFollow
14,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -