Jurnal Indonesia Baru

Ketua DPD Golkar Dedi Mulyadi memutuskan sepihak Tanpa Mendengarkan Aspirasi Lapisan Masyarakat Kabupaten Bekasi

JIB | Kabupaten Bekasi, – Funsionaris Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar Amin Fauzi menilai kegaduhan mengenai mekanisme Calon Wakil Bupati disebabkan terlalu banyaknya intefensi dari Dedi Mulyadi terhadap di rekomendasikan Ahmad Marjuki sebagai calon Wabup Bekasi.

“Dedi Mulyadi membuka ruang agar saudara Ahmad Marjuki bisa ikut daftar, ini adalah sebagai sumber awal dan saya melihat dari 18 kandidat ini banyak orang Bekasi yang tau Bekasi tetapi kenapa harus meloloskan saudara Marjuki, ini harus saya sampaikan sumber dari segala kegaduhan adalah Dedi Mulyadi,” jelasnya kepada awak media, Senin (22/07/2019).

Lanjut Amin mengatakan Ketua DPD Golkar yang dinahkodai Dedi Mulyadi memutuskan sepihak tanpa mendengarkan aspirasi lapisan masyarakat Kabupaten Bekasi. Padahal menurutnya masyarakat menginginkan Calon Wakil Bupati berasal dari putra daerah Bekasi.

“Dedi Mulyadi itu tidak mendengar, dan saya menganggap kupingnya budek. Tidak mendengar aspirasi masyarakat Bekasi, padahal Dedi tau banget karakter masyarakat Kabupaten Bekasi. Tapi hari ini orang Bekasi sudah menjerit bahwa kader partai Golkar ini menyuarakan dari PK Golkar sendiri, dari internal Golkar sendiri, dari tokoh masyarakat. Semua menginginkan dari putra Bekasi,” tegasnya

Amin menyayangkan keputusan Dedi Mulyadi merekomendasikan Ahmad Marjuki, sebab dia menilai banyak Kader Partai Golkar Asli Bekasi yang kemampuannya sudah teruji dan sangat memahami kebutuhan masyarakat Kabupaten Bekasi.

“Saya tidak menyalahkan sudara Ahmad Marjuki dan saya bukan rasis, hari ini Ahmad Marjuki maju karena ada Back Up dari Dedi Mulyadi. Dan begitu hebatnya Dedi Mulyadi road show, jungkir balik memperjuangkan Marjuki. sedangkan banyak Kader Partai di Bekasi yang menghuni dan mereka tau benar tentang Bekasi,” pungkasnya (Dre/Bis)